HIASAN RANJANG KAKAK IPAR

HIASAN RANJANG KAKAK IPAR
Bab 25


__ADS_3

Ayana diapit oleh kedua orang tuanya berdiri agak jauh dibelakang. Sementara Nyonya Bosley, Daren dan Daniel yang tengah memotong kue berukuran besar dengan sebuah pisau putih yang panjang nan tipis dihadapan mereka. Ketiga keluarga itu nampak sangat harmonis meski tanpa Lauren bersama mereka, karena ia baru akan kembali esok hari dikarenakan urusan perusahaannya, setidaknya hanya itu alasan yang bisa ia berikan.


Ayana menatap punggung Daniel yang begitu kokoh seraya mencebik kesal, bisa bisanya pria itu mabuk dan masuk keapartemennya secara brutal seperti semalam, lalu pergi begitu saja dipagi hari tanpa membangunkannya terlebih dahulu, mengingatnya saja membuat Ayana kesal ditambah lagi ia begitu menikmati dipeluk Daniel sepanjang malam..ish!!geramnya.


Sementara Daren masih mengamati saudaranya itu di ekor matanya, pria itu nampak berseri seri sejak pagi, padahal jika tidak salah menebak seharusnya tindakannya yang keluar tiba tiba untuk minun bersama Calvin mengisyaratkan jika ada yang mengganggu difikirannya. Tapi sepertinya kali ini tebakannya salah, Dan...apa yang ia lakukan didaerah itu? Daren melihat dengan jelas mobil Daniel melaju di jalan yang tidak terlalu jauh dari apartemen Ayana saat ia hendak menjemput kekasihnya itu. Ah sudahlah! pikir Daren, lagi pula hari ini adalah harinya bersama Ayana tidak seharusnya ia memikirkan hal lain.


Kue selesai dipotong dan Nyonya bosley memberikan potongan pertama kepada Daniel lalu potongan kedua kepada Daren, dimata para koleganya Nyonya Bosley adalah wanita kaya yang sangat mencintai keluarganya.


"Ayana....Ayah masih tak menyangka Daren Bosley adalah kekasihmu," Bisik Tuan Kimura Ayah Ayana, meski elektronik Bosley adalah perusahaan asal Amerika namun di rumah sakit tempat tuan Kimura bekarja alat elektronik medis yang kebanyakan digunakan berasal dari perusahaan tersebut, sehingga ia tahu betapa besar perusahaan tersebut.


Kedua orang tua asal jepang itu, juga masih tercengang cengang dengan pesawat pribadi yang mereka tumpangi ke Amerika dan akan mengantar mereka kembali pulang tiga hari kemudian.


"Aku juga tak menyangka Ayah" Ayana masih belum melepaskan netranya pada Daniel yang kini bersulang dengan adiknya itu, selepas itu Daren menoleh ke arah Ayana dan kedua orang tuanya sembari tersenyum dan mengangkat gelasnya, seketika Ayana tersadar jika Daren adalah calon tunangannya sedangkan pria yang sejak tadi ia perhatikan adalah calon kakak iparnya yang sudah beristri.


"Lihat sekeliling....Ibu masih tidak menyangka menghadiri pesta semacam ini" kali ini nyonya Kimura menimpali, dengan mengedarkan pandangan memindai satu persatu tamu yang hadir disana, matanya bisa langsung mengenali Ellon musk dan Bill Gates yang saling berbincang, sementara di meja pojok ada Mark zuckerberg bersama sang istri yang berkebangsaan china, belum lagi banyak artis artis Hollywood yang hadir. Sempat Ayana cemburu saat melihat Daren menyapa mesra Emma Wattson yang sengaja datang dari Inggris untuk memberi selamat kepada Nyonya Bosley sebagai mantan Brand Ambasador Bosley Ponsel.

__ADS_1


Huhh.....Ayana menghela nafas panjang, tanpa menanggapi ucapan ibunya, bukankah seharusnya ia bangga bisa berada disini? tapi mengapa sampai detik ini pun ia merasa sangat tidak pantas, ia merasa seperti harus membayar mahal karena telah masuk kedalam tempat yang tidak seharusnya.


