
Heloo semua
Wahh masih setia nihh bacanya
Makasih banget yaa.. Muaachhh online dari aku
Oh iyaa, Perjuangan Luna buat minjam buku yang paling dia cari belum usai juga lohh
Wahhh pantang menyerah banget nih si Luna
Menurut kalian dapet gak nih dia bukunya???
Komen di bawahnya
Yaudah dehh cerewet banget ya nih author nya
Yuk balik ke cerita
Selamat membaca đđđ
.
.
.
PULANG SEKOLAH
âJuan pinjemâ
âJuan pinjemâ
âJuan pinjemâ
Ck! Juan ngerem mendadak.
âDaripada loe bengong, mending loe bawa nih temen loe jauh â jauh dari gueâ Ucap Juan. Bukan pada Luna tapi pada Vani yang hanya diam tapi ikut berjalan di samping Luna yang tidak berhentinya mengganggu Juan sejak pagi tadi.
âDia kalo udah kaya gini gak bisa dilarang. Yaudah sih pinjemin aja. Pelit banget jugaâ Jawab Vani, Juan serasa pusing. Belum lagi di sebelah nya Luna tidak berhenti menghujamnya dengan dua kata yang sama âJuan pinjemâ sejak tadi. Entah sudah berapa ratus kali Luna mengucapkan itu tanpa lelah, dan ributnya sama seperti suara kicauan puluhan ekor burung yang berisik.
Tinn!
âLunaâ
Mereka bertiga menoleh. Ayah Luna sudah sampai ternyata, Luna melemas dan berjalan dengan malas menuju mobil sang Ayah
__ADS_1
âDuluan Vanâ Vani mengangguk. Juan yang diam merasa lega.
âJUAN PINJEMâ Teriak Luna setelah beberapa langkah berjalan.
Juan dan Vani hanya berdiri diam dengan wajah lesu melihat tingkah Luna. Saat Luna sudah pergi, mereka pun masih disana. Tak lama secara bersamaan mereka saling melirik, kemudian masing â masing pergi dengan salah tingkah. Ehh Cuma Vani kok yang salah tingkah, Juannya mah pergi pake muka datarnya aja kayak biasa.
DI PERJALANAN PULANG
âKamu kenapa?â Tanya Edi pada Luna yang sejak tadi wajahnya tampak sendu.
âGapapaâ Jawabnya malas. Tak lama Luna melihat ke samping jendela hingga kepalanya memutar karena matanya yang terpaku oleh satu objek.
âYahh tamannya udah jadi ya, udah boleh di kunjungin ya.. Wahhh cantik banget tamannya ada danauâ Ucap Luna yang terpukau oleh sebuah taman baru yang baru saja ia lintasi dan kebetulan tidak terlalu jauh dari rumahnya.
âIya, dari kemarin deh kayanyaâ Jawab Edi.
âHahh?! Dari kemarin? Kok Luna bisa â bisanya gak tau sihhâ Katanya tak sangka.
Edi hanya mendengkus senyum kecil mendengar rengekan Luna.
âKesitu bentar yukâ Ajak Luna memasang wajah memohon dan mendekat pada sang Ayah yang sedang memutar setir perlahan memasuki pagar rumah mereka.
âMaaf yaa jangan hari ini. Ayah lagi banyak pasienâ Jawab sang Ayah yang baru saja mematikan mesin mobil begitu sampai memarkirkan mobilnya di halaman rumahnya.
Melihat itu Edi mengangkat tangannya untuk mengelus lembut kepala sang anak.
âBesok deh ya InsyaAllah Ayah temenin kesana, kan besok hari mingguâ Ucap Edi mencoba menghibur.
âHmm kalo Luna kesana sendiri boleh gak? Kan gak jauh Yah, bisa jalan kaki jugaâ Kata Luna lagi.
Edi tampak akan menjawab dengan wajah yang sudah Luna ketahui bahwa Ayahnya tersebut tidak akan mengizinkan pun langsung kembali bersuara.
âHaa Ayahh boleh ya deket kok, ya ya yaâ Rengeknya.
