HIASAN RANJANG KAKAK IPAR

HIASAN RANJANG KAKAK IPAR
Bab 47


__ADS_3

Flashback


Tuan Kimura mengamati putrinya dari kejauhan, melihat putri tunggalnya dengan balutan gaun putih digandeng oleh seorang pria dan menyapa satu persatu tamu kehormatan yang hadir, membuat pria itu menitikkan air mata.


Padahal baru kemarin ia merasakam bahagianya menggendong bayi merah yang ia nantikan setelah lima belas tahun pernikahannya, kini ia harus rela melepaskan putri kesayangannya untuk hidup bersama orang lain, yang ia harap bisa memberi cinta sebanyak yang ia dan nyonya kimura berikan.


"Halo tuan" sapaan itu membuat Tuan kimura menoleh, dan melihat seorang pria muda menunduk memberi hormat.


"Ah iya" Balas tuan Kimura yang juga menunduk memberi hormat, di negaranya ia tidak harus melakukannya kepada orang yang lebih muda, tapi ini di Amerika ia bisa melakukan sebaliknya, lagi pula ia senang karena akhirnya ada juga yang menyapanya dari sekian banyaknya tamu penting yang hadir.


"Saya Adam Lee Tuan" Adam mengulurkan tangannya untuk menjabat, uluran itu disambut hangat dokter Kimura.


Adam berfikir ia sebagai sesama orang Asia ia sebaiknya menyapa orang tua Ayana.


"Kau dari Korea?"


"Benar Tuan, Aku adalah asisten Daniel Bosley" ucap Adam.


"Aku tahu dari aksenmu bahasa inggrismu" Tebak Tuan Kimura, Lama mereka berbincang hingga akhirnya bertukar nomor ponsel tanpa sepengetahuan siapapun.


Adam Lee terenyuh tatkala Tuan Kimura menceritakan betapa Ayana adalah seorang putri tunggal yang begitu ia nantikan dan cintai, gadisnya itu lahir prematur dengan bobot tidak sampai dua kilo gram dan mengalami masalah paru paru sehingga dia harus tinggal didalam inkubator lebih lama dari bayi prematur lainnya,Ia mengasuh Ayana penuh cinta kasih hingga usianya remaja dan dengan berat hati harus merelakan putrinya tinggal di negeri yang jauh demi menempuh pendidikan di kampus idamanya, kini perasaan tuan Kim campur aduk ia bahagia karena Ayana mendapat jodoh orang yang luar biasa tapi ia bersedih karena itu artinya Ayana tak bisa sering sering datang mengunjungi Jepang.


Namun kala itu Adam Lee menyemangati Tuan Kimura jika pilihannya menikahkan Daren dengan Ayana sudah tepat, ia memang tidak begitu mengenal adik dari atasannya tapi sepertinya Daren adalah pria yang baik hati.


.

__ADS_1


.


.


"Apa maksud dokter masahiro ? pemuda tuju tahun lalu maksudnya apa? apa dia Daren? limpa pecah? bukankah Ayana yang mengalami limpa pecah 7 tahun yang lalu?" cecar nyonya kimura seraya mengamati wajah panik sang suami yang berjalan mondar mandir dengan ponsel yang tidak pernah lepas dari telinganya, ia masih mencoba menghubungi Ayana yang sudah sebulan tak ada kabar beritanya.


Tuan Kimura kembali duduk di kursi samping tempat tidur mengamati wajah pucat sang istri yang masih berstatus pasien itu, ia tak mungkin memberi tahu kejadian 7 tahun lalu kepada istrinya terlebih lagi mengetahui jika Daren adalah pemuda penuh dendam yang menganggapkan telah membunuh kekasihnya.


"Aku ada keperluan sebentar di ruangan dokter, kau jangan banyak berfikir"Pamit Tuan Kimura menecup pucuk kepala istrinya, lalu melangkah keluar hingga hilang dibalik pintu.


Saat diluar Tuan Kimura baru teringat dengan sosok Adam Lee, mengapa ia tidak bertanya kabar Ayana melalui pria korea itu!


...----------------...


