HIASAN RANJANG KAKAK IPAR

HIASAN RANJANG KAKAK IPAR
Bab 21


__ADS_3

"Untuk itu Ibu mau mengajakmu berbelanja setelan jas, toko xxx sudah mengosongkan tokonya untuk kita" ujar Nyonya Bosley lalu menoleh kepada Ayana yang terdiam disampingnya "Karena Ibu tahu, lauren tak pulang dan menghadiri pesta ibu maka dari itu ibu berinisiatif untuk mengurus putra ibu ini" lanjut wanita tua itu sambil fikiran liciknya memikirkan mau ia apakan keberadaan gadis ini, hingga akhirnya bola lampu seperti bersinar diatas kepalanya.


"Ayana...bukankah Daren hendak mengajakmu membeli gown?" tanya, nyonya Bosley karena terakhir kali ia juga mengajak Daren untuk berbelanja namun putra keduanya itu beralasan sudah janjian dengan kekasihnya.


"Benar nyo....eh maksudku i-bu" jawab Ayana gugup, sementara Daniel hanya bisa mendesah kesal mendengar nama Daren disangkut pautkan dengan Ayana.


"Lohannn!!" panggil nyonya bosley seraya membuka telapak tangannya dan asistennya itu segara mengerti apa yang diinginkan atasannya. Ia segera memberikan sebuah ponsel keluaran terbaru dari perusahaannya sendiri.


Wanita tua itu lalu melakukan panggilan kepada Daren.


"Halo ibu,aku sedang sibuk ada apa??"


"Halo sayang, ibu bertemu dengan calon menantu ibu di Bosley elektronik, batalkan janjimu untuk berbelanja bèrsama, karena ibu akan mengajak Ayana"


Degup jantung Ayana semakin berpacu mendengar pembicaraan nyonya Bosley, ia berdoa semoga Daren tak mengizinkan ibunya membawanya, entah kecanggungan tingkat tinggi seperti apa yang akan terjadi jika ia pergi bersama nyonya Bosley.


Seketika Daren menghentikan aktifitasnya didepan komputer dan terdiam sejenak, ia tahu Ayana tidak akan nyaman, dan ia mengenal bagaimana ibunya, bagaimana jika ia melakukan sesuatu yang menyinggung perasaan gadis itu?


padahal ia sudah cukup lelah membujuk Ayana agar bisa sampai ke tahap pertunangan.


"Ibu....jangan macam macam padanya, jangan bawa Ayana! " Tukas Daren.


"Oh...Come on Daren...apa salahnya mengajak calon menantu ibu",nyonya Bosley berjalan sedikit menjauh ke pojok ruangan, kantor Daniel memang terbilang sangat besar sehingga wanita tua itu tahu suaranya tidak akan terdengar oleh Daniel dan Ayana jika berbicara disana.


"Daren...Ibu bahkan mengalah padamu yang ingin menikahi wanita dari keluarga biasa, apa tidak bisa ibu membawanya, jika kau menolak ibu akan menarik restu ibu kembali" ancam nyonya Bosley sambil berbisik dan mencuri pandang kearah Ayana dan Daniel yang menatapnya heran.

__ADS_1


Daren mencebik kesal seraya mengusap wajahnya gusar, ia sadar semua rencananya sia sia jika wanita dengan tahta tertinggi di keluarga Bosley itu mencabut restunya.


Akhirnya Dengan berat hati Daren mengirim pesan kepada Ayana, yang menyuruhnya mengikuti semua permintaaan ibunya, dan gadis itupun menerimanya dengan senyum yang dipaksakan.


Nyonya Bosley dan Lohan berangkat dengan sebuah Limousin mewah keluaran merk ternama mercedes benz, dan ia tak ingin Ayana menumpangi mobil yang sama, sempat Ayana berfikir jika calon mertuanya itu mungkin merasa tidak pantas jika harus satu mobil dengan dirinya yang rakyat jelata. Ayana merasa tersisihkan saat nyonya Bosley malah menyuruhnya untuk pergi bersama Daniel, meski mobil Daniel terbilang sangat mewah namun tak bisa menghilangkan gurat kecewanya.


Tak lupa pula Nyonya Bosley melarang Adam Lee untuk ikut, karena hanya akan mengganggu rencana licik yang barusan disusunnya.


Drama pemasangan sabuk pengaman dimulai saat Daniel memajukan tubuhnya hingga dadanya hampir menempel pada dada Ayana dan crekk sabukpun terpasang, Daniel bisa melihat dari ekor matanya, dada Ayana bergerak naik turun saking gugupnya, membuat pria 35 tahun itu mengulum senyuman gemas.


