HIASAN RANJANG KAKAK IPAR

HIASAN RANJANG KAKAK IPAR
Bab 22


__ADS_3

Lohan hanya bisa mendesah melihat tingkah sang nyonya, ia menatap wajah penuh kelicikan nyonya Bosley, kotor! Pikirnya, meski ikut membantu namun wanita berkacamata itu masih memiliki sedikit rasa ngeri saat memikirkan bagaimana hubungan mereka bertiga akan dibawa oleh nyonya Bosley.


Wanita berkacamata itu mengamati tubuh mungil Ayana dari atas hingga bawah, wajahnya sangat cantik bahkan aura polos sangat terpancar disana, Ia tak akan pernah menyangka jika wanita tua dihadapannya mempersiapkan sebuah tipuan licik untuk menjadikannya wanita murahan yang tidur dengan dua kakak beradik sekaligus.


Nyonya Bosley lalu mengajak Ayana dan Daniel untuk naik kelantai tiga setelah sebelumnya membisiki Lohan agar asistennya itu menunggunya di Bawah saja, setelah Adam Lee kini giliran Lohan yang ia singkirkan agar Daniel dan Ayana bisa lebih intens lagi .


Di lantai tiga ini   khusus memajang gaun pengantin, Ayana tercengang melihat manekin yang terlihat begitu cantik dan elegan mengenakan gaun berwarna putih dengan batu swaroski yang menghiasinya, bukan hanya satu tapi ada puluhan gaun yang berjejer disana.


Namun Ayana merasa ada yang salah, apakah ibunya Daren akan memilih sebuah gaun pengantin juga? Bersama dirinya dan Daniel?bukankah Seharusnya Daren yang ada disini, dan lagi mereka belum akan menikah, baru mau bertunangan.


Sementara Daniel merasa sangat panas diruangan yang full ac itu, ia tahu jika Ayana akan segera menjadi istri Daren, tapi mengapa rasanya ia tak rela melihat gadis pujaannya itu mengenakan gaun pengantin.


Nyonya Bosley memilihkan satu gaun yang paling mahal dan indah untuk dikenakan Ayana, gadis itu menurut saja dan mengikuti  penjaga butik masuk kedalam ruang ganti dibalik tirai yang terpampang dihadapan Daniel, dimana pria itu terduduk dan nampak murung serta gusar.


Begitu selesai penjaga butik membuka tirai perlahan,  sehingga memperlihatkan Ayana dalam balutan gaun putih yang memancarkan seluruh aura kecantikannya, mata Daniel bahkan hampir tak bisa berkedip seraya berkhayal dirinya berdiri disamping Ayana lengkap dengan tuksedo khas mempelai pria, Nyonya Bosleypun tak bisa memungkiri gaun itu benar benar terlihat indah ditubuh Ayana, tapi masa bodo dengan penampilan gadis itu ia lebih tertarik mengamati tatapan lapar Daniel kepada Ayana, ia terlihat seperti hendak menerkam gadis itu dan ******* setiap bagian tubuhnya.


"Beatifull in white" gumam Daniel.


Nyonya Bosley yang masih bisa mendengarnya berusaha mengulum sebuah senyuman dengan mata yang berbinar, seraya membayangkan dirinya yang akan segera meminang seorang cucu.

__ADS_1


"Bukankah mempelai anda sangat cantik?" ujar sang penjaga butik, yang mengira Daniel adalah calon suami Ayana, seketika mereka bertiga terperanjat, Ayana berusaha menjelaskan dengan melambai lambaikan tangannya didepan dada "Bu..bukan...." ucapnya terbata bata.


Namun Daniel segera berdiri ia tidak tahan dan hendak mendekati Ayana peduli amat dengan sang ibu, bukankah penjaga toko itu bahkan mengakuinya! Ini membuktikan jika ia memang sangat serasi bersanding dengan Ayana.


Namun sebuah suara dari belakang menghentikan langkah Daniel..


"Apa kau akan mengenakan itu baby??"  Daren tiba tiba saja datang dari arah belakang ia berjalan melewati Daniel dan ibunya, namun sempat menoleh sepersekian detik untuk menatap Daniel, apa yang hendak kau lakukan? Pertanyaan itu seakan tersirat dimatanya melihat Daniel yang langsung berdiri mendengar pertanyaan penjaga butik itu, yah ia mendengar semuanya.untungnya ia tidak melihat betapa bernafsunya tatapan saudaranya itu kepada kekasihnya.


