HIASAN RANJANG KAKAK IPAR

HIASAN RANJANG KAKAK IPAR
Bab 101


__ADS_3

"Calvin hubungi tim pengacara Bosley" Titah Daniel pada Calvin yang sibuk mengutak atik ponselnya.


"Daniel, sudahlah aku sudah baik baik saja, Aku ingin memberitahu......"


Cup


Belum lagi Ayana menyelesaikan kalimatnya, untuk memberitahukan prihal kehamilannya Daniel sudah main nyosor duluan.


Hah....Calvin yang sedaritadi melihat tingkah sahabatnya itu hanya bisa mendesah dan memutar bola matanya jengah, Daniel benar benar menjadi sosok yang berbeda ketika berada didekat Ayana.


"Darren sudah mengurus semuanya" ucap Calvin.


"Darren?" Daniel menatap intens Ayana seakan menuntut penjelasan.


"Dar-ren yang membawaku kerumah sakit,"Ayana menunduk ia merutuki dirinya sendiri yang tidak memiliki kekuatan saat Darren bahkan mengecup kepalanya bertubi tubi ketika di mobil, pria itu terlihat begitu khawatir.

__ADS_1


"Apa dia melakukan hal lain padamu ?" Sorot mata Daniel semakin mengintimidasi.


"Daniel, apa kau membuat istrimu ketakutan lagi?" timpal Calvin, "Darren yang membawa Ayana kerumah sakit karena itu ia tak bisa menghadiri rapat, ia juga sudah memberi pelajaran pada Lauren, mantan istrimu itu harus mendekam dipenjara minimal 1 bulan dan tidak boleh berada dalam radius 10 meter didekat Ayana, itu keputusan pihak kepolisian, dan jangan khawatir, keluarga pettyfer tidak akan turut campur, Darren sudah memastikannya" tutur Calvin panjang lebar.


Kini Daniel hanya bisa menatap sendu kearah Ayana, sebagai suami ia benar benar tidak berguna, bahkan semua tugas yang harusnya ia lakukan justru di ambil alih Darren, yang notabene pria yang masih menyimpan perasaan sayang kepada Istrinya.


"Aku tidak tahu harus berkata apa lagi sayangku," Daniel membelai pipi Ayana.


"Jangan bersedih," Kini giliran Ayana yang membawa tangan besar nan berbulu milik Daniel untuk mengusap perutnya yang terlihat masih rata.


"Astaga sepertinya aku harus segera pulang, melihat kalian membuatku ingin segera menikah" kelakar Calvin, ia lalu pamit namun sempat mengusap pucuk kepala Ayana dan memberinya motivasi agar segera pulih.


"Aku ini temanmu astaga" ucap Calvin.


"Jangankan teman, saudara ipar saja bisa berbuat nekat" balas Daniel.

__ADS_1


"Kau menyindir dirimu hahha??" tawa Calvin menggelegar sebelum akhirnya meninggalkan sepasang suami istri yang masih dimabuk asmara itu.


Daniel sadar jika tangan besarnya masih berada diatas perut istrinya, pria itu lantas menautkan kedua alisnya dengan bingung.


"Perutmu sakit baby?" Tanya Daniel, namun Ayana menggeleng seraya tersenyum, ia lalu merengkuh pinggang Daniel dan memeluknya.


"Aku hamil sayang" Ujar Ayana dibawah ceruk leher suaminya.


Daniel menaggkup kedua pipi Ayana dan mencari kebenaran didalamnya kemudian mendapatkannya.


Raut wajah Daniel seketika berubah masam, ia teringat saat Ayana hendak melahirkan Ryuu dan harus mengalami koma selama satu minggu. Saat itu Daniel benar benar merasakan ketakutan yang mendalam.


Bagaimana jika wanita yang dicintainya itu tidak pernah membuka matanya?


Bayangan saat tubuh tak berdaya Ayana didorong masuk kedalam ruang operasi juga masih begitu membekas di relung hati Daniel. Tangannya bergetar saat itu menanti Ayana yang tengah di sayat dengan pisau bedah.

__ADS_1


Daniel tahu melahirkan seorang anak adalah kodrat seorang wanita tapi ia seakan tak ingin istrinya itu mengalami rasa sakit sedikitpun.


Itulah alasan terbesar ia menyuruh Ayana meminum pil pencegah kehamilan, baginya Ryuu sudah cukup meski kelak tak bisa mengasuhnya. Karena Keputusan Daniel sudah bulat ia hanya ingin hidup berdua bersama Ayana disisa hidupnya.


__ADS_2