"Pembicaraan kita belum selesai" Daniel memulai percakapan, sebuah ide cemerlang baru saja masuk di kepalanya.


"Pembicaraan yang mana?" tanya Ayana bingung sembari berusaha mengingat.


Ayana mengerutkan dahi, Syarat? " Syarat apa tuan?"


"Pertama berhenti memanggilku Tuan, kedua kau harus selalu ada saat aku membutuhkan mu"


Kerutan di dahi Ayana semakin menjadi, harus ada saat dibutuhkan? apa pria ini berniat menjadikannya budak? seperti yang banyak terjadi di dorama Jepang, dimana wanita yang terjebak harus menuruti semua permintaan pria?


"Tuan...ah tidak maksudku Daniel apa maksudmu? kau ingin menjadikanku budak?"


"Budak?", Daniel mengelus brewok tipisnya, yang dikatakan Ayana sepertinya masuk akal, Budak Cinta? Budak ranjang? Memikirkannya saja membuat Daniel menahan senyumannya, "Jika kau tidak keberatan menyebutnya demikian".


Ayana mendesah tak percaya, ternyata ia salah menilai Pria ini, di balik tubuhnya yang bagus dengan dada bidang dan perut kotak kotak, wajahnya yang tampan dan macho apa lagi ketika basah, nyatanya bisa berfikiran kekanak kanakan.

__ADS_1


Tunggu!! Ayana menggigit bibir bawahnya, mengapa ia malah membayangkan pesona Daniel?? pokoknya dia benar benar kekanak kanakan!! pekik Ayana didalam hati, dan berusaha menghilangkan semua bayangan Daniel yang tidak mengenakan baju saat dimaldives.


"Bagaimana?" tanya Daniel memastikan, masih sambil mengemudikan mobilnya mengikuti Limousin dihadapannya.


"Aku tidak setuju!" Ayana menyilangkan kedua tangannya dan membuang muka kesamping ,"Budak? " gadis itu kembali menatap Daniel dengan tatapan tak percaya, "Kau ingin aku mencuci bajumu?mobilmu? dan mengerjakan segalanya? Seperti itu?"


"Kau fikir di rumah keluarga Bosley tak ada pelayan? kau hanya perlu selalu ada!"


"Selalu Ada? baiklah !" Ayana menyanggupi meski ia tak mengerti maksud dari selalu ada yang dimaksud Daniel.


Dua mobil itu memasuki sebuah butik mewah dimana para masyarakat kelas atas biasa berbelanja, nyonya Bosley dan Lohan menunggu didepan sambil mengamati Ayana dan Daniel yang jalan beriringan, Nyonya Bosley bisa memastikan ada hubungan tidak biasa diantara keduanya, Daniel bukan tipe pria yang bisa ia perintah, Daniel pun tidak begitu suka bergaul dengan orang yang masih ia anggap asing, tapi saat nyonya Bosley menyuruh Ayana untuk ikut dimobilnya pria itu bahkan dengan senang hati membukakan pintu mobil, begitu pun Ayana yang tidak nampak canggung, mereka nampak sudah terbiasa dengan satu sama lainnya.


Nyonya Bosley membelikan Ayana beberapa gaun pesta, dress ,serta tas dan sendal dari merek ternama, ada rasa enggan dari Ayana untuk menerima semua itu namun Nyonya Bosley akan memulai akting sedihnya setiap kali Ayana berusaha menolaknya hingga gadis itu luluh, ia juga memilikan beberapa lingerie yang amat teramat tipis dan menggoda.


Ayana menutup matanya saat nyonya Bosley tampak dengan sengaja memamerkan pakaian malam itu dihadapan Daniel, bahkan wanita tua itu tidak segan bertanya pada Daniel.


Apa Ayana pantas menggunakan ini?


Bagaimana menurutmu Daniel dengan baju ini?


Apa ini terlihat s*x*?


Nyonya Bosley terus memutar dan bahkan menyapu wajah Daniel dengan hembusan baju berenda tipis itu, membuat Daniel bahkan bisa menggambarkan dengan jelas dibenaknya bagaimana Ayana dengan tampilan semua baju yang menggoda itu.


Meski tak bergeming namun Nyonya Bosley bisa mekihat kilatan nafsu di mata putra pertamanya itu.

__ADS_1


__ADS_2