"Anda harus tanda tangan disini tuan!" Suara seorang admin membuyarkan lamunan Adam Lee yang sejak tadi menatap selembar kertas dihadapannya, apakah etis mendaftarkan namanya sebagai wali Ayana yang notabene istri dari Atasannya? yah meskipun ia bekerja dalam naungan Daniel tapi Daren adalah saudaranya sudah barang tentu Daren juga atasannya.


"Ah....baiklah.." Adam lee akhirnya kembali menandatangai surat tersebut, ini sudah yang kedua kalinya Ayana didaftarkan sebagai istrinya, Karena wanita itu kembali dirawat dirumah sakit yang sama saat ia juga terjatuh dari tangga.


Administrasi Rumah sakit sama sekali tidak melakukan kesalahan, namun dirinya lah yang melakukan kesalahan saat mendaftarkan diri sebagai wali Ayana dulu, ia hanya berharap agar Daren tidak menyadarinya, toh jika itu terjadi ia bisa berlindung dibalik nama Daniel karena bagaimanapun pria itu yang pertama kali memberinya kuasa sebagai wali Ayana. Daren juga tak punya waktu mengurusi hal semacam ini.


Ponsel di saku celana Adam Lee berdering saat dia hendak beranjak dari ruangan administrasi, ia menjawab panggilan yang ternyata dari tuan Kimura saat sudah berada diluar ruangan.


"Halo tuan" Adam Lee sedikit kikuk ia tak tahu mengapa ayah Ayana memghubungi dirinya.


"Adam Lee....?"

__ADS_1


"Benar Tuan!"


Hufh...terdengar helaan nafas lega dari panggilan yang berasal dari negara sakura tersebut.


Tak lama mereka berbasa basi karena Tuan Kimura langsung to the point, ia memang tidak menceritakan secara gamblang mengenai kecelakaan 7 tahun lalu, namun dari penuturan Tuan Kimura ,Adam bisa menarik kesimpulan jika pria tua itu kesulitan menghubungi Ayana, dan ia juga heran mengapa sampai bisa begitu? apa sebenarnya yang terjadi dalam keluarga Bosley?. Tuan Kimura juga tidak minta Adam untuk membuat Ayana berbicara karena ia sadar posisi Adam serba sulit untuk melakukan itu mengingat itu bisa memgancam pekerjaannya.


Maka dari itu Tuan Kimura meminta agar Adam selalu memantau Ayana dan memeberinya kabar terbaru, dari pembicaraan ini juga Adam bisa mengetahui aroma terapi yang bisa membantu Ayana tidur lebih nyenyak.


Falshback off


.


.


.


"Hamil?" Seketika Ayana mengusap perutnya yang rata, ia tak tahu harus bereaksi bagaimana, bahagia? tentu! wanita mana yang tidak menginginkan kehamilan, Ia memandang perutnya dan Daren secara bergantian, Pria itu nampak berbinar menatap dirinya.


Tapi bagaimanan jika Anak ini ternyata milik.....?ah...


Meski dibenaknya Ayana bahkan tak bisa memikirkannya.


Tangannya bergetar mengusap usap perutnya yang rata, Air mata nya tumpah seketika, ia berfikir bukan seorang ibu yang baik, bagaimana ia bisa menghadapi ibunya kelak di Jepang padahal wanita itu selalu menanamkan adab ketimuran, Jepang memang dikenal negara bebas tapi tidak dikeluarga Ayana, Ayah Ibunya selalu mengajarkan untuk menjunjung tinggi rasa malu, namun lihatlah dirinya sekarang ia bahkan tidur dengan dengan dua orang pria sekaligus, bahkan mengandung anak dari salah satunya, dan betapa merasa Jalan* nya Ayana karena saat ini ia begitu merindukan Kakak dari suaminya itu.


Ayana menutup kedua wajahnya sambil terisak memikirkan ia yang sudah menjelma menjadi wanita bodoh dan justru menikmati penyesalannya.

__ADS_1


Daren memeluk Ayana dan mendekap kepala istrinya itu, ia tahu ini akan terjadi, wanita itu tengah menagis bahagia dan akan melupakan masalah yang tengah mereka hadapi secara perlahan.


Kau berhasil Daren! pujinya pada diri sendiri ia merasa berhasil menahan Ayana disisinya dan tidak akan membiarkan wanitanya itu kembali kepada orang tuanya.


__ADS_2