HIASAN RANJANG KAKAK IPAR

HIASAN RANJANG KAKAK IPAR
Bab 92


__ADS_3

"Darren....sudahlah, kau harus menerima nak, berhenti melakukan hal seperti ini! Semakin lama kau terlihat seperti Daniel, ia kini sudah bahagia namun kau melanjutkannya" Nyonya Bosley menyingkirkan gelas berisi Vodka yang hendak diminum Darren, Setiap malam ia akan menghabiskan waktunya dengan mabuk mabukan di bar mini di dalam paviliunnya.


Nyonya Bosley memang sudah mengetahui semuanya.


Daniel sendiri yang mmberitahunya, ia berharap Ibunya bisa menerima keputusannya, Namun Nyonya tua itu sudah banyak berubah ia tak lagi mempermasalahkan hubungan Ayana dan Daniel, ia bahkan meminta Daniel dan Ayana untuk pulang dan tinggal di Amerika saja. Sejujurnya Nyonya Bosley sebenarnya tidak tahu dimana Daniel Dan Ayana sekarang, Pria itu ingin agar Ayana lebih terlindungi.


"Bu! Aku hanya mabuk dimalam hari, aku sadar masih memiliki tanggung jawab, jadi berhenti menasihatiku" Ucap Darren datar sambil meneguk vodka langsung dari botolnya.


"Darren, ibu akan puas sampai kau mengatakan akan menerima semuanya"


"Apa perlu dikatakan lagi? Bukankah mereka sudah menikah 8 bulan lamanya? Ah tidak tidak....8 bulan 13 hari tepatnya, Sial! Aku bahkan menghitungnya sedetail itu" Darren merutuki dirinya sendiri. Selama itu ia mencoba menerima segalanya ia tak tahu harus melakukan apa karena sama sekali tak mengetahui keberadaan Daniel meski sudah menggerakkan segala kemampuannya untuk mencari keberadaan mereka. Bertanya pada Calvin juga akan percuma, Darren tahu Calvin tidak akan menghianati Daniel.


"Tapi berhenti seperti ini! Berhenti memikirkan Ayana! Ingat Darren kau sudah memiliki istri dan juga Ryuu" Nasihat Nyonya Bosley.


"Bu! Aku merelakannya, mengapa aku juga harus berhenti memikirkannya? Padahal aku hanya memikirkannya didalam sini " Darren menepuk nepuk dadanya kuat seraya mentap Ibunya dengan sorot mata sendu khas orang yang sudah setengah mabuk.


"Justru itu nak, itu akan menyakitimu! Ibu tidak mau saat Daniel dan Ayana datang kerumah ini, kau tak bisa mengendalikan perasaanmu"


"Apa ibu berkata seperti itu kepada Daniel saat ia menggoda istriku? Mengapa hanya aku yang harus menahan perasaanku tapi Daniel tidak? Ia bahkan tidur dengan istri adiknya sendiri Cih...." Darren sudah tahu jika ibunya tahu perselingkuhan Daniel dan Ayana dulu, dan malah membiarkannya demi menghadirkan sosok penerus keluarga Bosley.


Namun Darren tak pernah mempermasalahkan mengenai Ryuu, ia tetap menutup rapat asal usul Ryuu, ia ingin orang orang mengetahui jika Ryuu adalah putranya bersama Ayana.


"Darren, apa kau sedang berfikir untuk merebut Ayana kembali ? Oh God! Sampai kapan ?" Nyonya Bosley terdengar frustasi padahal ia berharap Daniel, Ayana kelak bisa hidup rukun bersama Darren dan Georgina.


Nyonya Bosley ingin menyatukan kembali keluarganya.


"Darren, apa kau tidak kasihan pada istrimu Georgina? Fikirkan perasaannya!" sentak Nyonya Bosley.


Darren terlihat menundukkan pandangan seraya merenung, entah apa yang ia fikirkan hanya dirinya yang tahu.


Mereka berdua tidak sadar jika Georgina yang sejak tadi berdiri diambang pintu mendengar semua pembicaraan itu dengan mata berkaca kaca, kini ia tahu kisah cinta segi tiga yang pernah terjalin antara Dua orang penerus keluarga Bosley dengan wanita yang sama.


.


.


.

__ADS_1


"Kenapa kau sangat sempurna baby?" Daniel memeluk Ayana dari belakang, saat istrinya itu tengah sibuk membuat pancake untuk sarapan mereka.


"Sempurna apanya?"


"Bagiku kau sangat sempurna"


"Akhhhhhh" Ayana memekik kaget Saat Daniel menggendong tubuhnya keatas meja makan, padahal Ayana masih menggunakan celemek dengan spatula ditangan.


"Sayang aku sedang memasak, bagaimana kalau panecakenya hangus" Protes Ayana saat suaminya itu mulai memberikan kecupan pada seluruh wajahnya secara bertubi tubi.


"Sayang!!" Ayana memekik saat melihat kepulan asap hitam yang mulai muncul dari pancake yang di masaknya.


"Itu bukan tugasmu sebentar saja" Kali ini Daniel mulai ******* bibir Ayana yang semakin hari semakin seksi.


Astaga!!


Ayana hanya bisa pasrah dan membalas permainan Lidah Daniel, tak lama kemudian seorang pelayan dengan wajah datar muncul dan segera mematikan kompor listrik yang menghanguskan Panecake Ayana.


