
Tambahan info
Ini tuh sebenarnya udah ak up dari maghrib tadi tapi sampe sekarang belum selesai reviewnya
Author lain juga bilang gitu hari ini
Mungkin lagi ada kendala teknis
Happy Reading guys 😊😊😊
.
.
.
Luna rasanya lupa untuk behenti tertawa. Dalam satu hari ia mendapatkan sebuah kebahagian beruntun yang tidak pernah ia duga-duga. Inikah hasil yang akan ia petik dari buah kesabarannya selama bertahun-tahun? Entahlah, yang jelas Luna sangat sangat bersyukur dan berterima kasih pada Tuhan.
“Ada apa nih? Kayaknya kalian lagi seneng nih”
Tanya Rey tiba-tiba yang menyadari kedua adik kakak ini terlihat memancarkan aura kebahagiaan sejak kembali dari makan siang tadi.
Saat ini Rey, Luna, dan Yana sedang dalam perjalan pulang. Dimana Yana duduk di samping Rey yang mengemudi dan Luna di kursi belakang. Luna pulang bersama adik dan iparnya karena memang Edi masih harus berada di Rumah Sakit. Itu pun hanya akal-akalan Edi saja yang masih merasa canggung untuk berdua saja dalam satu mobil bersama Luna.
“Iya dong mas, seneng pake banget malahan”
Yana menjawab itu sampai-sampai matanya ia pejamkan dengan erat untuk menunjukkan betapa bahagianya ia sekarang. Rey pun merasa tertular dengan kegembiraan Yana. Ini pertama kalinya Rey melihat Yana berekspresi seperti ini. Sangat jauh berbeda dengan saat hari pernikahan mereka.
“Ceritain dong kalo gitu, berbagi kebahagiaan”
Pinta Rey yang disambut senang oleh Yana.
“Biar Yana yang ceritain ya kak”
Kata Yana semangat meminta persetujuan Luna yang dibalas anggukan dan senyum gemas melihat tingkah sang adik.
“Jadi mas, yang pertama naskah kak Luna itu lolos review di perusahaan Penerbit incarannya kak Luna sendiri. Dan kak Luna itu di ajak sarapan bareng sama Ayah Bunda, ya walaupun cuma sama Bunda aja tapi yang ajak itu Ayah. Lalu siang tadi juga Ayah ikut makan siang bareng. Katanya pengen makan sama Yana dan kak Luna juga. Dan gak kalah seneng lagi nanti malam Ayah juga ajak makan malam sama-sama sekeluarga, sama mas Rey juga di restoran favoritnya Yana sama kak Luna”
Yana menjelaskan semuanya sambil bibirnya yang terus tertarik lebar.
“Malam ini?”
Rey bertanya dan senyum tadi sudah tidak ada di wajahnya. Begitupun Yana yang melihatnya.
“Iya, kenapa mas? Gak bisa ya?”
Yana bertanya balik. Luna pun ikut menunggu jawaban Rey.
“Hmm gimana ya, saya udah ada janji lagi nanti malam. Ada urusan penting, kalau ditunda kayaknya susah karena orangnya juga harus ke luar kota besok pagi”
Jawabnya pelan karena merasa tidak enak.
“Gitu yaa… Hmm sayang banget, tapi kalau emang penting ya gapapa sih mas. Lain kali kan kita bisa makan malam sama-sama lagi”
Ucap Yana seraya mengembalikan senyumnya.
“Makasih ya, nanti saya akan antar kamu dulu kalau gitu sekalian minta maaf sama Ayah Bunda”
Yana pun mengangguk.
“Maaf ya Lun gak bisa ikut. Semoga makan mala mini semakin mempererat hubungan kamu dan orang tua kamu. Ohh iya selamat juga atas keberhasilan kamu hari ini. Semoga karya kamu terus berkembang dan semakin sukses ya”
Kata Rey melirik kaca mobil untuk melihat Luna di kursi belakang.
“Aamiinnnnnn. Makasih banyak ya mas. Iya gapapa kok, tapi lain kali harus ikut kita lagi ya makan sekeluarga. Kan mas Rey juga udah jadi keluarga kita”
__ADS_1
“InsyaAllah. Nah pas banget udah sampai nih”
Ucap Rey begitu mobilnya sudah sampai di depan gerbang rumah Luna.
