
"Kenapa Tuan Daniel??" Ayana menatap Daniel yang tengah duduk di sofa dengan ponsel yang ia nonaktifkan tergeletak begitu saja diatas meja, pria itu sengaja melakukannya karena sama sekali tak ingin menerima panggilan apapun meski dari Calvin sekalipun, sementara istrinya memang tak pernah memberi kabar saat melakukan perjalanan bisnis dengan alasan sangat sibuk.
Ayana menatap ponsel itu sambil menelan saliva,
"Bagaimana jika pihak bandara me-nemukan..."cicit Ayana ragu, melihat raut wajah Daniel yang gusar menatap ponsel dengan layar mati itu, jika ponsel Daniel dimatikan maka pihak bandara tidak akan tahu harus menghubungi kemana.
Ayana tak melanjutkan perkataannya saat Daniel tetiba balik menatapnya hingga ki-kuk.
"Mereka sudah menelpon dan kopermu belum ditemukan" jawab Daniel penuh dusta.
mendengar Daniel, Ayana hanya bisa menghela nafas, dan berusaha tersenyum. Ia lalu mengambil sepasang baju pantai dan bi*kin* untuk dikenakannya didalam kamar mandi, sementara Daniel yang sudah siap dengan kemeja pantai bercorak pohon kelapa dipadukan celana pendek hitam selutut beranjak dan mempersiapkan spead boat yang akan mereka pakai.
Ayana nampak sangat cantik dengan dress mini ber-belahan dada rendah bercorak bunga bunga yang ia kenakan, ia sangat bahagia mengetahui mereka akan menikmati sunset ditengah laut. Angin yang berhembus cukup kuat membuat bawahan dress Ayana bertiup dan memperlihatkan pahanya yang putih mulus, Daniel yang tidak berhenti menelan saliva itu bahkan bisa merasakan jika Ayana tengah mengenakan Bi*ini yang ia pilihkan sebagai **********.
"Tuan Daniel" Pinta Ayana seraya menjulurkan tangannya kearah Daniel, agar pria itu membantunya menuruni spead boat.Daniel pun dengan senang hati meraih tangan Ayana dan membantunya.
Daniel mengemudikan speadboatnya dengan kecepatan sedang membiarkan Ayana menikmati sapaan angin diwajahnya menerbangkan rambutnya kebelakang hingga memperlihatkan lehernya yang mulus dan putih, melihat hal itu membuat Daniel seketika ingin meninggalkan bekas merah disana, namun ia memutuskan untuk melakukan semuanya saat malam nanti.
Ayana menutup matanya seraya membaui lautan yang begitu luas ia berusaha menikmati liburan yang layaknya ironi bagi dirinya itu.
__ADS_1
Spead boat berhenti setelah berjalan selama dua puluh menit dari resort yang mereka tempati, Daniel menuntun Ayana untuk pergi kebagian depan kapal dengan menggenggam tangannya erat agar calon adik ipar pujaannya itu tidak terjatuh.
Daniel langsung menanggalkan pakaian luarnya seraya menatap Ayana yang kikuk dengan membuang pandangannya kesamping.
"Apa kau belum pernah melihat pria memakai pakaian renang?" tanya Daniel yang sudah siap melompat ke lautan dalam.
"Bu-kan bu-kan hanya saja....." Ayana tak bisa melanjutkan kata katanya yang memang tak ingin dikeluarkannya, karena sesungguhnya ia hanya takut melihat tubuh Daniel yang se*i yang hanya dibalut celana dala*, dengan kemeja saja Daniel terlihat menggoda apalagi hampir bugi* begitu, Ayana hanya bisa menggigit bibirnya.
Daniel hanya mengulum senyuman melihat tingkah Ayana lalu melompat kedalam lautan.
Ayana sedikit memajukan tubuhnya dan berdiri di tepi kapal untuk melihat Daniel berenang dengan gaya Dada yang nampak bagai perenang handal, sekali lagi Ayana menelan salivanya namun segera menoyor kepalanya sendiri dan menutup matanya dalam seakan menstimulasi otak dan fikirannya jika hanya Daren seorang yang pria se*I dan tampan yang ada dimuka bumi ini.
