Hati Lunara

Hati Lunara
BAB 24


__ADS_3

Assalamu'alaikum


Masih setia gak nih baca novel aku????


Kalo iya ak mau ucapin Terima Kasih banyak yaa ❤❤❤


Buat pembaca baru aku cuma mau infoin, sebenarnya ini tuh novel lama yang ak udah pernah up juga dengan judul yang sama , platform yang sama, cerita yang sama. Hanya aja yang ini beda cover , beda nama pena, dan jalan ceritanya juga dikemas lagi rapi


Kalau ada yang mau baca itu juga boleh kok. Namanya sama cuma nama pena aku disitu "Muf In Rosas"


Bawel deh author yaa


Yaudah cuss ke cerita


.


.


.


"Juan... Mama tau ini berat buat kamu, Mama tau ini terlalu tiba - tiba. Tapi ada sesuatu yang harus kamu mengerti, sekarang Mama mohon kamu keluar dulu. Kita bicara baik - baik nak. Mama mohon" Pintar lagi Nia padanya.


Nia masih belum mendengar jawaban apapun dari Juan, kamar putra semata wayangnya itu terdengar sangat sunyi. Nia pun akhirnya terdiam dan semakin menangis di balik pintu kamar Juan.


Di dalam sana, Juan yang hanya memasang wajah tak berekspresi tiba-tiba meneteskan air dari mata kirinya. Lalu disusul mata kanannya.


Sama seperti Luna, Juan pun melupakan agendanya membaca buku di danau bersama Luna setiap akhir pekan.


Juan merasa pikirannya kosong, air mata yang jarang sekali keluar dari matanya sekarang lolos dan mengalir begitu mudahnya


Masih pekat dalam pikirannya dan masih tengiang di telinganya kejadian tadi malam


MALAM TADI


Juan tidak bisa tidur malam ini, sudah berapa kali pindah posisi, memejamkan mata tapi tetap ia tidak tertidur, mungkin ini karna tadi siang ia tidur cukup lama.


Ia mulai gusar, badannya juga sudah pegal berbaring dari tadi tapi belum juga tertidur,Juan pun membuka matanya, bangkit dari tidurnya lalu duduk sebentar. Juan berniat keluar menonton TV atau apapun itu untuk memecah rasa bosannya. Kadang Papanya juga belum tidur, maka Juan pun mencoba ke ke kamar orang tua nya, berencana mengajak sang Papa untuk menemaninya menonton, setelah sampai di depan pintu kamar Mama dan Papanya, ia coba mengetuk pintunya dari luar.


"Pa? Nonton yuk? Papa udah tidur?" Juan bertanya dari balik pintu, merasa tak ada sahutan, Juan membukanya secara perlahan

__ADS_1


"Ma? Pa?" Serunya lagi.


Anehnya Juan tak melihat siapapun di atas kasur. Ia perlahan masuk mengecek kamar mandi pribadi di dalam kamar orang tuanya. Dan hasilnya pun nihil.


Mama Papa kemana ya?Kok gak ada di kamar...


Juan bertanya-tanya dalam hatinya.


Sedetik kemudian, dengan suasana rumah yang begitu hening Juan dapat mendengar suara gelas di dapur.


Ohhh mungkin Mama Papa nya di dapur.


Begitu pikir Juan. Maka selanjutnya, Juan pun melangkahkaj kaki keluar dari kamar Mama Papanya menuju dapur. Begitu sampai Juan melihat pada seorang wanita yang tengah minum sekaligus menoleh pada Juan juga.


"Den" Seru wanita tersebut begitu menghabiskan minumnya.


"Ohhh Bi Mar, kirain tadi Mama atau Papa" Sahutnya kecewa. Kalo disini cuma ada Bi Mar jadi kemana sih Mama dan Papa Juan ini.


"Bi Mar belum tidur?" Tanya Juan lagi pada seseorang yang ia panggil Yar tersebut. Itu adalah Marni, asisten rumah tangga Juan.