“Makasih ya, kakak masuk Yan, Mas Assalamu’alaikum”
Wa’alaikumsalam. Rey dan Yana menjawab secara bersamaan.
Mereka pun melanjutkan perjalanan menuju apartemen mereka setelah memastikan Luna masuk.
Sshhh…
Rey sontak menoleh cemas
“Kenapa Yan?”
Tanyanya setelah mendengar Yana meringis seraya menyentuh perutnya.
“Gapapa kok, cuma tiba-tiba keram aja gitu dikit”
“Kita ke Rumah Sakit ya”
“Ehh jangan mas… Udah gapapa kok. Pulang aja yaa Yana capek mau langsung rebahan”
Cegahnya karena melihat Rey yang sudah akan memutar arah mobil.
“Itu makanya saya larang kamu untuk kuliah dulu”
“Ta-“
“Nggak. Pokoknya nggak”
Rey dengan cepat memotong suara Yana.
Di sampingnya itu, dapat Rey lihat Yana yang sudah manyun. Tangannya pun gemas untuk terangkat mengelus pucuk kepala Yana.
Katanya kemudian yang membuat Yana langsung menoleh dengan semangat.
“Beneran mas?”
Rey mengangguk sambil melirik sebentar ke arah Yana.
“Yesss makasih ya mass”
Katanya sambil bersorak.
“Tapi kan lihat duluu.. kalau Dokter Dian bilang jangan ya jangan”
Tambah Rey meluruskan.
“Pasti boleh kok, Yana kan kuat. Lagian di rumah tuhh bosen bangett mas gak ngapa-ngapain, Yana malah sakit karena jadinya mikir macem-macem kalau diem aja. Ikut mas ke Rumah Sakit juga bosen. Mas sama Ayah juga masing-masing sibuk. Jadinya Yana sendirian juga”
Rey tersenyum. Entah kenapa Yana terdengar sangat cerewet hari ini. Tapi ia suka.
“Ehhh”
Yana mendadak teriak kaget dengan kedua tangannya menangkup pipinya sendiri.
“Kenapa?”
Tanya Rey ikut kaget.
“Yahhhh Yana kan udah siapin bahan-bahan buat masak entar malem buat mas. Udah di potong-potongin lagi semua bahannya. Gak jadi dehh kan mau makan sama Ayah Bunda, gimana dong”
Ungkapnya sedih.
__ADS_1
“Gapapa, kalau besok masih bagus ya besok aja kamu masaknya. Tapi kapan memangnya kamu siapin itu? Kok saya gak tau”
Tanya Rey heran.
“Tadi subuh”
Jawab Yana singkat. Rey tampak mengingat-ingat.
“Tadi subuh saya keluar gak ada lihat kamu tuh di dapur”
“Ada kok”
Jawab Yana lagi.
“Jam berapa?”
“Jam 1”
Bahu Rey merosot lemah mendengarnya.
“Itu sih tengah malem Yan, bukan subuh”
“Hehe… tapi kan udah lewat jam 12, kalau lewat jam segitu Yana nyebutnya udah subuh”
Katanya sambil menyengir. Rey pun geleng-geleng kepala.
“Ibu hamil tuh gak boleh begadang”
Tegas Rey mengingatkan.
“Udah tidur, Cuma kebangun gara-gara pengen pipis mulu. Habis motong-motong Yana langsung tidur lagi kok”
Jelas Yana.
“Lain kali tidur aja, ngerjain kayak gitu biar subuh atau pagi. Lagian saya juga gak masalah kok kalau kamu gak masak”
Balas Rey.
“Tapi kan Yana gak enak. Lagian Yana seneng kok bisa belajar masak”
“Iyaa tapi jangan sampai bikin kamu kecapean. Saya kan cuma khawatir dengan kamu dan anak kita”
Deg!
Anak kita? Mas Rey beneran bilang gitu tadi? Yana membatin.
.
.
.
Iyaa yannn Rey bilang gitu kok tadii
Rey tuh yaaa ihhh sweetnya gak ketulungan
Wahhh udah empat part nihh
Mau lagi gak??
Ayo dong komenn mau sebanyak banyaknya di kolom komentar kalau memang mau
Nanti aku up lagi deh kalau gituu
Jangan lupa likenya juga yaa, dan vote dengan poin, teruss rating bintang 5 nya dehh setelah membacaa
__ADS_1
Makasihhh 😘😘😘