HIASAN RANJANG KAKAK IPAR

HIASAN RANJANG KAKAK IPAR
110


__ADS_3

Proses operasi caesar Ayana berjalan dengan lancar, ia hanya butuh waktu satu jam untuk bisa sadar dari pengaruh obat bius.


Saat Ayana membuka mata, yang pertama ia lihat adalah Daniel Dengan wajah kusutnya, pria itu sama sekali tak pernah beranjak sedikitpun dari samping Ayana sejak istrinya itu dipindahkan dari ruang operasi ke kamar perawatan, ia bahkan menahan keinginannya untuk melihat wajah sang putri yang membuat Nyonya Bosley tak pernah berhenti tersenyum bahagia.


Bayi Ayana lahir dalam keadaan sehat tanpa kekurangan apapun, bobot tubuhnya yang mencapai 4 kg dengan rambut hitam dan pipi chubi membuat siapapun yang melihat putri ayana Dan Daniel itu pasti berdecak kagum.


Georgina dan Darren pun bahkan tak sanggup untuk meninggalkan bayi tanpa nama itu di ruangan Bayi, mereka saling merangkul mengamati betapa lucunya bayi tersebut dari balik jendela kaca.


"Kau sudah sadar sayang" Daniel mengecup jidat ayana Dalam dan cukup lama, hingga air mata yang keluar dari sudut matanya jatuh diwajah Ayana.


"Aku bermimpi, Ayah dan ibu terus tersenyum padaku namun mereka tak berbicara, saat ingin mendekat, mereka menyuruhku kembali, aku bahkan tak bersedih saat berbalik karena kudapati dirimu diujung cahaya" Ayana mengusap rahang Daniel yang masih menangis.


"Aku Sangat takut kehilanganmu Ayana" Daniel memegang tangan Ayana yang masih bermain disekitar wajahnya lalu mengecupnya bolak balik dengan bertubi tubi.


"Aku juga sangat takut meninggalkanmu, Kau adalah duniaku" timpal Ayana.


Ia lalu melirik kekiri dan kekanan, mendapati hanya ada mereka berdua diruangan mewah nan luas itu.


"Dimana Putri kita? Dia sehat kan?" Ayana nampak khawatir, meski lahir cukup waktu namun bayangan saat pertama kali melihat Ryuu didalam inkibator mengganggu fikirannya ia takut hal itu terjadi lagi.


"Aku belum melihat Putri kita, Aku bahkan tidak bisa meninggalkanmu sedetikpun, tapi kau jangan khawatir, dia lahir dengan sempurna dan sangat sehat" ujar Daniel.


"Kau ini" Ayana mengerucutkan bibirnya, bagaimana mungkin ada seorang Ayah yang bertingkah seperti Daniel, Biasanya orang tua lebih antusias kepada anak yang baru lahir ketimbang ibunya.


"Kenapa? apa aku salah lebih memilih menunggu istri ketimbang anakku? Aku menyayangi putri kita tapi aku jauh lebih menyayangi wanita yang sudah melahirkannya"


"Mana bisa begitu? kasih sayang seorang Ayah harusnya sama rata" Ayana mencebik.


"Suka tidak suka seperti itulah aku Ayana" Tegas Daniel, bagi pria itu Ayana memang diatas segala galanya, namun bukan berarti ia tidak mencintai anak anaknya.


Tak lama kemudian terdengar suara ketukan diluar sebelum pintu itu terbuka dan memperlihatkan sosok yang memang kehadirannya sangat dinanti nanti Ayana


saat pertama kali kontraksi dia adalah orang pertama yang Ayana Hubungi, seseorang yang ia anggap sangat berjasa atas kehidupan yang kini tengah ia jalani.


"Oppa..." Panggil Ayana.


Daniel menoleh dan sudah melihat Adam Lee yang berjalan mendekati mereka, atau lebih tepatnya Ayana.

__ADS_1


Pria yang baru menikah dua bulan lalu itu mengecup kening Ayana persis seperti yang dilakukan Daniel tadi.


"Oppa datang Ha jin, sesuai keinginanmu aku yang akan memberikan nama untuk keponakanku" Ujar Adam Lee dengan mata berbinar.


Setelah itu seorang perawat datang dengan bayi perempuan di dalam gendongannya.


Adam Lee menekan sebuah tombol pada ranjang Ayana sehingga posisi wanita itu setengah duduk.


Ayana mengulurkan tangannya untuk menggendong sang putri yang terlihat sangat lucu.


Perawat tersebut meletakkan bayi dalam gendongannya di pangkuan Ayana, dan Adam Lee sigap membantunya,dengan membatu memegangi keponakannya itu. bagaimanapun Ayana baru saja menjalani Operasi.


"Daniel, bukankah ia sangat lucu?" Ayana melirik Daniel yang tak bisa mengalihkan pandangannya dari putrinya.


