
Tugas membeli pulau adalah salah satu misi rahasai yang tidak diketahui siapapun kecuali mereka berdua, bahkan Calvin sekalipun. meski Daniel tidak bisa menjamin jika Calvin dengan sejuta konesksi itu tidak akan tahu pada akhirnya.
Daniel sengaja menggunakan uang pribadi miliknya agar tidak bisa dilacak oleh perusahaan, tentu saja selain aset keluarga Bosley ia juga memiliki beberapa aset pribadi yang tidak berhubungan dengan keluarga maupun perusahaan.
"Sudah selesai Tuan, Nama pulaunya adalah Blom Island, luasnya sekitar 700 hektar, dan pemerintah Maladewa melepasnya dengan harga 600 juta USD, sesuai perintah Tuan saya sudah mulai melakukan pembangunan sebuah villa disana" Jelas Adam yang membuat Daniel mengangguk angguk.
Pria itu mungkin sanggup kehilangan keluarganya tapi tidak dengan Ayana, ia sudah mempersiapkan tempat yang akan ia tinggali dengan istri dan anaknya kelak, dimana tak ada yang mengenali mereka dan ia akan memastikan dunia akan melupakan jika pernah ada manusia yang bernama Daniel Bosley dan Ayana Kimura. Meski terdengar tidak mungkin.
.
.
Mobil Daniel masuk kehalaman Paviliun dan langsung diparkir Adam kedalam Garasi raksasa yang terdapan jejeran mobil mobil mahal lainnya.
saat Daniel dan Adam keluar mobil, manik mata mereka menangkap sosok wanita yang nampak tengah memilih milih mobil layaknya di showroom dengan supir pribadi Daren yang mengikutinya dengan sabar.
Daniel menautkan alisnya, Kediaman keluarga Bosley adalah tempat yang sangat privasi hanya keluarga inti, pelayan ,dan orang orang terdekat seperti Adam yang biasa mengunjungi paviliun yang letaknya cukup jauh dari pusat keramaian itu.
Daniel hanya memberi isyarat gerakan mata, Adam langsung paham dan bertanya dengan suara baritonnya yang khas.
"Anda siapa nona?" Tanya Adam, supir pribadi Daren segera membungkuk dan memberi hormat melihat Daniel berdiri tidak jauh dari Adam Lee.
Wanita yang masih melipat tangan didepan dada itu menoleh dan memindai sosok Adam Lee dan Daniel secara bergantian, ia terperangah dengan sosok pria tampan dengan sorot mata tajam dibelakang pria Asia yang berdiri dihadapannya.
"Aku kekasih Daren, dan sedang memilih mobil untuk kugunakan pulang kerumah" Jawab wanita itu santai namun masih menatap intens kearah Daniel.
Adam menoleh kearah Daniel lalu kembali memandang wanita dihadapannya, tangannya mengepal sempurna mengingat permainan apa lagi yang dilakukan Daren kepada istrinya.
Kekasih? Dikediaman Bosley?
Adam hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan.
"Pilih satu dan segera pulang!" Titah Daniel seraya menatap supir pribadi Daren
__ADS_1
"Maaf Tuan Daniel, tapi nona ini memilih mobil lexus milik anda" ujar supir pribadi Daren.
"Maka antarkan ia dengan mobil itu" titah Daniel, seakan tak ingin berlama lama di Garasi "Adam Lee !" lanjut Daniel memanggil Adam untuk berjalan masuk ke paviliunnya, masih ada hal penting mengenai pekerjaan yang akan mereka bahas.
Saat dua pria itu berjalan, wanita bayaran Daren itu mencegat Dengan cara berlari kehadapan Daniel.
"Kau Tuan Daniel Bosley? Mantan suami Designer Lauren pettyfer"
Daniel Bergeming, namun Adam segera menghalangi Daniel dari Wanita itu dengan tubuhnya, "Permisi nona sebaiknya jangan menghalangi jalan kami" Tukas Adam Lee, membuat wanita itu mendesis kesal.
"Hari ini aku benar benar beruntung bisa melihat dua Bosley bersaudara, putra penerus Bosley Group yang tidak terjamah media" ujar wanita itu Bangga, ia sedikit memajukan tubuhnya kearah Adam dan Daniel lalu berujar lirih " Aku bahkan bercinta dengan Darren Bosley dikamarnya, dan dihadapan istri cacatnya "
Mendengar perkataan wanita itu sontak Adam Lee mendorong tubuhnya sedikit menjauh dan mendengus kesal, jika saja ia bukan seorang wanita mungkin pria Korea itu sudah melayangkan tinju diwajahnya. Mengingat luka dalam yang sudah ia dan Darren goreskan di dalam hati Ayana.
