
Cakrawala senja mulai menampakkan pesonanya, menyembulkan garis garis jingga menghiasi langit sore kota Male, Ayana dan Daniel duduk berdampingan ditemani dua kaleng bir merk lokal, Daniel sudah meneguk habis miliknya sementara Ayana tak menyentuhnya sedikitpun ia tak begitu baik dalam meminum alkohol karena hanya dengan segelas saja ia bisa menyusahkan orang orang disekitarnya.
"Tuan Daniel....apa kau sudah memiliki istri?" tanya Ayana tanpa memalingkan pandangannya dari kemuning senja, ia memang begitu penasaran dengan sosok disampingnya.
Daniel menghela nafas, cepat atau lambat suatu saat Ayana pasti akan mengetahui segalanya, akan tetapi ia tak akan menyerah semudah itu dan memberitahu segalanya.
"Ayana...apa yang membuatmu jatuh cinta pada kekasihmu??" Daniel mengalihkan pembicaraan.
Saat membahas soal Daren, Ayana memang mudah melupakan segalanya dan hanya fokus pada Daren, begitupula dengan pertanyaan mengenai istri yang baru saja dilontarkannya.
"Ia pernah berkata jika kehidupan layaknya sekelompok siswa yang tengah belajar dikelas, dan guru adalah Dewa, ada yang secara terang terangan menunjukkan kepandaiannya untuk di puji Dewa dan ada yang diam diam menghasilkan nilai yang baik saat ulangan dan akan di puji diam diam pula oleh Dewa. Dan sejak melihatku ia mengatakan aku adalah seorang siswa yang hanya diam dipojokan kelas tapi menghasilkan nilai yang baik dalam pekerjaan, sejak saat itu aku tahu jika ia adalah satu satunya orang yang bisa mengerti diriku yang sedikit introvert ini." Panjang lebar Ayana menjelaskan sambil menatap Daniel dalam begitu pun sebaliknya sehingga mereka melupakan indahnya kemuning senja di ufuk barat yang mulai menghilang.
Ayana memperlihatkan cincin pemberian Daren kepada Daniel, "Kami akan menikah tapi aku masih ragu apakah pantas untuk seseorang sepertinya, dia terlalu tinggi untuk kugapai meski ia sudah memberiku tangga" Ayana mendesah dan Daniel masih memandanginya, ia sudah bisa menebak jika Ayana sudah tahu siapa Daren sebenarnya, baru kali ini Daniel menemukan seorang wanitaa yang tidak silau akan gelimangan harta keluarga Bosley.
Mendengar cerita Ayana Daniel semakin ingin bersimpuh dan memohon maaf kepada Daren karena semakin mencintai kekasihnya itu..
"Kau belum menjawab pertanyaanku?"
"Sudahlah, hari sudah semakin gelap sebaiknya kita pulang,"
__ADS_1
Daniel segera kembali kekemudi di susul Ayana yang masih berusaha mengorek informasi pribadinya, karena merasa tak adil padahal ia sudah menceritakan semuanya..
"Daniel....."
"Apakah kau ....auuu....." Ayana yang begitu tak memperhatikan langkahnya seketika terjatuh diatas pangkuan Daniel di balik kemudi.
Skak mat....gumam Daniel didalam hatinya
"Maaf, aku akan...."Saat Ayana mencoba untuk berdiri ia dicegah oleh Daniel yang langsung menjalankan spead bootnya cepat, kini tubuhnya diapit oleh dua lengan kekar Daniel yang berbulu, sementara kakinya terjuntai kebawah.
"Biarkan aku berdiri dulu...." gusar ayana yang mencoba berdiri namun Daniel dengan sengaja membanting stir kekiri hingga spead boat itupun berguncang.
"Tapi aku tidak nyaman" Ayana tertunduk tak ingin menatap tubuh Daniel yang tak dibalut baju itu, " Maaf...aku janji tak akan bertanya lagi" pinta Ayana memelas..
"Aku sudah beristri...kami menikah hampir 10 tahun, belum memiliki anak, dan ia juga sangat jarang melayaniku di ranjang" ujar Daniel dengan sedikit penekanan pada bagian ranjang, entah mengapa Daniel terdengar melantur namun apa adanya, sebenarnya ia masih sangat ingin menyembunyikannya tapi Ayana benar benar membuatnya kehabisan kesabaran.
