
Langit Amerika yang diselimuti kabut seakan menandakan jika ia tengah berduka, sebuah kabar tentang kehilangan kontak sebuah pesawat xxx Air yang bertolak dari Jepang menuju Negara bagian California menghiasi semua Headline berita pagi ini, baik cetak maupun elektronik.
Adam Lee yang baru saja menyeduh secangkir kopi panas sampai terperanjat dan menjatuhkan cangkir kopinya hingga pecah dibawa kakinya sesaat setelah ia melihat judul Headline berita televisi yang baru saja ia nyalakan.
Ia lalu bergegas mengambil ponselnya diatas nakas yang tidak jauh dari tempatnya berdiri.
Adam Lee tinggal disebuah apartemen type studio yang tidak begitu luas, sehingga ia hanya perlu beberapa langkah untuk tiba didekat nakas.
Pria blasteran itu memeriksa pesan yang ia kirim kepada ayah Ayana yang masih centang satu, bahkan waktu terakhir aktif ponsel pria itu yang tertera dilayar adalah tadi malam.
"Bukankah seharusnya sudah tiba?" Gumam Adam Lee, ia menghitung jarak tempuh Osaka ke California yang seharusnya hanya memakan waktu 8 jam, itu artinya kedua orang tua Ayana harusnya sudah menghubunginya.
Ia tak bisa langsung mengambil kesimpulan jika Tuan Kimura dan istrinya menumpang pesawat yang hilang kontak tersebut karena ada beberapa pesawat yang berangkat hari itu mesko dengan jam yang berbeda.
Adam memilih untuk pergi menemui Daniel terlebih dahulu, setidaknya jika sesuatu yang buruk memang benar benar terjadi, ia percaya Daniel bisa memberi kekuatan bagi Ayana, entah mengapa setelah melihat ketulusan Seorang Chairman Bosley Group itu semalam, Adam percaya Jika cintanya terhadap Ayana tulus apa adanya bukan semata mata hanya karena nafsu belaka.
Daniel lagi galau, gara gara kamar perawatan Ayana dijaga bodyguard Daren yang gak ngebolehin dia masuk😁
.
.
.
Sejak semalam Daniel tak pernah tidur, ia hanya menghabiskan malam minggunya hingga pagi menyapa di Bar mini didalam paviliunnya. ditemani sebotol bir yang ia minum perlahan dan tidak sampai membuatya mabuk, sambil sesekali menyesap rokoknya yang akan ia bakar lagi jika habis.
"Dimana Tuan Daniel?" tanya Adam kepada salah satu pelayan dipaviliun setelah mencari Daniel di ruang kerja dan kamarnya.
__ADS_1
Ia yakin Daniel tidak keluar karena semua mobilnya berada digarasi.
"Tuan Daniel ada di Bar tuan" ucap pelayan wanita tersebut penuh hormat.
"Terima kasih" timpal Adam yang segera berjalan menuju lift, ia sempat membuka ponselnya didalam lift guna melihat berita terbaru, dan ada sebuah artikel yang masuk namun Adam tidak sempat membukanya karena pintu lift sudah terbuka.
Adam kembali memasukkan ponselnya kedalam kantong celananya lalu berjalan menuju bar mini dimana Daniel berada.
"Adam Lee Kenapa kau disini? Ini hari minggu" ucap Daniel setelah menoleh sebentar saat mendengar suara pintu terbuka lalu kembali ditutup.
Hah....Adam hanya bisa mendesah melihat tampilan atasannya itu, ia lalu membuka tirai penutup jendela sehingga sedikit cahaya yang memang tengah mendung bisa sedikit menerangi Ruangan temaram itu.
Setelah selesai ia lalu duduk disamping Daniel dan ikut menuang Bir kedalam gelas kosong yang memang sudah tersedia.
"Apa Tuan memang menginginkan Nona Ayana sebesar itu?" tanya Adam sambil meneguk Bir nya.
"Apa aku harus mengatakannya lagi ? Kau bisa lihat semuanya" Jawab Daniel seraya menyesap rokoknya dalam hingga ujung, lalu meluma* puntungnya diatas asbak.
"Selama ini Tuan Daren tidak mengijinkan Nona Ayana berhubungan dengan orang tuanya"
Daniel menoleh dan sedikit memicingkan matanya, mengingat Daren membuat Daniel mengepalkan kepalang tangannya.
Lalu? Bagaimana Adam bisa tahu? Disaat Ayana sendiri tidak pernah mengatakan apapun kepadanya.
