
Di Kondominium mewah Calvin Smith
"Sepertinya tak ada lagi yang harus ditutupi dari Adam Lee" ujar Calvin seraya membawa 3 gelas kosong dan sebotol wine dalam pekukannya.
Dua orang yang selalu saja seenaknya datang ke apartemen miliknya itu brgeming dan masih sibuk mengamati berbagai macam foto didalam sebuah tablet berukuran empat belas inci.
Calvin meletakkan bawaannya diatas meja, ia tahu jika Adam Lee terlibat dalam peretasan ponsel Daren, apa sih yang tidak diketahui seorang Calvin! Itu membuktikan jika Adam Lee tahu video seperti apa yang harus dihapus dan dipulihkan.
"Sebaiknya anda menggunakan foto ini tuan" Adam Lee memberi saran setelah mengamati puluhan foto perselingkuhan Lauren pettyfer.
Yah! Adam dan Daniel tengah berdiskusi foto yang mana mereka pilih untuk dikirimkan kemedia guna menjatuhkan Lauren dengan sebuah skandal perselingkuhan, Culas? Daniel sempat merasa tak adil memperlakukan Lauren padahal ia juga selingkuh dengan Ayana, namun wanita itu keterlaluan, bukan hanya satu tapi ia berselingkuh dengan puluhan pria.
Calvin dan Daniel menatap foto itu bersamaan, lalu saling melempar pandangan penuh tanya, mengapa Adam menyarankan foto yang hanya menampakkan Lauren memgecup mesra pipi pria itu, padahal foto yang lebih sensual ada beberapa.
"Itu kurang Hot" sargah Calvin yang diangguki Daniel, lagi pula Daniel tidak Yakin Lauren punya hubungan spesial dengan pria berwajah cute itu.
"Dia salah satu member Boyband di Korea dengan fanbase luar biasa hampir di setiap belahan dunia, kita biasa menggunakannya di awal untuk membuat rumor semakin meluas, jika rumor hanya melibatkan artis atau model Amerika bukan tidak mungkin beritanya akan hilang dalam kurun waktu 1 minggu, keluarga pettyfer tentu sanggup melenyapkan rumornya, tapi kita akan menggunakan foto ini diawal lalu foto foto berikutnya akan menyusul, saat itu terjadi keluarga pettyfer tidak akan berkutip dengan gugatan perceraian karena publik pasti akan bersimpati pada Tuan Daniel" tutur Adam Lee panjang lebar.
Calvin reflek tepuk tangan beberapa kali, ia semakin yakin tidak salah memilih kan Adam sebagai asisten pribadi sahabatnya itu.
Sementara Daniel mengangguk tanda setuju "Baiklah kita lakukan sesuai aturan main Adam Lee".
.
.
Adam Lee (Pria Blasteran Korea-Amerika usia 33 tahun)
"Tunggu dulu!! jika kau dan Lauren bercerai apa kau dan A-y-ana akan.....,"Calvin menatap Adam Lee namun tidak menemukan raut wajah heran disana, ternyata memang benar sudah tak ada lagi yang harus mereka sembunyikan "Menikah? Lalu bagaimana dengan Daren bukannya Ayana saat ini tengah mengandung?"
__ADS_1
Calvin melanjutkan keresahannya, yang sontak membuat Daniel dan Adam saling menukar pandangannya.
Sekali lagi memang tak ada yang bisa Daniel sembunyikan dari sahabat dengan sejuta koneksi itu.
"Hei...Hei...kenapa kalian menatapku begitu?kalian lupa ini Calvin smith?" ujar Calvin seraya meneguk winenya.
Daniel mendesah..."Aku akan menikahinya apapun yang terjadi, karena Ayana mengandung anakku"
"GILA!!!" Pekik Calvin ia tak menyangka hubungan mereka sudah sejauh itu, Adam Lee juga tak kalah terkejutnya, hingga tak merasa jika kepalan tangannya mengepal sempurna, bagaimana bisa dua orang bersaudara itu??
.
.
.
Ayana menarik tangannya dari genggaman suaminya, ia membuang wajah ke sisi sebelah agar tidak harus melihat wajah yang membuatnya terus menerus ingin muntah, ia masih sedih dengan perselingkuhan Daren namun berusaha memakluminya bagaimanapun ia juga melakukan kesalahan yang sama, Tapi mengenai kecelakaan yang mereka alami Ayana masih belum bisa memaafkan Daren, Ayana mulai bisa menerka Jika Daren punya dendam pribadi terhadap orang yang sudah menyelamatkan nyawanya yaitu ayah kandungnya sendiri.