Mendengar pengakuan Daniel, nafas dan degup jantung Ayana seketika berlari cepat, ada hawa panas yang mengalir didalam darahnya yang mendesir, dadanya kembang kempis memandangi pria yang sedang memangku tubuhnya itu, mengapa ia harus sejujur itu mengenai masalah ranjangnya?? pikir Ayana..bagaimanapun situasinya sedang tidak baik, ia tengah bersama seorang pria yang haus akan wanita...
"Ak..u... tidak pernah menghianati kekasihku...dia adalah orang pertama yang menyentuhku" Ujar Ayana dengan polosnya seakan memberitahu Daniel jika jangan berharap ranj*ngmu akan hangat dengan dirinya..
__ADS_1
Seketika Daniel terbahak bahak mendengar pengakuan Ayana "Ha...ha...ha...Aku juga tak pernah menghianati istriku meski ia bukan yang pertama tapi setelah menikah aku tak menjalin hubungan dengan wanita manapun" tutur Daniel "Lagi pula aku tidak tertarik dengan wanita asia bertubuh mungil "sambungnya dengan nada mengejek sambil membatin lihat apa yang bisa kulakukan dengan tubuhmu yang mungil.
Ayana sedikit kesal dengan perkataan Daniel yang meremehkan kemampuan tubuhnya padahal Daren selalu memuji permainannya diatas ranj*ng.
Kalau begitu biarkan aku pindah" ketus Ayana, namun Daniel bergeming ia masih asyik dengan kemudinya. Ayana sama sekali tak terima dengan penghinaan Daniel, Dasar Pria tua!! Umpat Ayana didalam hati, yang telah menyinggung bentuk tubuhnya yang mungil, meski mungil tapi Ayana memiliki semua standar kecantikan wanita jepang, bahkan....Ayana melihat kedalam Dad*nya dan merasa ukuran miliknya tidak kalah besar dengan milik wanita bule yang bertubuh tinggi, melihat tingkah kocak Ayana, Daniel hanya mengulum senyuman, ia tahu sudah membuat gadis itu tersinggung tapi raut wajahnya sekarang membuatnya ingin segera pulang dan menja*ah tubuh mungilnya dalam ketidaksadaran.
Sepanjang perjalanan pulang Ayana duduk diatas pangkuan Daniel dengan wajah ditekuk sempurna, begitu speed boat sandar Ayana buru buru naik kedermaga tanpa menoleh sedikitpun kebelakang, didalam kamar Ayana mengambil sebuah lingerie merah muda dengan atasan terbuka dan belahan dada rendah l, bagian perutnya bahkan nampak transparan, tetapi tidak dibagian bawahnya.
Di dalam kamar mandi Ayana mengamati tubuhnya mulai dari atas sampai bawah, hidung yang mancung, mata bulat dengan kelopak ganda, bibir mungil dan berisi serta leher dengan garis ganda yang menggoda, perutnya rata tanpa lipatan lemak, dan kakinya...Ayana menunduk dan mengamati bagian kakinya, meski tidak jenjang namun bentuknya sangat sempurna.
Ayana masih memutar dirinya didepan cermin dan masih tidak percaya jika pria yang dianggapnya tua itu meremehkan bodynya.
Dasar paman!!!!mulai sekarang aku akan memanggilnya paman!! Ayana membatin kuat, karena ia yakin usia mereka terpaut jauh, meski Daniel nampak gagah dengan semua roti sobek yang menempel di perutnya namun perawakannya tak bisa menipu Ayana. Ia benar benar seorang paman!
Ayana melangkah mantap saat keluar kamar mandi bak model, dan Daniel hanya menatapnya seraya tersenyum simpul, ia lalu menghampiri Ayana dan memberinya sebuah luaran lingerie yang senada dengan yang digunakan Ayana.
"Pakai ini karena kita akan makan malam didepan kolam berenang" bisik Daniel dengan suara khasnya yang berat, ia lalu melangkah kekamar mandi sambil senyam senyum sendiri.
Ayana memakai luarannya dengan kasar, ia memang lupa jika belum makan malam, ia lalu kembali menatap pintu kamar mandi yang tertutup, bahkan pria itu sama sekali tak tertarik dengan lingerie yang ia kenakan.
__ADS_1