Bayi itu terlihat sangat bahagia dalam tidurnya karena sudah dilahirkan kedunia.


" Dia benar benar cantik seperti ibunya" Ucap Daniel masih menatap lekat sang putri.


Ayana bisa melihat betapa besar cinta yang terpancar dari sorot mata Daniel.


"Jadi siapa namanya Oppa?" Kali ini Ayana menoleh kearah Adam Lee.


"Aera??" Beo Daniel


"Heem, Aera artinya cinta, Bayi ini menjadi tanda cinta bagi Ayana Dan Daniel, Karena cinta yang kalian sudah perjuangkan maka Aera hadir ditengah tengah kita." Jelas Adam Lee sambil mengusap pipi gembul Aera.


"Aera Bosley" lirih Daniel sambil menatap Ayana Dan Aera secara bergantian.


Nyonya Bosley, Georgina , Darren dan Ryuu nampak masuk kedalam ruangan perawatan Ayana.


"Ayana terima kasih sayang, kau tidak hanya memberikan ibu cucu laki laki namun juga memberikan cucu perempuan" Lagi lagi Ayana mendapatka kecupan di jidat, rasanya semua limpahan kasih sayang sudah ia dapatkan hari ini semua anggota keluarga.


Adam Lee mengambil Aera dari gendongan Ayana dan membawanya lebih dekat kepada Ryuu.


"Mama...," Ryuu yang berada dalam gendongan Darren menatap Ayana lalu kembali menelisik bayi kecil dihadapannya.


"Dia adikmu sayang" Jelas Darren.

__ADS_1


"Kau sudah memberinya nama?"lanjut Darren, ia memang sudah tahu jika Ayana mengamanahkan Adam Lee untuk memberi nama kepada putrinya jika lahir kelak.


Adam Lee mengangguk "Namanya Aera Bosley" Ucap Adam Lee mantap.


Semua orang diruangan itu nampak antusias menyebutkan nama tersebut tak terkecuali Nyonya Bosley.


"Aera....." Gumam Nyonya Bosley, ia lalu menggendong cucunya itu dari Adam Lee dan menatapnya lekat.


Ia sangat bahagia saat kelahiran Ryuu sebagai cucu yang sangat ia nantikan kehadirannya meski saat itu diwarnai berbagai macam insiden dan musibah.


Namun kelahiran Aera kali ini lebih membuatnya semakin berbahagia, Nyonya Bosley yang merasa telah berbuat kesalahan fatal dimasa lalu mulai bisa memaafkan dirinya sendiri sekarang.


Nyonya Bosley mengedarkan pandangannya, dan melihat Georgina dan Darren yang kini mulai saling memcintai, lalu memindai Ayana dan Daniel yang cintanya tak akan pernah lekang oleh waktu.


Melihat kedua putranya sudah mendapatkan kebahagiaan masing masing, membuatnya merasa kebahagiaan tiada tara yang tidak bisa dibandingkan dengan seluruh kekayaan keluarga Bosley.


Bayi didalam gendongannya seakan menjadi prasasti, pertanda jika Keluarga Bosley kini akan hidup bahagia selama lamanya.


Daniel menghela nafas lega, melihat pancaran kebahagiannya diwajah ibunya.


Ia mendekatkan wajahnya kepada Ayana, dan ******* dengan lembut bibir sensual Ayana dihadapan semua orang.


"Terim kasih sayang kau sudah membawa kebahagian didalam keluarga ini" Ucap Daniel yang lagi lagi mengecup pucuk kepala Ayana.


"sama sama sayang" Balas Ayana.


"Georgi, apa kita juga harus melakukannya? Agar mereka tahu bukan hanya ia yang berbahagia" Tanya Darren penuh canda kepada sang istri.


"Haruskah? " Georgina menanggapi dengan serius.


Setelah sepersekian detik Pasangan itupun melakukan hal yang sama, dan membuat Ryuu yang masih dalam gendongan Darren menepuk jidatnya pelan dan berusaha memisahkan Darren dan Georgina, Pria kecil itu seakan malu dengan tingkah kedua orang tuanya.


Setelah pagutannya lepas semua orang yang berada diruangan itu tertawa lepas melihat tingkah konyol Ryuu.


The end


🙏🙏🙏🙏🙏🙏Makasih banyak, arigato, khamsa hamnida, thank you😍😍😍 Author ucapkan kepada para pembaca setia, yang suka kasih like dan komen dan menjadi penyemangat buat author untuk terus menulis.

__ADS_1


Author sadari tulisan ini masih banyak kekurangan dari segi Alur, diksi, PuEbi dan masih banyak lainnya. Maklum karena ini adalah karya pertama.


Sekali lagi....Makasih atas semua dukungan yang sudah karya ini terima....


__ADS_2