
"Baiklah, aku tahu!" Ucap Daniel sebelum akhirnya mengakhiri panggilannya yang berasal dari Darren , adiknya itu memberi kabar jika ia sudah akan bertolak ke Amerika, Daniel kembali bergabung bersama Ji Hoon dan Ayana untuk sarapan di resto hotel.
Tak lama berselang Adam Lee datang dengan lebam biru disudut bibirnya bahkan luka pecahnya masih terlihat dengan jelas.
"Oppa! Apa yang terjadi?" Ayana menoleh kearah Ji Hoon dengan tatapan mengintimidasi, apakah Ji Hoon seagresif itu kepada Adam Lee di malam pertamanya.
"Bukan aku tapi...." Ji Hoon mengibaskan kedua tangannya didepan wajah, namun niatnya untuk memberitahukan hal sebenarnya kepada Ayana terhenti karena Adam Lee keburu mendahuluinya. Suaminya itu memang sudah menceritakan yang sesungguhnya terjadi kepada Ji Hoon.
"Aku terjatuh Ha Jin, bukan masalah besar " Ucap Adam Lee lalu duduk disamping sang istri, dua pasang suami istri itu duduk saling berhadapan.
"Jatuh sampai lebam begitu?" gumam Ayana khawatir.
Daniel hanya bisa menghela nafas dengan kasar, ia tahu dibalik lebamnya Adam Lee pasti karena perbuatan Darren, Hal itu adalah alasan paling tepat yang membuat pria super sibuk itu datang ke Korea.
sebuah dendam yang belum tertuntaskan.
"Darren?" Daniel hanya ingin memastikan.
"Ini karena kesalahanku" timpal Adam Lee cepat.
"Maksudnya itu perbuatan Darren?" Ayana memunjuk Adam Lee yang duduk dihadapannya namun dengan wajah yang menoleh kearah Daniel yang tengah duduk disampingnya.
Wajah wanita hamil itu tetiba berubah sendu, ia tak sanggup marah disaat tengah berusaha untuk memaafkan Darren.
"Sudahlah Ha jin, kau pasti tahu mengapa Darren melakukannya, cintanya kepadamu tidak akan semudah itu memudar, Aku bisa menerima tindakan Darren" Jelas Adam Lee, seraya mengusap punggung tangan Ayana yang terulur diatas meja meja.
Mendengar kata cinta membuat Daniel geram, dan menatap tajam Adam Lee agar pria itu berhenti membahas masa lalu.
"Ehem Baiklah tak ada lagi cerita dari masa lalu" pandangan mata Adam Lee mencoba meyakinkan Daniel," dan buatmu Ha Jin, jika memang memukulku bisa membuat Darren lega dan melupakanmu maka aku akan menyerahkan tubuhku dengan senang hati, agar kelak dimasa depan kita bisa hidup bahagia tanpa adanya ganjalan apapun ".
"Jadi apa sekarang Darren benar benar melepaskan segalanya?"
"Heem tentu saja !setelah memukulku ia langsung pulang ke Amerika" Jawab Adam Lee sambil terkekeh.
__ADS_1
"Sudah sayang jangan memikirkan Darren terus, kau harus makan sepertinya baby kita sudah lapar" Daniel menyendok makanan dan menyuapkannya ke mulut kecil Ayana, setiap Ayana selesai mengunyah maka Daniel akan menghadiahkan sebuah kecupan ringan dibibir wanita itu.
Mereka bahkan terlihat lebih romantis dari pada sepasang pengantin baru yang terus saja menggelengkan kepalanya melihat kemesraan Daniel dan Ayana.
"Ha jin, kau memang Wanita luar biasa, aku tidak menyangka Seorang Daniel Bosley yang terkenal angkuh, garang dan dingin bisa berprilaku seperti ini ck ck ck" ucap Adam Lee lagi.
.
.
.
Dua bulan kemudian...
Ayana tengah terbaring kesakitan, di atas ranjang rumah sakit, Georgina dan Lohan bergantian mengusap punggungnya seraya memberikan pelukan hangat agar wanita itu kuat menjalani persalinannya.
"Ibu....Ayah....Sakit sekali" Lirih Ayana namun masih bisa didengar di seluruh ruangan bersalin yang nampak sangat mewah itu.
Setiap rintihan kesakitan yang keluar dari bibir Ayana membuat Nyonya Bosley lebih gencar berdoa disudut ruangan sambil berlutut dengan mulut komat kamit memanjatkan harapan keselamatan bagi menantu dan cucunya yang sebentar lagi akan lahir kedunia.
