
"Bagaimana?" tanya Calvin antusias, ia sudah tidak sabar dan berharap Ayana ditemukan kali ini, ia tidak tega menyaksikan kondisi Daniel yang semakin memprihatinkan setiap harinya, namun ia juga tak bisa mengatakan kebenarannya sebelum benar benar menemukan Ayana.
"Kami menemukannya Tuan" pria suruhan Calvin itu kemudian duduk dan memperlihatkan beberapa foto terbaru Ayana dan Adam Lee.
"Adam mengganti identitas nona Ayana, kini namanya adalah Lee Ha Jin, dan Adam Lee kembali memakai nama koreanya Lee Ha neul, itulah mengapa begitu sulit menemukannya. sekarang mereka tinggal di daerah pedesaan pinggiran kota Seoul, Ibu Adam Lee mengelola sebuah toko kecil disana, sedangkan Adam Lee sekarang bekerja di salah satu perusahaan periklanan di Kota Seoul" tutur orang suruhan Calvin
Calvin antusias mendengar penuturan anak buahnya, bahkan pada data yang dibawa orang suruhannya itu sangat lengkap mulai dari Adam Lee yang berangkat kekantor dengan kereta pada jam 7 pagi lalu kembali pulang pada pukul 8 malam, namun ia mengerutkan dahi tatkala menemukan sebuah foto yang ia rasa ganjal, foto Ayana yang bergelayut di lengan kekar Adam Lee mereka bahkan tertawa bahagia.
"Maaf tuan yang itu saya sama sekali tidak bisa menjelaskannya" Orang suruhan Calvin tertunduk , melihat air wajah Calvin yang berubah geram.
"Sial kau Adam Lee!!!" Umpat Calvin sambil memukul mejanya dengan kepalang tinju.
Kini ia sudah berhasil menemukan Ayana, salah satu bebannya sudah terangkat, ia tinggal menjelaskan hal ini kepada Daniel dan bersiap untuk menerima amukan pria memprihatinkan itu.
.
.
.
"Ji Hoon eonnie!" Seru seorang wanita cantik dari balik meja kasir pada sebuah mini market sederhana. Ia melambai pada wanita cantik lainnya yang baru saja masuk dan berjalan menuju rak camilan.
"Oh...Ha jin, kenapa kau tidak datang belajar tadi siang?" tanya Ji hoon yang meletakkan dua bungkus kripik kentang diatas meja kasir.
Ayana menghitung belanjaan wanita berusia 30 tahun yang merupakan seorang guru bahasa inggris di salah satu sekolah dasar sekaligus guru privat yang dibayar Adam untuk mengajarkan Ayana bahasa Korea.
Ayana yang kini dipanggil Ha jin menghela nafas berat, ia tak datang belajar karena tadi siang kepalanya kembali sakit dan seakan ingin pecah
"Kepalaku sakit eonnie" Jawab Ayana singkat ia tak ingin menjelaskan jika tadi siang ia sempat melihat sebuah brosur berlibur dipantai dan seketika membuatnya pening hingga harus meminum obat yang selalu disediakan Adam Lee yang saat ini ia anggap sebagai kakaknya.
__ADS_1
"Ah...sekarang kau sudah baikan?" Ji Hoon memperlihatkan ekspresi khawatirnya, ia selalu ingin di cap sebagai wanita perhatian apalagi oleh Ha Jin yang notabene adik dari pria yang ditaksirnya, yakni Adam Lee atau Lee Ha neul.
"Aku baik baik saja eonnie" ucap Ayana sambil tersenyum, ia lalu keluar dari meja kasir dan meraih tangan Ji Hoon untuk mengajaknya ke rest area didepan toko, mereka menikmati dua kaleng soda dan camilan yang dibeli Ji Hoon tadi.
"Ha jin, kapan kakakmu pulang ? " Ji Hoon bertanya dengan raut wajah malu malu, melihat itu Ayana hanya tersenyum.
"Dia lembur malam ini, ia baru saja mengirimiku pesan agar tidak menunggunya malam ini, mungkin ia akan tiba distasiun jam 10 malam" jelas Ayana. Toko kecil Ibu Adam Lee memang terletak di dekat stasiun kereta, dan sudah lima bulan ini Ayana bertugas menjaga disana dikarenakan kondisi kesehatan Wanita yang ia kira ibu kandungnya itu terus menurun. Ayana akan menutup toko setiap pukul 7 malam saat Adam Lee datang dari Seoul lalu mereka akan berjalan kaki bersama untuk pulang kerumah yang letaknya sekitar 300 m dari toko.
"Ah sayang sekali" seketika Ji Hoon terlihat lesu, padahal ia buru buru menyelesaikan les privatnya agar bisa jalan bertiga bersama Adam Lee nanti, namun jika pria itu pulang jam 10 malam ia tak bisa menunggu selama itu, orang dirumahnya akan khawatir.