Ayana mungkin polos tapi ia tidak bodoh
"Ayana maafkan aku, aku.."
"Aku sudah memaafkanmu"sargah Ayana cepat, membuat Daren tak bisa melanjutkan perkataannya, Daren sudah tak bisa mendengar isyarat cinta dari nada bicara Ayana, namun ia masih berfikir itu adalah pengaruh hormon.
Dokter kandungan sudah menjelaskan semuanya tadi, bahkan ada kasus kehamilan dimana sang istri sama sekali tak bisa menatap mata suaminya selama masa kehamilan.
"Ayana...Aku..."
"Apa kau pernah merasakan melayang didalam permen kapas yang berlumuran darah?" Tanya Ayana tiba tiba. Itu adalah pemandangan yang ia lihat selama masa koma yang dijalaninya.
"Tidak" Jawab Daren bingung.
__ADS_1
"Bisakah kau memutar waktu?"
"Ada apa dengan pertanyaanmu itu Ayana?" Daren yang mulai jengah,membalik kepala Ayana kearahnya agar ia bisa melihat wajah istrinya yang kini berderai air mata itu.
"Aku bertanya apa kau bisa memutar waktu? jika bisa maka aku ingin memggantikan posisi Barbara yang begitu kau cintai itu! bukankah kau bilang ia mati karena seseorang berusaha menyelamatkanku? Dia ayahku! Apa yang dilakukan Ayahku? katakan padaku aku akan membayar semuanya!" tutur Ayana berderai air mata, lalu kembali membuang muka kesisi semula.
"Kau marah karena Barbara? apa karena itu kau memaafkan perselingkuhanku? kau sudah tak peduli bahkan cemburu padaku?" Ada rasa kecewa yang mendalam kini dirasakan Daren, meski ia selalu berfikiran jika sikap Ayana karena kehamilannya namun mengapa semuanya begitu Natural Bagi Ayana?
Tidak! pekiknya dalam hati, Ayana tak boleh menghilangkan rasa cinta kepada dirinya, begitupun dirinya yang tak bisa membayangkan hidupnya tanpa mencintai istrinya itu.
Saat awal mengenal Ayana ia hanya ingin membuat wanita itu jatuh kedalam pelukannya dan membuatnya tersiksa hingga membuat Ayahnya kelak berlutut menyesali semua perbuatannya kepada Barbara dan memohon untuk agar membebaskan putrinya
Tapi semuanya salah, justru Darenlah orang yang jatuh kedalam pelukan wanita polos itu dan tak bisa hidup tanpanya, kini ia hanya ingin menahan Ayana disisinya dengan penuh cinta, dan menyiksa Ayahnya yg tak bisa bertemu putrinya.
Lalu jika Ayana tidak mencintainya lagi apa yang harus ia lakukan? apakah ia harus kembali kerencana awalnya menyiksa wanita yang kini tengah mengandung anaknya itu? Tidak! itu tidak mungkin! menyiksa Ayana sama halnya dengan menguliti dirinya sendiri.
Akankah Daren menyesal memendam dendam membara didalam dirinya?
"Tidak sayang! berhenti mengungkit masalah Barbara, dan jangan memaafkan kesalahanku! Kau harusnya cemburu padaku, sekarang kau hanya perlu beristirahat" ujar Daren lalu menarik selimut guna menutupi setengah tubuh Ayana. Daren hendak beranjak keluar untuk kembali menetralkan fikirannya saat Ayana memanggilnya lirih.
"Daren...."
Daren membalik tubuhnya menatap lekat sang istri.
"Ceraikan aku!" ucap Ayana berlinang air mata, sama sekali tak terbesit rasa ingin bersama Daniel tatkala kata cerai lolos begitu saja dari bibir mungil Ayana, ia juga tak menyangka mengatakan itu pada pria yang sangat ia cintai, "Jika tidak beritahu aku apa kesalahan ayahku sehingga aku bisa membayarnya, entah itu dengan nyawaku atau apapun, akan aku lakukan!" kali ini Ayana sudah menyenderkan punggungnya pada sandaran tempat tidur.
Daren bagai tersambar petir, ia menghampiri Ayana lalu kembali duduk seraya memijit kepalanya kuat.
"Tarik kembali kata katamu Ayana" Daren meramas pelan kedua pundak Ayana, ia menunduk dan mendesis kesal, "mungkin kau tidak menyadarinya, tapi sepertinya hormon kehamilan sudah sangat menguasaimu" jelasnya.
Kini Ayana hanya bisa menatap nyalang kearah Daniel yang begitu dekat dengan dirinya.
__ADS_1
Hamil...?