HIASAN RANJANG KAKAK IPAR

HIASAN RANJANG KAKAK IPAR
Bab 63


__ADS_3

"Aku tidak menyangka sudah bercinta dengan seorang Darren Bosley, bahkan untuk yang kedua kalinya " Bisik wanita itu didekat telinga Daren sambil tersenyum bangga, namun pria itu bergeming, pandangannya hanya tertuju pada Ayana yang masih menagis, rasanya puas melihat istrinya sakit karena perselingkuhan yang dilakukan didepan matanya.


"Aku bisa memberimu kepuasan yang lebih dari ini, dan tentu jauh lebih hebat dari permainan istri Asiamu yang cacat itu" Lanjut wanita tidak tahu malu itu lagi.


Daren menoleh dan memberikan sebuah kecupan dibibir wanita itu " Pakai kembali bajumu dan tunggu aku diluar, aku masih punya kejutan lagi" balas Daren sambil tersenyum penuh arti.


"Benarkah?" pekik wanita itu senang, padahal bayaran yang diberikan Daren dirasanya sudah lebih dari cukup untuk ia pakai berfoya foya selama lima tahun kedepan, dan kini ditambah sebuah kejutan lagi? dengan perasaan yang berbunga bunga wanita itu bangkit dan mengenakan kembali semua pakaiannya, sambil berharap jika mungkin saja ia akan menggantikan status Nyonya Daren Bosley yang disandang wanita berkursi roda itu. wanita bayaran itu melaksanakan perintah Daren dan menunggunya didepan kamar.


Tanpa membersihkan tubuhnya yang sudah bercampur dengan peluh wanita tadi Daren kembali mengenakan celana dan kemejanya, ia lalu menghampiri Ayana, membuka kunci rodanya dan kembali membawa istrinya itu kedepan pintu kaca.


"Bagaimana perasaan mu Baby?"


Ayana tak menjawab ia masih terisak, melihat getaran tubuh Ayana Daren semakin puas.


"Aku anggap kita impas Ayana! Jadi jangan pernah berfikir untuk kembali bersama Daniel, begitupun sebaliknya aku akan membuat Daniel Bahkan tidak akan bisa melihat dirimu lagi meski itu didalam benaknya sekalipun" Tutur Daren penuh gejolak emosi.


Ini adalah satu satunya cara untuk mengobati rasa sakit hatinya karena hubungan Ayana dan Daniel, ia bisa saja meninggalkan Ayana karena menghianatinya namun Daren tidak mungkin melakukannya, ia terlalu cinta kepada Istrinya itu.


Daren lalu keluar dan meninggalkan Ayana seorang diri, ia memenuhi janjinya untuk menemui wanita bayarannya itu diluar kamar.


.


.


.


"Bagaimana sayang...?" wanita itu menggelayut manja dilengan kekar Daren sambil menyadarkan kepalanya di bahu pria beristri itu, mereka melangkah menuju lift diikuti dua bodyguard dibelakangnya.


"Mengapa kalian mengikutiku? jaga kamar Istriku!" Titah Daren yang menyadari dua Bodyguard bertubuh kekar itu mengekor dibelakangnya.


Dua pria itupun membungkuk dan membalik badan mengambil langkah kembali ke depan kamar Ayana.


Pintu lift Terbuka Daren masih menggandeng wanitanya masuk kedalam,namun begitu lift tertutup ia melepaskan dengan kasar tangan wanita itu.

__ADS_1


"Ada Apa sayang?" Wanita itu menatap heran dengan rona wajah Daren yang tiba tiba berubah.


"Kau sebut apa istriku tadi?" pandangan Daren kedepan, ia nampak tak sudi melirik wanita disampingnya.


"Ah...istri Asia yang cacat?"


Plakk....


Satu tamparan mendarat dipipi wanita yang sudah memuaskannya diatas ranjang itu.


"Tuan Daren Bosley!!" wanita itu memegang pipinya yang memerah, sorot matanya seakan menuntut penjelasan.


Daren menoleh dan memcengkram kuat rahang wanita itu hingga ia meringis kesakitan.


"Bahkan seluruh tubuhmu tidak sebanding dengan ujung kuku istriku!!" Geram Daren lalu menghempaskan wanita itu hingga ia terduduk.


Wanita itu menatap Daren sebagai psyco gila, mengapa mengajaknya bercinta didepan istrinya jika ia begitu menilai tinggi istrinya tersebut.


"Supirku akan mengantarmu!" Ujar Daren sebelum pintu lift kembali tertutup dan membawa Daren kembali dilantai tiga.