Pembukaan yang belum sempurna membuat wanita itu harus merasakan sakit sebelum siap melahirkan dengan proses normal. Yah Ayana kali ini sangat ingin melahirkan dengan normal.
"Mengapa kau disini? Seharusnya kau didalam menemani Ayana" Darren menepuk pundak Daniel yang tengah meremat rambut pendeknya dengan gusar, mata pria itu bahkan masih basah.
'Yah hanya Ayana seorang yang bisa membuat Daniel menitikkan air mata berharganya' Batin Darren.
Sebenarnya Darren juga tak kalah khawatirnya dengan kondisi Ayana sekarang, ia langsung kerumah sakit begitu mendapat kabar dari Georgina kalau Ayana sudah mengalami kontraksi.
"Aku benar benar tidak sanggup melihat Ayana kesakitan" Ucap Daniel, dibenaknya pria itu tengah merutuki dirinya sendiri yang telah membuat Ayana hamil dan menderita seperti ini.
"Tuan Daniel Bosley" Seorang perawat menghampiri Daniel dan meminta pria itu untuk menemui dokter kandungan yang bertanggung jawab atas Ayana.
Daniel berjalan Gontai hingga harus dipapah oleh Darren, menuju ruangan Dokter.
__ADS_1
"Kami harus melakukan tindakan operasi Tuan, Kondisi fisik Nyonya Ayana tidak memungkinkan untuk menunggu Hingga pembukaan sempurna" Tutur sang Dokter.
"Maksudnya kalian akan menyayatnya lagi? Bagaimana jika ia tidak...."Daniel tak bisa melanjutkan perkataannya, bayangan buruk itu kembali menguasai seluruh fikirannya.
Daniel berdiri dan meremat kerah jas sang dokter yang dudum dibalik mejanya, Darren yang sedari tadi mendampingi Daniel mencoba melerai.
"Daniel jangan bertindak bodoh, dia seorang dokter" Darren memberi peringatan dan menarik dengan kasar tubuh Daniel hingga kembali duduk dikursinya.
"Aku butuh jaminan Darren agar tidak terjadi apa apa setelah mereka menyayatnya" Ucap Daniel dengan wajah Sendu.
"Mengapa Tuan terus mengatakan menyayat? apa anda melihat kami sebagai tukang jagal?kami melakukan prosedur yang sesuai dengan tindakan operasi" Dokter paruh baya dihadapan Daniel mulai angkat bicara dan sedikit geram dengan tingkah Daniel Bosley sebagai wali pasien yang sangat berlebihan.
"Saya tahu, nyonya Ayana punya riwayat yang buruk, ia sempat koma setelah operasi pengangkatan limpa, dan setelah operasi caesar yang pertama butuh satu minggu bagi nyonya Ayana untuk sadar, tapi anda harus melihat kondisinya, sekarang fisik Nyonya Ayana tidak serapuh dulu, dia akan baik baik saja Tuan" lanjut Dokter itu lagi.
Sementara Daniel masih bergeming dengan pemikirannya yang kalut.
"Apa jaminannya?" Daniel kembali bertanya, namun tak mendapat jawaban karena seorang perawat masuk dan memberitahukan jika Ayana ingin bertemu dengan suaminya.
Namun sebelum keluar Dokter terlebih dahulu memberikan surat persetujuan tindakan operasi.
"Jika tuan ingin melihat Nyonya Ayana dan bayinya selamat silahkan tanda tangan surat ini"
"Ayolah Daniel, jangan Bodoh karena cinta, kau tahu mereka profesional" sahut Darren.
Akhirnya setelah berfikir sejenak, Daniel menyetujui tindakan operasinya, ia baru sadar cinta bodohnya hampir saja membahayakan nyawa istri yang paling ia cintai.
.
.
Daniel menemui Ayana didalam ruang operasi dengan pakaian khusus.
"Mengapa kau terlihat kusut baby? Hemm" ayana yang sudah terbaring mengelus lembut rahang Daniel.
__ADS_1
Daniel tak menjawab, ia tak peduli lagi dengan penampilannya, "Ayana, aku menunggumu sayang, lahirkan putri kita dan kita akan berbahagia setelahnya "
"Tentu saja sayang, tunggu aku semua akan berjalan lancar, karena aku memilikimu sekarang, kau adalah alasan aku kuat menjalani semuanya" ucap Ayana sebelum akhirnya kehilangan kesadarannya.