Ayana memundurkan langkahnya dan berbaring seraya menutup mata, ia menyilangkan kedua kaki dan merentangkan kedua tangannya membiarkan cahaya matahari sore yang sudah mulai meredup menjamah seluruh tubuhnya.
Ayana menghembuskan nafas berat setelah berkelud sendiri dengan isi kepalanya, ia lalu duduk dan melihat sekeliling, dimana hanya ada hamparan lautan yang luas yang membuat semua semakin nyata jika dirinya hanya tengah berdua dengan pria dan menikmati liburan bersama.Ia lalu berdiri dan berjalan pelan mencari sosok Daniel yang sama sekali tak terlihat di permukaan, Ayana mulai mengitari spead boat namun pria itu sama sekali tak memunculkan batang hidungnya.
"DANIEL!!!"
"TUAN DANIEL!!!"
Ayana mulai berkeringat dingin dengan jari yang saling meramas..apa ia harus melompat? Tidak!! Ayana menggeleng kuat ia sama sekali tak tahu caranya berenang, tapi bagaimana jika terjadi sesuatu pada Daniel?? akhirnya tanpa berfikir panjang Ayana melompat turun dari pada tidak melakukan apa apa, kepalanya timbul tenggelam dengan nafas yang terengah engah.
__ADS_1
"To-long....aku" gumamnya pelan, kenapa jadi seperti ini? ia fikir dirinya terlalu bodoh memutuskan untuk melompat, untungnya sebuah tangan besar dengan bulu yang lebat segera meraih pinggang kecilnya dari belakang dan mengangkat tubuhnya hingga batas dada keatas permukaan air.
"Kenapa kau melompat jika tak bisa berenang?" Bisik Daniel didekat telinga Ayana, ia seperti sangat ingin menggigit daun telinga gadis yang sudah basah kuyup itu, memperlihatkan Sepasang biki*i yang ia kenakan.
Menyadari dirinya sudah diselamatkan Daniel, gadis itu segera membalikkan badan dan mengalungkan kedua tangannya di leher Daniel, Sementara Daniel memeluk lingkar pinggang Ayana dibawah Air hingga wajah mereka saling berdekatan dan hampir tak ada jarak.
"Ah...Kamu!! aku ah...ah..aku kira teng-gelam"
"Maafkan aku" ucap Daniel penuh penyesalan, memyadari jika hampir saja membunuh wanita pujaannya karena tingkah bodohnya ingin mengerjai Ayana, ia tak menyangka gadis itu tak pandai berenang.
Daniel semakin merapatkan tubuh Ayana kepadanya, hingga gadis itu merasakan "Milik" Daniel yang menguat.Ayana pun melepas kalungannya hingga tubuhnya kembali terjerembap kedalam air, namun Daniel kembali mengangkatnya kali ini ia membaringkan tubuh Ayana dan menggendongnya dengan kedua tangannya. Daniel membawa Ayana pada sebuah tangga kecil dibalik kemudi dan membiarkan gadis itu naik duluan ke spead boat disusul dirinya kemudian.
Daniel segera memakai celana pendeknya karena tak ingin "itu" terlihat Ayana meskipun terlambat karena Ayana sudah merasakannya dan membuat perasaanya jadi serba salah.
Mata liar Daniel yang penuh nafsu memandangi Ayana dengan baju transparan, baginya dress Ayan sudah tidak ada gunanya lagi menutupi tubuhnya karena sudah memperlihatkan segalanya.
Daniel mengambil kemeja pantainya dan menutupi tubuh Ayana setelah puas memandanginya. ia juga membantu Ayana mengeringkan rambutnya dengan handuk putih kecil yang tersedia di spead boat, sesuatu yang belum pernah dilakukannya kepada wanita lain bahkan istrinya sekalipun.
"Maaf membuatmu khawatir," Ucap Daniel seraya menggosok kepala Ayana lembut.
"Aku takut terjadi apa apa padamu" Ayana mendongak dan menatap wajah Daniel dibelakangnya, membuat degup jantung pria itu berpacu.
__ADS_1
Daren.....aku akan menyerahkan semua kekayaan Bosley padamu, untuk ditukar dengan gadis dihadapanku, Lirih Daniel didalam hatinya.