Hufftttt⊠Edi menghela nafas menyerah.
âYaudah tapi jangan lama â lama dan hati hati dan harus makan duluâ
Secepat kilat Luna menjawab dengan semangat
âSIAP BOS!â Dengan tangan kanan yang memperagakan gerakan hormat.
Edi menggeleng samar dengan tingkah sang putri.
Luna langsung membuka pintu mobil, melangkahkan kaki keluar dan berlari masuk ke rumah. Ia langsung ganti baju. Pergi ke kamar mandi mengambil air wudhu untuk melaksanakan salar zuhur.
__ADS_1
SALAT ZUHUR BERES
Setelah menunaikan ibadah salat zuhur, Luna lantas keluar untuk makan siang bersama keluarganya. Disana ia kembali meminta izin untuk ke taman baru dekat rumahnya, tapi bukan kepada Edi, Ayahnya. Melainkan pada Lia, Bundanya, dan karna Edi sudah mengizinkan, maka Lia pun juga setuju. Luna semakin senang mendengarnya. Luna juga mengajak sang adik, Yana.
âKamu mau ikut gak Yan?â Tanya Luna di tengah suasana makan siang mereka.
âBolehâ Jawab Yana.
âOkeâ Sahut Luna menanggapi.
MAKAN SIANG BERES
Kembali ke kamar, Luna menyelesaikan PR nya dulu untuk besok, agar pikirannya tidak terganggu saat ke taman nanti.
Sekitar kurang lebih 2 jam Luna mengerjakan kedua PR nya. Waktu sudah menunjukkan pukul 3 sore, artinya sebentar lagi akan terdengar suara adzan. Belum smeenit ia berpikir begitu, suara adzan sudah berkumandang. Ia langsung bergegas mengambil wudhu untuk salat ashar.
SALAT ASHAR BERES
Ganti baju udah, Makan siang udah, Salat Ashar juga udah. Setelah dirasa siap, Luna pun tak sabar ingin ke taman dan langsung merampas jaket miliknya yang tergantung di paku belakang pintu kamarnya kemudian bergegas pergi ke taman.
Ehh sebelum itu, ia ke kamar Yana dulu. Niatnya sih mau ngajak Yana juga, tapi melihat Yana yang tertidur pulas di kasur di kamarnya dengan masih menggunakan mukenah pink miliknya. Luna memutuskan pergi sendiri saja dan membiarkan sang adik beristirahat.
Dengan bahagia Luna berjalan langkah demi langkah menuju taman baru tersebut. Sesampainya disana Luna dibuat takjub dengan taman yang sejuk, tidak begitu dekat dengan biruk pikuk kota, ada juga danau kecil yang terjaga kebersihannya menambah kesejukan dan ketenangan di hati Luna memandangnya. Apalagi sore ini sepertinya cukup sepi, Luna yang tidak begitu suka keramaian semakin dibuat senang dengan suasana ini, berniat menuju tepi danau Luna dihentikan oleh sekaleng minuman bekas yang tergeletak di rumput taman disana.
âIshhh orang â orang ya, baru juga jadi tamannya. Bukannya dijaga malah di kasih sampah kayak giniâ Luna yang kesal pun menggerutu sendiri sambil memungut sampah kaleng tersebut.
Kepalanya memutar ke kiri dan ke kanan mencari tempat sampah. Dapat. Luna melihat ada tempat sampah besar di dekat danau. Iseng â iseng menguji kemampuan, Luna mencoba membuang kaleng itu dengan cara melempar dari jarak jauh. Siapa tau masuk. Namanya juga iseng. DannnâŠ
Plak!!! Yahh meleset.
âAwwwâ
Ehh? Kok ada suara orang kesakitan sih. Jangan â janganâŠ
.
.
.
Nah lohh Luna kena siapa tuhh
Haduh Lun... Lun.. Ada ada aja deh yaa
Jangan lupa untuk selalu tinggalkan like dan komen di akhir bacaan ya. Karna dukungan kalian adalah semangat menulis aku. Terimakasih âș
__ADS_1