
Hingga malam terakhir Daren di India, Daniel tak pernah absen sekalipun menemani istri adiknya itu seraya memberikannya permainan erotis ditiap malamnya.
.
.
Daniel tengkurap diatas tempat tidur dengan punggung tangan yang menopang wajahnya, tubuh polosnya hanya ditutupi selimut putih sepinggang saat sorot mata pemangsanya terus menerus menatap Ayana yang baru saja membersihkan tubuhnya, wanita itu duduk didepan meja Hias seraya mengeringkan rambutnya dengan hairdryer.
Sayang sekali malam ini Daniel sudah mengeluarkan hasratnya sampai dua kali, bukan karena sudah tidak mampu bermain lagi, hanya karena ia memikirkan kondisi Ayana, jika tidak maka ia akan kembali meraup tubuh Ayana yang kini hanya dibalut Lingerie tipis berenda dengan satu tali, ah...Daniel hanya bisa mendesah menikmati Ayana yang bahkan tidak kehilangan pesonanya meski sedang mengandung.
Setelah selesai Ayana berbaring di samping Daniel dan menyenderkan kepalanya di dada bidang Daniel.
"Apa aku melakukannya dengan baik Selama 6 malam ini? "
"Sangat baik Baby, kau berhasil membawaku kedalam surga kenikmatan" ucap Daniel sambil mengelus pucuk kepala Ayana dengan satu tangan.
"Kau tahu kan aku sangat mencintaimu?" Ujar Ayana seraya menatap kosong kedepan.
"Heem,aku pun sangat mencintaimu"
"Kalau begitu mari hentikan sampai disini!" Tukas Ayana tiba tiba, sebenarnya ia sudah merencanakan ini, Ayana bahkan beberapa kali mengatakan kalimat tersebut disepan cermin kepada dirinya sendiri dengan mata berkaca kaca, meski terasa berat namun ia sudah membulatkan tekadnya.
"Ayana ...apa maksudmu?" Daniel menautkan kedua alisnya menatap bingung dengan arah pembicaraan Ayana, padahal baru saja wanita itu berujar sangat memcintainya.
"Aku ingin kita menghentikan kegilaan ini. sebelum ada yang menyadarinya, mari jadikan ini sebagai sebuah kesalahan indah yang tak akan terlupakan"
"Ayana!" Tukas Daniel
"Sampai kapanpun hubungan ini tidak akan pernah berhasil, hubungan ini akan begini begini terus, kita hanya akan menemukan jalan buntu" tutur Ayana memelas.
"Kau ingin membunuhku Ayana?"
__ADS_1
"Kau fikir itu tidak menyiksaku?tapi Kita akan lebih menderita jika ini berlarut larut"
"Tidak! Aku tetap tidak setuju, aku dalam proses memperjuangkanmu Ayana" Daniel memang tengah mengurus surat surat perceraiannya.
"Daniel tolong! Perjuangan apa? Kau ingin bercerai lalu menikahiku? Itu tidak mungkin! Kau ingin seluruh dunia tahu seorang Daniel Bosley berselingkuh dengan isteri adiknya? Itu akan lebih menggemparkan dibanding perselingkuhan Lauren. Jika itu diriku sendiri maka aku siap menerima semua hardikan seluruh dunia, tapi aku tidak akan pernah bisa menerima orang tua dan anakku kelak mendapatkan imbas dari kesalahanku"
"heh" Daniel tertawa miris," jadi selama 6 malam yang kau lakukan dengan sungguh sungguh hanya karena ingin meninggalkanku? Kau kira aku hanya menginginkan tubuhmu?! Tidak Ayana! Aku ingin semua yang ada pada dirimu!aku mencintaimu!" Jelas Daniel.
"Tapi Daniel! kita memang tidak memiliki masa depan"
"Aku akan membuat masa depan itu nyata. dengan membuat kau dan Daren bercerai"
"Aku mungkin tidak akan pernah menceraikan Daren!" Ayana menatap kosong ia teringat pada satu panggilannya ke Jepang, karena merasa sudah baik baik saja Ayana menanyakan secara gamblang masalah sebenarnya yang terjadi antara dirinya dan Barbara mengapa Daren begitu membenci ayahnya, dan Tuan Kimura menceritakan segala sesuatunya dengan sangat Detail karena anak tunggalnya itu begitu memaksa.
Kata kata Ayana bagai petir yang bergemuruh didada Daniel, itu seakan meninggalkan rasa sakit yang teramat dalam, bagaimana bisa Ayana tidak ingin berpisah dari Daren disaat ia yakin sudah memberikan cinta yang begitu mendalam.
"Ayana apa maksudmu?"
