HIASAN RANJANG KAKAK IPAR

HIASAN RANJANG KAKAK IPAR
Bab 65


__ADS_3

Daren memegang pundak Ayana mendorongnya pelan kebelakang dan mendudukkannya di tepi ranjang, diatas Nakas memang sudah tersedia perban, obat merah,alkohol serta alat alat untuk membalut luka lainnya.


Daren merawat luka Ayana dengan Hati hati sambil terus mendesah kesal.


"Dar-en...aku mohon lepaskan aku" Ujar Ayana terbata dan memelas.


Daren hanya berdecih saat wanita dihadapannya itu berbicara dengan posisi wajah menunduk.


Setelah selesai membalut kedua telapak tangan istrinya Daren kembali mengecek ponsel yang tadi dipakai Ayana, tampilan ponsel tersebut adalah tampilan standar perusahaan Bosley Ponsel, namun ada beberapa ornamen khusus yang disematkan dibagian belakang ponsel, Daren sadar jika ini adalah ponsel yang diproduksi khusus para petinggi dan karyawan tertentu Bosley Group.


Daren yang sudah ikut duduk ditepi ranjang samping Ayana, melirik sejenak wajah yang masih tertunduk itu, senyuman miris tersinggung di bibirnya ia yakin ponsel ini pemberian Daniel, Daren mengepalkan tangannya ingin rasanya mencabik cabik saudaranya itu.


"Apa yang kau bicarakan dengan Ayahmu hemm?" Daren masih mencoba lembut, ia memang mendengar semuanya namun kemampuan bahasa jepangnya tak bisa mencerna arti yang dikatakan Ayana tadi.


Pria itu masih mengutak atik ponsel ditangannya menunggu jawaban sang istri. Ia menekan angka satu dan melakukan panggilan.


Daren mengernyitkan dahi saat mendapati bukan nama Daniel yang tertera disana.


"Eommonie?" Gumam Daren, ia bisa membacanya karena ditulis dalam abjad Latin, bukan aksara Hangeul.

__ADS_1


Daren lalu membuka galery ponsel tersebut dan menemukan beberapa foto Adam Lee saat masih muda bersama seorang anak perempuan yang sangat mirip dengan Asisten Daniel Bosley itu, ada pula foto Adam bersama ibunya.


"Hahaha..." Daren tertawa terbahak bahak dengan perasaan yang campur aduk, ia menyorot Ayana yang semakin terisak dalam.


Brak...Ponsel tersebut dibantingnya hingga hancur berkeping keping, Ayana tersentak namun masih tidak berani memgangkat wajahnya.


"Siapa lagi yang tahu hubungan kalian Hah??? Apa Daniel juga menyuruh Asistennya melayani semua yang kau butuhkan??"


Daren berdiri seraya berteriak sambil memijit kepalnya.


"ARGHHHH" Daren merasa Ayana dan Daniel pasti tertawa saat mereka tengah bercinta, menertawakan dirinya yang begitu mudahnya dibodohi. Bahkan Asisten pribadinya pun tahu.


"Puas kalian membodohiku?" sentak Daren.


Ayana mengurai cengkraman Daren perlahan, menggenggam kedua tangannya lalu turun dari ranjang dan berlutut dihadapan Daren.


"Maafkan aku Daren, aku istri yang buruk, aku wanita murahan yang tidur dengan kakak iparku sendiri, aku wanita yang tidak pantas menjadi seorang ibu, aku..... " Ayana menggantung kalimatnya lalu bersujud di hadapan Daren dengan suara tangisan yang terdengar menyayat hati.


"Aku bersumpah sudah mengakhiri segalanya dengan Daniel, aku ingin hidup bersamamu dengan segala rasa bersalahku, melayanimu tanpa batas dengan seluruh raga dan nyawaku, aku memutuskan untuk melakukannya tapi kau....., kau menyakitiku dengan membawa wanita itu, aku tau aku bersalah tapi kau tak harus melakukannya dihadapanku Daren "

__ADS_1


"Aku melakukannya agar kita impas Ayana!" teriak Daren, ia lalu mengangkat tubuh Ayana agar mereka saling berhadapan.


"Kini aku meragukan Anak yang ada didalam perutmu adalah milikku" Tukas Daren


Deg....Jantung Ayana seakan berhenti berdetak, mungkin ia dan anaknya akan meregang nyawa ditangan Daren jika pria itu tahu segalanya.


Ayana menelan saliva kasar, dan menunduk sambil berujar lirih.


"Untuk itu lepaskan aku Daren, aku ingin pulang ke Negaraku" Lirih Ayana.


"Jangan Harap Ayana!" Daren menghempaskan kasar Tubuh Ayana keatas tempat tidur, lalu berlalu menuju pintu keluar.


Namun Ayana mengejarnya ia menarik tangan Daren lalu berlutut memeluk kedua kaki suaminya.


"Aku mohon Daren....rumah tangga ini sudah tidak bisa dipertahankan" ucap Ayana penuh Harap.


Hah.... Daren mendesah kasar sambil berkacak pinggang.


"Kau ingin aku melepasmu? Agar bisa bersama Daniel Heh.....itu yang kau harapkan?"

__ADS_1


"Tidak Daren, aku janji tidak akan muncul dihadapan kalian berdua, aku....Arghhh......" Ayana tiba tiba mengerang kesakitan, sesuatu didalam perutnya terasa berputar dan menekan. Saat Daren menghempaskan tubuhnya perut Ayana sempat terbentur di pinggiran Ranjang.


__ADS_2