"Mungkin itu bentuk hukuman bagi nona Ayana, menurut tuan Kimura ia sudah tidak bisa menghubungi putrinya setelah selesai pesta pernikahan dan ia kembali keJepang"
"Adam...."Daniel sedikit menggantung kalimatnya, ia mencari sesuatu dari manik mata Adam yang iapun tak tahu apa.
"Nona Ayana dan Tuan Kimura yang mengatakan semuanya padaku Tuan" ucap Adam seakan menjawab tatapan Daniel.
__ADS_1
"Tapi?" Daniel meramas rambutnya bagaimana mungkin ia yang begitu mencintai wanita itu bahkan tidak mengetahui apa apa! ia tak menyangka penderitaan yang dialamai Ayana jauh lebih besar dari pada yang ia fikirkan selama ini, bukan hanya terbelenggu dalam cengkraman Daren, ia bahkan tak bisa leluasa walau hanya untuk mencurahkan rindunya kepada kedua orang tuanya nun jauh disana.
Daniel teringat tiap kali Ayana menatap matanya, sebuah tatapan sendu yang menyimpan segala kepedihan dibalut Seutas senyuman.
Ah..wanita itu memang pandai menutup rapat segalanya.
"Sejak kapan kau mengetahui semuanya?"
"Sejak saya meminjamkan sapu tangan kepada Nona Ayana, maafkan saya Tuan"Adam Lee menundukkan kepalanya dalam, "Sejak saat itu kami memiliki jadwal tertentu bagi saya untuk meminjamkan ponsel kepada Nona Ayana,namun sepertinya Tuan Daren sudah mengetahui segalanya" tutur Adam Lee lagi, ia ingat bagaimana tatapan Daren kepadanya sejak Di UGD, jika saja ia bukan bawahan Daniel, mungkin ia akan memecatnya detik itu juga.
"Mengapa kau tak mengatakannya padaku Adam?" Ada gurat kekecewaan yang terlukis jelas diwajah sendu Daniel, bukan hanya itu bahkan setitik kecemburuan muncul didalam hatinya meski ia tahu Adam Lee tidak akan berani, dari sorot matanya Daniel tahu jika Adam hanya sekedar iba kepada Ayana.
" kau membuatku terlihat seperti pria tidak berguna" Daniel melanjutkan perkataannya seraya meneguk habis bir yang tersisi diujung gelasnya.
Sekali lagi Adam Lee menundukkan kepalanya.
"Untuk itu Tuan harus membantu Nona Ayana agar bisa kembali kepada orang tuanya, Tuan Kimura dan istrinya sedang dalam perjalanan menjemput putrinya akan tetapi...." Adam Lee menggantung kalimatnya lalu mengeluarkan ponselnya dari dalam saku, ia membuka sebuah artikel yang memperlihatkan berita mengenai pesawat xxx yang kehilangan kontak setelah tiga jam lepas landas.
Daniel meraih ponsel tersebut baru membaca Headline berita saja ia sudah bisa menebak apa yang terjadi.
"Apa Orang tua Ayana menumpangi pesawat ini?"
"Saya belum mengeceknya Tuan" Adam penuh sesal.
Daniel Lalu mencari artikel serupa didalam ponsel Adam Lee yang memperlihatkan daftar nama nama penumpang pesawat tersebut, dan menemukan dua nama yang seharusnya tidak terdapat disana.
Daniel menelusupkan jemarinya ke dalam sela sela sela rambutnya " Apa yang harus aku lakukan kepada Ayanaku?? Adam! "
"Jangan katakan kalau....tapi Tuan pesawatnya kemungkinan saja berhasil mendarat darurat"Adam Lee mencoba berfikir positif.
__ADS_1
"Tuan!" panggil Adam sedikit Tegas melihat wajah frustasi Daniel," Tuan saya memberitahukannya kepada anda agar bisa menjadi sumber kekuatan bagi Nona Ayana jangan terlihat lemah seperti ini!" ujar Adam berusaha menguatkan.
"Keluarga Bosley benar benar mencabik cabik gadis malang itu, gadis dengan segudang keceriaan yang kutemui saat pertama kali di rooftop kini sudah tidak ada, Aku dan keluargaku merenggut semua kebahagaiannya" ujar Daniel penuh penyesalan, ia mengingat bagaimana ibunya memanfaatkan Ayana hanya demi ambisinya, lalu Daren dengan segala dendamnya, sedangkan dirinya! Ia adalah orang yang berhasil menjebak Ayana kedalam hubungan yang tidak sepantasnya mereka jalani.