Wanita hamil itu hanya terdiam, jika Daniel memang tidak tahu masalah yang muncul diantara dirinya dan Daren Maka ia tak memberitahukannya, toh meski tak rela namun sebentar lagi mereka akan benar benar berpisah, tak ada gunanya saling cerita karena Ayana takut ia akan kembali menjadikan Daniel sebagai sandarannya.
Daniel seketika meraup kepala Ayana dan memeluknya dalam,ia sadar keresahan Ayana ada benarnya, tapi ia sama sekali tidak pernah berfikir untuk melepaskan wanita itu.
"Beri aku waktu Ayana..." Lirih Daniel, seraya mengecup pucuk kepala Ayana bertubi tubi.
Bahkan waktu tidak akan bisa menyelesaikan segalanya untuk kita Daniel !Ayana membatin.
...--------...
"Ada apa lagi denganmu?" Calvin mendesah, ia melepas kaca mata anti radiasi yang dari tadi dikenakannya guna memeriksa Laporan pemasaran Elektronik Bosley di Laptopnya.
Ia menatap Daniel yang kini duduk di depan meja kerjanya seraya meramas rambutnya.
"Ayana?"
__ADS_1
"Heem!" Daniel hanya berdehem.
"Cih...apa kau tidak puas menggerayanginya selama 6 hari Daren di luar negeri?" tanpa diceritakan pun Calvin sudah tahu pasti apa yang dilakukan sahabatnya itu kepada istri adiknya.
"Dia ingin mengakhiri semuanya,"
"Bukakah itu bagus? Kenapa kau tidak terima Ayana lebih memilih Daren?"
"Dia mengandung anakku Calvin!aku harus memilikinya!"
"Mengapa kau begitu yakin itu benih yang kau tanam?"
"Daren mandul!"
"Crazy...!!!" Calvin menggelengkan kepalanya, ia tak habis fikir bagaimana mungkin Daren bisa bertahan jika mengetahui anak yang dikandung Ayana adalah anak dari pria bodoh dihadapanya yang menyukai istri adiknya sendiri. Kecuali jika.....
"Daren tidak tahu dirinya mandul?"
Daniel hanya menjawab dengan gelengan kepala, disusul tawa miris Calvin yang tersinggung dibibirnya, "Bagaimana mungkin Daren tidak tahu dan kau mengetahuinya?? Apa mungkin ....Ibumu juga??" Kalimat Calvin menggantung, matanya membola sempurna melihat diamnya Daniel yang tanggapinya dengan jawaban iya.
"Kalian keluarga konglomerat yang gila, Hah!" Calvin bangkit dari kursinya dan mengitari Daniel, Ia lalu berkacak pinggang seraya mendesah berat, mendongakkan kepala menatap langit langit dan memutar tubuhnya tak tentu arah, lalu kembali menatap Daniel yang masih memegang pelipisnya.
"Ini tidak bisa dipercaya!" tukas Calvin, ia bisa menduga ada campur tangan Nyonya Bosley didalam percintaan tidak sehat kedua putranya, Calvin tak habis fikir bagaimana bisa Nyonya Bosley membiarkan hal ini? Namun mengingat wanita tua itu adalah Elizabet Bosley maka hal itu mungkin saja. Setau Calvin wanita itu memang selalu memiliki tekad yang kuat, dan Calvin yakin sudah lama ia mendambakan seorang cucu yang tidak pernah bisa diberikan Lauren,untuk itu ia membiarkan semua mengalir begitu saja.
Calvin sudah kembali duduk dikursinya, ia membuka laci meja dan mengeluarkan sebuah tablet disana, sambil terus merutuki dirinya yang harus terjebak dalam keluarga gila seperti keluaga Bosley.
"Aku jadi kasihan pada Ayana, ia gadis bodoh yang terjebak dalam lingkungan orang gila!" gerutu Calvin.
"Lihat ini! Sebenarnya aku tak ingin memberitahukan ini, tapi siapa tahu saja berguna untuk mempertahankan hubunganmu dengan Ayana, berdoalah begitu Ayana tahu ia langsung menuntut cerai dari Daren"
Daniel mengambil Tablet yang diletakkan dengan gusar oleh Calvin diatas meja.
Membaca Satu persatu Artikel berbahasa Jepang yang sudah diterjemahkan oleh Calvin, kedua Alis tebal Daniel saling bertemu, tatkala menemukan sebuah fakta yang mencengangkan.
__ADS_1
Halaman berikutnya adalah data dan fakta yang dikumpulkan Koneksi Calvin mengenai sosok Dokter Kimura yang merupakan Dokter pertama yang menangani Barbara, namun ia memilih mengoprasi putri kandungnya terlebih dahulu yang juga mengalami masalah dengan Limpanya. Kini Daniel menemukan Jawaban bagaimana Ayana bisa berakhir hidup tanpa salah satu organ dalam tubuhnya itu.