"eonnie kau tidak boleh patah semangat, masih ada hari esok, dan jangan berhenti menyukai kakakku, aku tahu ia sedikit dingin namun sesungguhnya ia memiliki hati yang hangat" ujar Ayana menguatkan.
Wanita bernama Ji Hoon itu hanya mengangguk pelan. setelah berbincang sebentar akhirnya Ji Hoon memutuskan untuk pulang, Ayana yang juga seharusnya sudah pulang malah menunggu Adam Lee hingga pukul 10.
.
.
.
Calvin memang pria dengan sejuta koneksi.
Adam Lee tersenyum getir, 3 bulan diawal ia memang berusaha mengembalikan ingatan Ayana dengan berbagai terapi di Seoul, Calvin menjamin segalanya, mulai dari materi hingga fasilitas terbaik.
Akan tetapi sistem tubuh Ayana menolak semua terapinya, ia kesakitan tatkala dihadapkan dengan sesuatu yang bisa memicu ingatan masa lalunya, wanita malang itu begitu menderita hingga akhirnya Adam memutuskan untuk membawa Ayana dan Ibunya tinggal ditempat yang tidak terlalu ramai, ia menghilangkan jejak dengan sempurna agar Calvin tidak bisa mengendusnya,menjadikan Ayana seolah olah saudaranya dan Adam Puas karena Ayana terlihat begitu Bahagia dengan hidup sebagai Lee Ha jin.
Masa lalu yang membunuh...
Adam lee menyeret langkahnya malas keluar dari stasiun, malam ini sepertinya ia membutuhkan beberapa botol soju untuk meghilangkan beban fikirannya, ia sadar tidak bisa menyembunyikan Ayana lebih lama lagi, cepat atau lambat mungkin Daren atau Daniel akan menjemput wanita itu.
__ADS_1
Hufhht.......
"Oppa!!!" seru Ayana dari jarak yang tidak terlalu jauh, wanita itu berlari lari kecil menghampiri pria yang ia ketahui sebagai kakak kandungnya.
"Kenapa menungguku hemm?" Adam mengusap kepala Ayana yang kini berjalan di sisi kanannya sambil menggelayut pada lengannya.
"Aku hanya ingin pulang bersamamu"
"Kau ini, padahal sudah aku katakan untuk pulang duluan, dan lihat ini?" Adam menarik lengan sweater rajut yang digunakan Ayana,"ini awal musim dingin, besok kau harus menggunakan mantel" ujar Adam lalu melepaskan mantel hitam besarnya dan memakaikannya pada Ayana, layaknya seorang kakak yang terlihat begitu peduli pada adiknya, Ayana menerima perlakukan manis itu dengan senang hati, meski kehilangan ingatannya Ayana yakin kehidupannya yang dulu pasti penuh dengan kehangatan, terbukti kakak dan Ibunya begitu menyayangi dirinya.
Melihat senyum Ayana seketika Adam Lee kehilangan selera untuk minum, ia membatin seraya merutuki dirinya sendiri, meski Ayana nampak bahagia namun tidak bisa dipungkiri tawa kebahagiaan Ayana ia ciptakan dengan sebuah kebohongan mengenai latar belakangnya.
"Oppa, tadi Ji Hoon Eonnie mencarimu" Ayana memberi tahu.
"Ayolah jangan terlalu dingin, Ji Hoon wanita yang baik, ia ramah, sopan dan cantik hemm kau harus membuka hatimu yang keras seperti batu ini" Ayana mengusap usap dada Adam Lee.
"Aku akan menikah setelah kamu" Balas Adam Lee.
"Hah? Dimana mana yang menikah pertama adalah anak yang lebih tua, kau tidak sadar umurmu sudah 34 tahun, apa jangan jangan???" Ayana menjeda ucapannya dan berpura pura memindai Adam Lee dengan tatapan penuh kecurigaan.
"Jangan jangan apa??"
"Kau, golongan yang muncul setelah hujan"
"Setelah hujan?apa? Pelangi?"mata Adam membola sempurna, membuat Ayana selangkah lebih maju dan berlari kecil meninggalkan Adam Lee.
"Ha jin....awas ya, aku akan menggelitikmu sampai bersujud memohon ampun" Adam mengejar Ayana yang membalap langkah kakinya.
Sungguh pemandangan yang sangat menyenangkan, melihat senyuman Ayana tidak akan ada yang tahu jika wanita itu pernah melalui penderitaan yang amat memilukan.
__ADS_1
Dua orang tanpa pertalian darah itu masih saling mengejar hingga tidak sadar sedang diamati sebuah kamera tersembunyi, yang dibawa seorang pria yang berjalan tidak terlalu jauh dibelakang Ayana dan Adam Lee.