.


.


.


Daniel meneguk vodka dari sebuah botol portable , ini adalah botol keduanya yang habis sejak perjalanan dari Bosley elektronik menuju paviliunnya.


Adam melirik atasannya itu melalui spion lalu menggenggam stir kuat, semalam Daniel mabuk berat disalah satu club malam dan meracau mengenai Daren yang sudah mengetahui segalanya, saat Adam Membawa atasannya itu pulang ke mansion Bavery hills.


"Bantu aku Adam, aku tidak bisa hidup tanpa Ayana, aku mencintainya" Ucap Daniel dengan mata yang terpejam saat Adam membantu untuk melepaskan sepatunya, tubuhnya yang kekar bagai tak berdaya karena pengaruh alkohol dan rumitny percintaan bersama istri adiknya.


"Cih" Adam hanya bisa berdecih kesal saat Daniel terus menyebut nama Ayana dalam ketidak sadarannya, Pria itu bertanggung jawab atas apa yang kini dialami Ayana, ia tahu wanita itu sudah tidak bebas lagi menggunakan ponsel karena dijaga 24 jam oleh orang suruhan Daren.

__ADS_1


Dan saat Tuan Kimura menghubunginya ia terpaksa berbohong dengan mengatakan Ayana tengah berlibur bersama suaminya dan tak ingin diganggu, salah bicara sedikit bicara bisa berakibat fatal baginya, dan bagi kesehatan pasangan Kimura di Jepang sana.


.


"Tuan anda akan mabuk lagi?"


"Dua botol tidak berpengaruh bagiku Adam, aku masih memiliki kesadaranku seutuhnya"


Sekali lagi Adam menatap Daniel melalui spion dan benar saja, tak ada rona mabuk yang terlukis disana.


"Adam, selain Bosley Group menurutmu perusahaan mana yang paling baik untuk bekerja?" tanya Daniel tiba tiba.


Adam yang tidak mengerti arah pertanyaan Daniel mencoba menjawab sekenanya, lagi pula pertanyaan itu memang terdengar relevan dengan pekerjaan.


"Entahlah Tuan, jika yang berhubungan dengan elektronik maka di Amerika Bosley adalah yang terbaik, sedangkan perusahaan elektronik lainnya terasa hanya sebagai pelengkap, tapi sepertinya diantara perusahaan elektronik hanya Vallery elektronik yang terbaik setelah Bosley "


"Kau ingin kurekomendasikan disana?"


"Tuan? " Adam menatap heran kearah spion pandangan mereka bertemu, Seakan tahu arti tatapan Asistennya itu Daniel segera tersenyum kecil.


"Aku tidak akan memecatmu? Aku hanya akan mundur dari kursi Chairman Bosley group sekaligus pimpinan Bosley Elektronik, sepertinya Darren sudah bisa menduduki posisi itu, saat Darren memimpin mungkin dia akan menyingkirkan semua orangku kecuali Calvin, Heh..." Yah Calvin adalah salah satu kunci keberhasilan perusahaan sampai sekarang sehingga Daniel yakin Darren tak akan mendepakknya.


"Tuan! Mengapa anda bicara seperti itu?"


Daniel mendesah pasrah dan menyenderkan punggungnya pada jok mobil, dengan bayang bayang Ayana yang selalu menari dikepalanya, ia tahu jika wanita itu mungkin tengah menangis sekarang, meski tak menyesali perasaannya, namun Daniel tak bisa memungkiri jika ia menyesal sudah menjerumuskan wanita itu kepada dirinya, Daniel Yakin Ayana adalah wanita yang kuat jika dirinya tidak menggodanya duluan.


"Mungkin karena aku pria brengsek Adam, dan aku harus menyelesaikan semua yang sudah kumulai"


Mendengar kata Brengs*k disebutkan Daniel, Adam tersenyum miring, seakan membenarkan jika atasannya itu adalah adalah biang kerok dari semua kemalangan yang menimpa Ayana.


"Dengan cara menyerahkan kursi kepemimpinan anda ?" Tanya Adam Lee.


"Hufht.....itu satu satunya cara" Daniel kembali menegakkan punggungnya, " Oh iya bagaimana dengan pulau yang kumaksud? Apa semua sudah selesai?" Daniel mengganti topik pembicaraan, beberapa bulan lalu ia memerintahkan Adam membeli sebuah pulau pribadi di kawasan Maladewa, sebuah tempat yang paling berkesan bagi dirinya dan juga Ayana.

__ADS_1


__ADS_2