
Halooo semuaaa
Kangen Juan gak nih???
Nahh sekarang kita lepas rindu sama Juan dehh ya
Happy Reading 😊😊😊
.
.
.
"Ayah..."
Arief mendongak. Matanya terbelalak.
"Kenapa Ayah ke Jakarta. Dan kenapa Ayah bisa sampai begini"
"Kamu tau darimana Ayah disini?"
Bukannya menjawab. Arief malah balik bertanya pada seorang pria yang menyebut dirinya Ayah itu.
"Yahh... Jawab Juan kenapa Ayah bisa kayak gini?"
Pria itu ternyata Juan. Ia masih mendesak sang Ayah untuk menjawab, dengan air muka yang cemas dan panik melihat wajah sang Ayah yang membiru di beberapa bagian serta duduk sendiri di sisi pot bunga besar berbahan dasar semen yang menjadi salah satu hiasan restoran the seafood itu.
Belum Arief menjawab, Juan sudah kembali bicara.
"Apa Ayah begini karna Rey... "
Juan tidak melanjutkan kata-kata nya. Namun dari wajahnya yang sudah berubah geram membuat Arief mengerti apa yang sedang dipikirkan oleh putranya ini.
Seraya menggeleng pelan, Arief pun menjawab.
"Enggak. Rey gak tau apa-apa"
Untuk sesaat Arief menduga sesuatu.
"Apa Rey yang ngasi tau Ayah disini?"
Tanyanya. Juan mengangguk.
"Yaudah ayo kita pulang, Ayah ikut Juan aja"
"Nggak. Ayah nginep di hotel itu kok"
Jawab Arief sambil menunjuk hotel di depan restoran, tempat mereka berada sekarang ini.
"Ayah nginep di apartemen Juan aja. Ibu lagi nginep di rumah temennya karena mau ada acara"
Ajak Juan dengan khawatir, mengingat kesehatan sang Ayah yang selalunya memang kurang baik.
"Gak usah. Meski gak ada Ibu kamu, tapi dia pasti tetap gak suka kalo Ayah disana"
Jawabnya sendu.
"Nggak. Ayah pokoknya harus ikut Juan. Ayah itu masih sakit, wajah Ayah aja pucat begitu"
Baru akan kembali menjawab namun Juan menahannya.
__ADS_1
"Udah Yah, kali ini tolong nurut sama Juan. Ayo"
Kekehnya masih untuk mengajak sang Ayah. Arief pun tampak menghela nafas pasrah dan berdiri dengan di papah oleh Juan.
Sudah berada di mobil menuju ke apartemen Juan. Setelah sebelumnya check-out dari hotel tersebut dan membawa barang-barang sang Ayah. Juan kembali bertanya di tengah perjalanan mereka.
"Sekarang Ayah harus jawab. Kenapa Ayah kesini?"
Arief tampak menunduk setelah Juan bertanya begitu.
"Yah"
Serunya lagi karena merasa tak di tanggapi.
"Entahlah.. "
Katanya lirih. Kemudian mengangkat kepalanya pelan.
"Ayah juga gak tau kenapa. Untuk apa. Ayah hanya berharap semoga masih ada yang bisa diperbaiki meskipun Ayah gak tau apa dan bagaimana. Dan... apa masih bisa"
Ujarnya seraya menyelipkan sedikit senyum sendu di akhir kalimatnya.
"Ayah udah ketemu...-?"
"Udah"
Jawabnya menyekat kalimat Juan yang menggantung panjang. Juan seketika menoleh kaget.
"Di-dia tau?"
Tanya Juan takut.
Arief tampak menggeleng samar. Tapi itu tetap masih membuat Juan berdebar.
Juan kembali memfokuskan matanya ke jalanan. Tapi jauh di hati dan di pikirannya sangat kacau sekarang.
Begitu sampai Juan tidak perlu lagi memencet bel karena pin rumahnya tentu sudah ia hafal luar kepala. Memencet digit angka dengan cepat kemudian pintunya pun ia buka dengan sebelah tangan. Sebelah tangannya lagi menggandeng koper kecil milik sang Ayah.
"Ayo Yah"
Ajaknya pada Arief yang berdiri di belakangnya.
"Assalamu'alaikum"
Ucap Arief begitu masuk.
Juan pun menjawab dengan senyum.
Dari arah dalam apartemennya terdengar bunyi langkah kaki yang mendekat bersama suara seorang wanita yang sangat Juan kenal.