Ayana menghela nafas lega melihat kepulan asap hitam sudah mulai berkurang, pelayan itu juga kembali lagi kebelakang, ia sudah tidak kaget lagi dengan tingkah sang majikan yang gemar mengumbar kemesraan di sembarang tempat.


Awalnya Ayana dan para pelayan merasa risih saat Daniel mencumbui istrinya hampir disetiap sudut Villa namun lama kelamaan Ayana dan Para pelayan menjadi terbiasa, Daniel melakukannya seakan ingin menunjukkan betapa ia menggilai istrinya itu.


"Ayo sayang" Daniel lalu menggendong tubuh Ayana dengan Kaki Ayana yang melingkar dipinggang Daniel, Ayana merapatkan dadanya pada tubuh Suaminya agar dua benda itu tak terlihat oleh pelayan yang masih lalu lalang, meski sebenarnya mereka tak akan berani memandangnya.


Selesai dengan aktivitas suami istrinya Daniel mengecup punggung Ayana yang tertidur dengan posisi tengkurap diatas tempat tidur.


"Bersihkan tubuhmu sayang kita akan berkuda"


"Hemm berkuda?" Seketika mata Ayana terbuka, ada dua aktifitas yang ia sukai dipulau ini selain permainan ranjang, yaitu berkuda dan menikmati sunset ditengah laut dengan Speedboat.


Ayana dengan tanpa malu malu lagi segara bangkit dan membawa tubuh polosnya kekamar mandi.


Diluar para pelayan sudah menyiapkan seekor Kuda Jantan milik Daniel, meski ada dua kuda dipulau itu namun Daniel tak pernah mengijinkan Ayana untuk menunggang sendirian, ia terlalu takut apabila istrinya itu harus terluka karena terjatuh dari atas kuda, ia lebih suka menunggagi kuda berdua dengan Ayana menyusuri pinggiran pulau dengan pasir putihnya yang indah.



__ADS_1


"Ayo sayang" Daniel mengangkat tubuh mungil Ayana terlebih dahulu keatas disusul dirinya.


"Chhaaaaa" Ia lalu memukul pelan pinggul kuda tunggangannya agar berjalan perlahan.


Daniel dan Ayana menikmati pemandangan yang mulai senja di ufuk barat, sambil sesekali berciuman saat Ayana menolehkan kepalanya kebelakang.


"Kau tidak bosan sayang?" Tanya Daniel.


"Bosan apa?"


"Bosan tinggal di Pulau ini" .


Ayana mendesah berat sebelum menjawab, ia memberi isyarat untuk menghentikan laju kudanya.


Saat kuda berhenti Ayana meminta Daniel untuk menurunkannya. Daniel pun menurutinya setelah terlebih dahulu turun duluan.


Ayana melipat tangannya didepan dada sambil menyapu kemuning senja yang bayangan indahnya terpantul di dalam lautan biru.


"Aku tidak pernah bosan, meski harus tinggal di kegelapan malam tanpa cahaya sekalipun, asalkan bersamamu" Kini manik mata Ayana menyorot netra Daniel yang berdiri disampingnya.


"Aku tahu sayangku, Aku hanya mencari alasan untuk menyelesaikan segalanya, agar tak ada lagi beban dalam kehidupan kita yang hampir sempurna ini"


"Kau ingin Kembali ke Amerika?" Tebak Ayana yang kini sudah mendudukkan bokongnya diatas pasir putih. Melihat istrinya duduk Daniel pun turut serta.


"Aku tahu itu berat bagimu terlebih harus kembali bertemu Darren, aku juga tidak rela kalau kau bertemu dengannya, tapi aku tak ingin kau masih menyimpan seauatu yang mengganjal disini" Daniel merengkuh Bahu Ayana lalu mengusap pelan dada istrinya itu.


Ayana mendongak menatap wajah Daniel, ia sekarang sudah tak seperti dulu lagi ketika seseorang membahas masa lalunya yang menyedihkan, Kehangatan dan cinta yang dicurahkan Daniel untuknya membuatnya sedikit demi sedikit mulai bisa menerima takdir kehidupan yang sudah dilaluinya meski begitu perih.


"Apa kau yakin aku tak akan sesakit itu?"


"Tidak sayang, ada aku disampingmu, mari menghadapi semuanya bersama sama, Apa kau tak merindukan Ryuu? Tak ingin melihat makam Ayah dan Ibu? Hemm?" Daniel sangat ingin memberikan kebahagiaan yang sempurna kepada Ayana, rasanya jika semua tak terselasaikan Ayana masih seperti bersembunyi dari masa lalunya.


"Ryuu, Ayah, Ibu....." Nafas Ayana terasa tercekat, ia memang merindukan mereka semua, namun tak memiliki keberanian untuk kembali kenegara Itu. Apakah Daniel benar benar bisa menjadi kekuatannya?


Ayana memeluk tubuh Daniel dan membenamkan wajahnya di Dada bidang suaminya sambil terus terisak, ini kali pertama Ayana menangis setelah menginjakkan kakinya di Pulau Ini.


Ada sedikit rasa bersalah yang terbesit didalam hati Daniel melihat istrinya kini, tapi ia benar benar ingin Ayana melepaskan beban yang sudah ia simpan selama ini.

__ADS_1


"Menangislah sayang setelah semuanya terselesaikan aku pastikan tak akan ada lagi air mata yang keluar dari mata indahmu" Ucap Daniel sambil mengecup pucuk kepala Ayana lalu mengusapnya lembut.


__ADS_2