"Daren...." kebahagaian tiba tiba terpancar diwajah Ayana tatkala Daren datang menghampirinya dan dengan setengah merukuk ia meraih jemari  Ayana dan mengecupnya lembut.


Daniel mengepalkan tangannya sempurna melihat pemandangan dihadapannya.


"Tapi bukankah kita hanya akan tunangan?"Bisik Ayana.


"Iya tunangan selanjutnya menikah!" Tegas Daren.


Mendengar perkataan Daren nyonya bosley membenarkan "setelah tunangan kalian harus bergegas menikah aku tak ingin Ayana diambil yang lain"  timpal nyonya Bosley penuh canda.


Ayana hanya tersenyum kecut ia bahkan belum memberitahu ayah dan ibunya mengenai pernikahan ini, karena tahu mereka pasti tidak akan setuju walaupun mengetahui Daren adalah pewaris perusahaan besar, ayah dan ibunya adalah dua orang yang sangat menjunjung tinggi norma dan adat negeri sakura itu,mereka bahkan keberatan saat Ayana ingin kukiah di Amerika namun karena terus merengek akhirnya mereka melepaskan satu satunya anak mereka ke Amerika. lantas mengapa ia berani mengambil langkah dan bertunangan esok? Ah...Dia sendiri tak tahu apa yang harus ia lakukan.

__ADS_1


Setelah semua proses belanja yang cukup melelahkan, nyonya Bosley memutuskan untuk mengajak Mereka semua  makan malam disalah satu restoran jepang mewah yang menyediakan ruangan privat VIP, sebagai hadian untuk Ayana, nyonya Bosley ingin terlihat lebih meyakinkan jika dirinya menerima Ayana dengan sepenuh hati.


Daniel sebenarnya sudah sangat malas untuk mengikuti kemauan ibunya, karena Daren tak henti hentinya mempertontonkan kemesraannya bersama Ayana dihadapannya, matanya bisa sangat bengis tatkala melihat Daren merangkul pinggang kecil Ayana atau sekedar mengecup pipi merah meronanya, namun ia masih bisa menahannya karena sesekali Ayana menepis tangan Daren dikarenakan malu melakukan itu dihadapan calon ipar dan mertuanya terlebih lagi ada Lohan disana.


Mereka duduk melantai diatas sebuah bantal kecil yang empuk, Ayana duduk disisi sebelah kanan meja diapit Daren dan Daniel , sedangkan Nyonya Bosley dan Lohan duduk di sisi sebelahnya.


Di hadapan mereka tersaji hidangan khas jepang, ada berbagai macam susi dan sashimi diatas meja yang ditata rapi dan elegan.


"Daren, malam ini Ayana harus menginap di paviliun utama, ibu sudah meminta kepala pelayan agar menyiapkan kamar untuk kalian berdua" ujar Nyonya Bosley.


Ayana menelan saliva mendengarnya, sedangkan Daniel kembali mengepalkan tangannya.


"Baiklah bu..." jawab Daren penuh suka cita.


"Tapi...."cicit Ayana lalu tertunduk, beberapa detik ia terdiam seraya menghadirkan bayangan kedua orang tuanya di benaknya "Malam ini aku ingin sendiri ibu...aku akan...."Ayana tak bisa melanjutkan kata katanya ia takut Hati nyonya Bosley akan tersakiti jika tahu dirinya bahkan belum meminta restu orang tuanya, padahal ia akan bertunangan dengan seorang keluarga millionare, bisa jadi Nyonya Bosley merasa direndahkan.


"Baiklah sayang...ibu tidak akan memaksamu, perkara tunangan dan menikah memang peristiwa yang sangat sakral aku bisa mengerti jika kau butuh waktu sendiri hemm" tutur Nyonya Bosley penuh pengertian dan kehangatan sontak membuat Lohan yang mendengarnya seakan ingin memuntahkan makanan yang sudah ditelannya.


Dia sadar itu adalah sesuatu yang sakral tapi masih tetap melanjutkan rencana liciknya!pikir Lohan seraya memutar mata malas.

__ADS_1


__ADS_2