HIASAN RANJANG KAKAK IPAR

HIASAN RANJANG KAKAK IPAR
Bab 107


__ADS_3

Darren perlahan mulai menerima kehadiran Georgina, ia sudah mulai memperkenalkan Georgi sebagai istrinya pada beberapa rekan bisnisnya, mereka beberapa kali muncul di tempat umum bertiga, Ryuu, Darren dan Georgina. Seakan melukiskan jika mereka adalah keluarga kecil yang bahagia.


Perut Ayana sudah mulai menonjol diusia kehamilannya yang ke 7 bulan, ia mulai melakukan olahraga ringan seperti berjalan santai disekitar halaman paviliunnya, tentunya dengan pengawasan over dari Daniel sang suami.


"Kau sudah berjalan lama ayo duduk dulu" Daniel menepuk pangkuannya agar istrinya itu mau ikut duduk disebuah bangku taman mereka yang luas, sambil mengamati air mancur dan beberapa kelinci putih yang berlarian kesana kemari.


"Aku berat!" Tolak Ayana, bobot tubuhnya memang naik sepuluh kilo selama masa kehamilannya, Ayana yang imut kini nampak lebih menggemaskan dengan pipi chubinya.


Tak menerima penolakan Ayana, Daniel menarik tangan istrinya yang hendak mendudukkan bokongnya disebelahnya. hingga wanita hamil itu kini duduk sempurna diatas pangkuan Daniel.


"Siapa bilang kau berat, bagiku ini sangat ringan" ucap Daniel seraya membaui ceruk leher Ayana.


"Ck..." Ayana mencebik." Jujur saja, aku berat kan? Aku gendut? Kenapa pria selalu berbohong, ketus Ayana.


Daniel menahan senyumannya, sejak hamil ditambah lagi dengan masalah Betrice yang terjadi beberapa bulan lalu Ayana memang begitu cerewet, apa lagi saat bobot tubuhnya naik ia akan kembali mengaitkan peristiwa itu lagi.


Tunggu saja!


1


2


3


Daniel mulai menghitung didalam benaknya...


"Aku tidak selangsing Betrice dan sejenjang dia, tubuhku pendek dan gemuk, kau pasti melihatku seperti babi kecil iya kan? "


"Sudah kuduga" Daniel tersenyum sambil mengecup bibir Ayana yang terus saja mengoceh menggemaskan.


"Bukankah babi kecil itu sangat lucu" Goda Daniel.


"Kau membenarkan aku seperti babi?" Ayana mendengus kesal.


"Iya Ayana babi kecilku yang sangat menggemaskan" Daniel semakin menjahili Ayana, rasanya ingin menerkam istrinya itu bulat bulat.


Daniel menggendong Ayana dengan gaya Bridal style, tak menghiraukan wanita itu yang terus mencebik kesal sambil mengerucutkan bibirnya.

__ADS_1


Saat sampai didepan pintu masuk paviliun utama Ayana tiba tiba meringis kesakitan pada perutnya.


"Arghh...Turunkan aku Daniel" Pinta Ayana seraya menepuk pundak suaminya itu.


"Ada apa Baby? Bayi kita menyakitimu lagi?"


"Hanya Kram, turunkan saja aku" Pinta Ayana lagi.


Daniel lalu mendudukkan Ayana pada sebuah sofa tunggal yang terdapat diruang tamu, Ayana memang sering sekali kram dan akan hilang dengan sendirinya setelah beberapa menit.


Daniel hanya bisa berlutut dihadapan Ayana sambil terus mengusap perut Ayana dan memgecupnya.


"Kram lagi?" Darren yang datang dari arah dalam sudah siap dengan pakaian kerjanya.


Mantan suami Ayana itu kini berdiri dibelakang sambil mengusap pucuk kepala Ayana, seakan memberikan kekuatan agar wanita yang sebenarnya masih mengisi sebagian relung hatinya itu lebih kuat.


Yah hanya sebagian yang diisi Ayana, karena sebagiannya sudah ditempati Georgina, dan sampai sekarang Darren masih berusaha benar benar menghilangkan rasa itu.


Walau sulit, mengingat begitu dalam perasaan Darren pada Ayana, bagaimanapun Bagi Darren ia adalah pria pertama yang menyentuh Ayana.


"Sudah Baikan sayang?"


"Sudah baikan Ayana?"


Daniel dan Darren bertanya bersamaan, yang dijawab anggukan kepala oleh Ayana, kramnya memang sudah menghilang.


"Baguslah, aku berangkat dulu jaga kandunganmu baik baik" ucap Darren sebelum berangkat lagi lagi ia mengusap kepala Ayana.


Darren sempat menoleh kearah Daniel yang menyorotnya dengan tatapan kesal.


'Astaga padahal aku hanya mengusap kepala istrinya, sedangkan dia melakukan hal yang lebih parah saat Ayana masih istriku' Gerutu Darren didalam hati sambil terus melangkah keluar.


"Ya sudah kita ke kamar sayang" Ajak Daniel lalu kembali memggendong tubuh sang istri.


"Apakah babi kecil ini berat?"


"Sudahlah Ayana, ocehanmu membuatku ingin segera memakan babi kecil ini hidup hidup hahaha" Ujar Daniel, dengan tawa yang terdengar mengerikan.

__ADS_1


Ayana hanya menelan saliva, ia bisa melihat kilatan nafsu yang terpancar dari mata Daniel.


Sepertinya mereka berdua akan melewati pagi hari dengan permainan panas lagi.


.


.


.


drtt...drtt.... Ponsel Ayana diatas nakas berdering, itu adalah panggilan Video yang berasal dari Adam Lee.


"Halo..."


"Ha jin....apa kabar? Keponakanku baik baik saja?" cerca Adam Lee disebarang.


"Aku baik Oppa, apa kau merindukanku?"


"Kami semua sangat merindukanmu" bukan Adam Lee yang menjawab melainkan Ji Hoon yang kini berdiri di samping meja kerja Adam Lee.


Semenjak diangkat menjadi pimpinan dikantor perwakilan Bosley Elektronik di Korea, Adam memang menjadikan JI hoon sebagai asisten pribadinya.


Daniel yang baru keluar dari kamar mandi dan melihat Ayana melakukan VC hanya menoleh sebentar dan berjalan menuju walk in closet untuk mengganti baju.


Begitu keluar Daniel sudah mendapati Ayana dengan senyum merekah sempurna diwajahnya.


"Apa ada kabar baik Dari Korea?"


"Heem, Oppaku akan menikah minggu depan, dengan Ji Hoon Eonnie, ia meminta kita untuk pulang ke Korea"


"Tapi bagaimana dengan kandunganmu Baby? "Daniel nampak khawatir, perjalan Amerika ke Korea memakan waktu yang tidak sebentar.


"Kandunganku Kuat sayang, aku bahkan bisa melakukan perjalanan sampai Maldives" ucap Ayana mantap.


"Baiklah aku akan meminta Calvin menyiapkan Pesawat Pribadi kita"


"Benarkah sayang, terima kasih" ayana memeluk perut Daniel erat.

__ADS_1


__ADS_2