Daniel mengepalkan kepalang tangannya kuat, tengkuknya mengaras sehingga memperlihatkan urat lehernya yang menegang.
"Hei mengapa kau sangat kasar dengan seorang wanita?" Protes wanita itu seraya berlalu dari hadapan Daniel dan Adam, "Apa semua pria dikeluarga Bosley begitu kasar? ish...pantas saja Lauren selingkuh aku yakin Daniel dan Daren tidak jauh berbeda " Gerutu wanita itu sambil memasukkan tubuh sintalnya ke dalam mobil lexus milik Daniel.
.
.
.
Ayana berjalan tertatih dan terpincang pincang menuju sisi tempat tidur guna mengambil ponsel Adam yang ia taruh dibawa sana. Ia berusaha menahan perih ditelapak tangannya saat menggunakannya untuk menopang tubuh dengan perut buncitnya.
Dengan posisi bersujud Ayana mencoba meraih ponsel dengan tangan yang ia ulur, setelah beberapa detik ponsel itupun digapainya.
Masih dengan tertatih Ayana mengaktifkannya sambil kedua matanya tak pernah lepas dari pintu masuk.
"Halo Putriku.." hanya butuh beberapa detik sebuah suara sudah terdengar dari seberang, suara dengan kerinduan yang amat mendalam.
"Ayah...." Luruh sudah air mata Ayana mendengar suara cinta pertamanya itu.
__ADS_1
" Ayana kenapa sayang? Semua baik baik saja? Bagaimana kabarmu? " cerca Tuan Kimura .
Ayana menggeleng dengan isakan yang tertahan didada, sesak rasanya, seketika ia ingin pulang dan menghambur dalam pelukan dua orang yang selalu menghargainya itu.
"Ayana....."
"Ayah...aku sudah tidak sanggup, Putri kecilmu ini begitu merindukan Ayah dan Ibu "
"Putriku, hari ini juga Ayah dan ibu akan ke Amerika menjemputmu !"
Brakk....suara pintu yang dibuka kasar menyentakkan dada Ayana, ia menyembunyikan ponsel Adam dalam genggamannya dibelakang tubuhnya.
Ayana menoleh dengan tubuh yang bergetar hebat, saat melihat Daren sudah berdiri di ambang pintu. Pria itu nyatanya sudah dari tadi memutar kenop pintu, namun ia berhenti tatkala melihat istrinya dengan sebuah ponsel ditelinganya.
Sementara diseberang panggilan Tuan Kimura terlihat berlutut dan menangis menatap ponselnya yang masih terhubung dengan Ayana, ia sudah tidak bisa mendengar suara putrinya namun ia mendengar dengan jelas gemuruh dari panggilannya.
"Ayana....Ayanaa...,"panggilnya Keras, hingga membangunkan Istrinya yang tengah tertidur dikamar.
"Ayana semua baik baik saja? Jawab Ayah!" Perasaan Tuan Kimura sangat kalut, ia yakin terjadi sesuatu yang tidak beres pada Ayana.
"Heh" Daniel tertawa Miris, ia tidak menyangka Ayana gadis polosnya berhasil menipunya mentah mentah.
Ponsel? Daren tak mengira ia akan kecolongan, kini terjawab sudah mengapa Ayana dan Tuan Kimura tak pernah merasa kehilangan satu sama Lain, nyatanya mereka masih berhubungan baik dan mungkin terkadang tertawa ria bersama dibelakangnya.
"Da-ren" Ayana terbata bata.
"Serahkan Ponselmu?" Daren mengulurkan telapak tangannya.
Ayana menyerahkan ponsel tersebut sembari menatap lantai dalam, sudah tak ada gunanya mempertahankannya, ia juga tak bisa mengelak lagi.
Darren menatap ponsel yang berlumuran darah tersebut, ia meraih dan mengakhiri panggilan atas nama Tuan Kimura di Ponsel itu.
Rona kesal di wajah Daren tiba tiba berganti Khawatir saat menyadari kedua telapak tangan Ayana berlumuran Darah, pria itu meraih tangan Ayan dan mengamatinya.
__ADS_1
Ada beberapa Luka kecil disana, ia bisa menebak jika istrinya itu menyakiti dirinya sendiri.
"Ayana" Panggil Daren Lirih, tadinya ia sangat ingin berteriak di wajah Ayana, namun Daren mencoba sedikit bersabar.