"Udah, cuma tadi bangun mau tahajud aja terus mau minum sebelum tidur, den Juan kok belum tidur?" Sekarang Bi Mar yang bertanya.


"Gak bisa tidur Bi, mungkin karna tadi kelamaan tidur siang, Ohh iya Mama sama Papa mana ya Bi? " Juan bertanya lagi.


"Hahh??" Juan merespon kaget lalu menoleh pada jam dinding.


Udah jam 01.29


Udah dini hari tapi Mama dan Papa belum pulang, jika diingat - ingat belum pernah rasanya Mama dan Papanya ada urusan kerjaan sampai selarut ini. Juan mulai was - was.


Mengerti kekhawatiran anak majikannya itu, Bi Mar pun berkata


"Mungkin aja kali ini memang lagi ada urusan kerjaan atau ada urusan dirumah teman atau apa gitu dan lupa ngabarin. Den Juan tidur aja, biar Bibi yang nungguin Ibu sama Bapak, kalau mereka udah dateng nanti Bibi bangunin ya" Tuturnya lembut mencoba menenangkan Juan


"Tapi rasanya aneh Bi, Mama sama Papa belum pernah kayak gini, kalopun pulang malam pasti ngabarin dulu kan atau titip pesan. Selain itu juga gak pernah sampai yang semalam ini" Sahut Juan.


"Yaudah kalau gitu kita coba telpon aja gimana?" Bi Mar memberi saran.


Juan pun mengangguk menyetujui lalu berlari menuju meja di ruang keluarga, dimana disana terdapat sebuah telfon rumah berwarna hitam. Dengan cepat ia menekan tombol - tombol angka disana.

__ADS_1


Sudah lebih dari 7 kali, tapi tidak ada satupun panggilan Juan ada yang diangkat. Juan semakin gelisah di buatnya


Saking paniknya ia saat inj, Juan sampai - sampai tak menyadari ada suara deru mobil yang baru datang di garasi rumahnya. Dari suaranya, baik Juan maupun Bi Mar pasti sudah hafal jika itu adalah kedua mobil orang tua Juan.


Bi Mar sedikit mengerutkan dahi, karna ia menyadari suara mobil yang baru saja terparkir seperti dapat disimpulkan bahwa kedua mobil tersebut mulanya ngebut kemudian di rem secara mendadak.


"Den" Seru Marni yang menyadari suara mobil datang. Tapi Juan masih berusaha menelpon


"Den" Seru Bi Mar lagi.


"Sebentar Bi, aku coba telpon Mama lagi" Kata Juan mencoba meminta Marni untuk tidak menganggunya dulu secara halus


"Itu Ibu sama Bapak udah dateng" Ucap Marni sambil menunjuk ke garasi.


Mendengar itu, Juan langsung meletekkan telfonnya dan menuju ke garasi. Tapi ia melihat ada yang tidak beres pada raut wajah kedua orang tuanya.


.


.


.


Nah lohh kenapa emangnya muka orang tua Juan yaa??


Aduhh belum kelar masalah Luna, ini udah Juan juga punya masalah


Penasaran gak???


Kalo iya jangan lupa besok pantengin lagi yaa ❤


Masih ngebosenin ya?? Sabar yaa para readers. Tapi gak lama lagi episode - episode Flashback ini bakal selesai kok, dan kita akan balik ke masa sekarang.


Disana akan ada cerita baru dari Luna, Juan dan Rey lohhh


Wahhh ada Rey lagi hihi, siapa nihh yang kangen Rey??


Selain itu juga, di episode setelah flashback ini secara perlahan masalah yang menjadi tanda tanya besar Luna selama 8 tahun dalam keluarga nya akan mulai terkuak


Wahh pokoknya jangan sampai kelewatan deh, plot twist nya InsyaAllah bakal seru dan menguras air mata juga

__ADS_1


Enjoy sama ceritanya 😘


Jangan lupa untuk selalu tinggalkan like dan komen di akhir bacaan ya. Karna dukungan kalian adalah semangat menulis aku. Terimakasih ☺


__ADS_2