"Udah pulang?"
Kata wanita itu sambil masih berjalan mendekat.
Ehh? Juan langsung melotot menoleh ke belakangnya dimana Ayahnya berada.
"I-ibu"
Sahutnya begitu sang Ibu sudah berada di hadapannya dengan terpaku.
"Kok Ibu disini? Bukannya ada acara di rumah teman arisan Ibu dan nginap?"
__ADS_1
Tanya Juan.
"Kenapa kamu ada disini?"
Tanpa memperdulikan pertanyaan Juan. Nia malah lebih tertarik untuk bertanya pada laki-laki yang putranya bawa itu.
"Juan yang bawa bu. Cuma sementara aja selama Ayah di Jakarta. Juan gak mungkin biarin Ayah tinggal sendiri. Ibu kan tau sendiri kondisi Ayah gimana. Tolong izinin ya bu. Juan mohon"
Juan yang menyerobot untuk menjawab pertanyaan sang Ibu dengan memohon.
Nia pun mengalihkan pandangannya tidak percaya pada Juan. Kemudian berbalik dan menghentakkan kakinya keras menuju kamarnya.
"Lebih baik Ayah kembali ke hotel aja wan. Ayah gak mau ganggu Ibu kamu"
Kata Arief mencoba mengerti situasi dan perasaan Nia.
"Gak Yah. Ini udah malem, Ayah masuk ke kamar Juan aja. Biar Juan yang ngomong sama Ibu"
Arief terdiam dan masih tampak keberatan.
"Udah Yah ayo"
Akhirnya Juan pun menarik tubuh sang Ayah untuk memasuki kamarnya agar pria itu bisa langsung beristirahat. Setelah itu, Juan sendiri keluar menuju kamar Ibunya.
Tok tok tok!
Juan mengetuk pintu sang Ibu dari luar. Sudah menjadi kebiasaan sebelum memasuki kamar Ibunya atau sebaliknya mereka akan mengetuk terlebih dahulu. Biasanya Ibunya itu akan langsung menyahut "Masuk aja nak". Tapi kali ini tidak. Tidak ada sahutan apapun dari dalam sana. Secara perlahan, Juan pun membuka pintu itu. Yang dilihatnya pertama adalah tubuh sang Ibu yang meringkuk membelakangi pintu di ranjangnya.
Juan pun mendekat dan duduk di sisi ranjangnya. Nia masih tidak bergeming.
"Bu... Maaf ya. Juan gak maksud bikin Ibu sedih. Tapi apapun yang terjadi antara Ibu dan Ayah. Juan tetap anak kalian dan Juan wajib berbakti sama Ibu maupun Ayah. Maaf karena Juan lancang bawa Ayah kesini, harusnya Juan izin dulu sama Ibu. Tapi lihat kondisi Ayah tadi Juan jadi khawatir dan gak mikir panjang"
Jelasnya dengan hati-hati. Beberapa saat setelahnya Nia tampak bangkit dan duduk dengan menyender pada senderan kasur. Tapi matanya hanya lurus ke depan. Tidak menatap Juan.
"Bu... Ayah udah menyesal. Sangat menyesal, kalaupun Ayah dan Ibu memang gak bisa kembali setidaknya apa Ibu bisa berbaikan dan maafkan Ayah?"
Kali ini Nia menoleh.
"Bukan buat Juan bu. Tapi untuk Ibu sendiri juga. Mungkin dengan memaafkan Ibu bisa benar-benar terlepas dari dendam dan sakit hati Ibu selama ini"
.
.
.
Iyaaa benerr itu. Ikhlas dan memaafkan memang jadi salah satu kunci kebahagiaan
Tapi namanyaa memaafkan yaa tetap gak segampang itu ya kan?? Apalagi cewek tuh susah banget ngelupain, bener gakk girlss??
Yahh apapun itu semogaa keluarga Juan maupun Luna bisa baik-baik aja yaa
Mau lagi gak nih??
Kalau mau jangan lupa komen yaa
Teruss jangan lupa juga likenya, vote dengan poin dan rating bintang 5 nyaaa
Makasihhh 😘😘😘
Setelah ini aku mau kasi info tentang novel terbaru aku, meski dengan genre utama yang sama. Tapi vibesnyaa beda bangettt
__ADS_1
Kalian harus mampir. Oke??