"the next event was the engagement of Daren Bosley and Cinderella from Japan Ayana Kimura" (Acara selanjutnya adalah pertunangan Daren Bosley dan cinderella dari Jepang Ayana Kimura) suara MC menggema di seluruh taman tempat diadakannya pesta, yah pesta ulang tahun dan pertunangan ini bertema Garden Party dengan dekorasi yang sangat istimewa.


Mengapa ia haru mengatakan Cinderella? Ayana merasa seperti upik Abu yang bersyukur mendapatkan pangeran..huh....ia menghela nafas dan berjalan kedepan menghampiri Daren dan Ibunya yang sudah mempersiapakan sepasang cincin. Sedangkan Daniel memilih menjauh dan menghampiri Calvin.


"Apa semalam kalian saling mengucapkan salam perpisahan?" celoteh Calvin sambil meneguk wine, sementara Daniel yang berdiri disampingnya dengan kedua tangan disaku celananya tak menjawab, ia masih menatap Ayana yang kini bertukar cincin dengan adiknya.


"Aku kira Daren tidak akan pernah mengubah sikap playboynya dan menjadi penerusku heh..., tak kusangka ia menjatuhkan pilihannya pada wanita Asia yang sangat Imut, sepertinya ia merubah seleranya"


"Yah..wanita itu! Aku ingat! bukankah dia meninggal di Jepang, sepertinya sudah 7 tahun berlalu " Calvin mencoba mengingat ingat, "Saat itu mereka liburan semester dan mengalami kecelakann bus" lanjut Calvin setelah mengumpulkan semua kepingan ingatannya bagaimana ia menjemput jenazah Barbara di Bandara dengan Daren yang tak bisa berhenti meraung disampingnya, sebuah kejadian yang mengguncang Jiwa Daren yang masih duduk dibangku kuliah kala itu.


Daniel mengangguk mendengarkan Calvin...


"Daren benar benar sudah melupakan Barbara, karena memilih gadis yang berasal dari negara tempat barbara meregang nyawa, padahal dulu ia sangat benci...ia bahkan melarang perusahaan mengekspor produk kenegara itu, Benar benar kekanak kanakan "

__ADS_1


Prok....prok....prokk.... riuh suara tepukan mennyambut pasangan yang sudah resmi bertunangan itu, membuat Calvin menghentikan kata katanya dan ikut menyambut, Sementara Daniel hanya bisa mengepalkan tangannya sempurnya seakan menahan Amarah melihat wajah bahagia dari dua sejoli yang berdiri agak jauh dihadapannya.


...*****...


Begitu pesta Usai semua keluarga berkumpul di ruang tengah paviliun utama kediaman keluarga Bosley, kecuali Daniel yang langsung pergi entah kemana.


"Aku ingin menikahi Ayana secepatnya" Daren memulai pembicaraan , ketiga orang jepang yang duduk dihadapannya pun sontak membelalakkan mata, karena baru tadi mereka bertunangan.


Sementara Nyonya Bosley menatap putra itu dengan mata berbinar, seakan memberi dorongan jika Daren dan Ayana memang harus segera menikah, mumpung kedua orang tua Ayana masih berada Di Amerika.


"Mengapa kau begitu terburu buru Daren?" heran ayah Ayana yang diangguki ibunya.


Mendengar pertanyaan calon mertuanya yang sedikit meragukan niatnya itu, membuat Daren terpaksa melakukan rencana terakhirnya, ia berlutut dihadapan Tuan kimura dengan melipat kedua kakinya kebelakang dan kedua tangan diatas paha, sambil menundukkan wajahnya dalam dengan lantang Daren berujar dengan lantang " Tolong terima aku sebagai menantumu!!"


Tuan kimura dan istrinya segera membantu Daren untuk kembali ke kursi, mereka merasa tak enak membiarkan pewaris perusahaan besar berlutut dihadapan mereka dan disaksikan ibu kandungnya, meski Nyonya Bosley menanggapi sikap Daren itu dengan senyum bangga yang menghiasi wajahnya.

__ADS_1


Sementara Ayana tak habis fikir dengan usaha Daren yang menyentuh hatinya, ia juga merasa orang tuanya akan segera menerima Daren untuk menikahinya, dilihat dari gelagat ayah ibunya mereka sama sekali tidak berniat menolak Daren, uang memang mempengaruhi segalanya! fikirnya.


__ADS_2