HIASAN RANJANG KAKAK IPAR

HIASAN RANJANG KAKAK IPAR
Bab 93


__ADS_3

Semua orang di Paviliun Keluarga Bosley nampak sibuk menyambut kedatangan Daniel dan Ayana, Terutama Nyonya Bosley dan Lohan, mereka mendatangkan puluhan Koki terbaik dari Jepang yang akan memasak makan malam guna menyambut kedatangan Ayana.


Paviliun timur tempat tinggal Daniel dan Lauren dulu bahkan di renovasi, semua prabot yang ada diganti dengan yang baru hingga tak meninggalkan jejak Lauren disana, Nyonya Bosley ingin agar Ayana nanti bisa nyaman dan betah disana. Meski Daniel sudah memberitahu jika kedatangan mereka hanya bersifat sementara, bukan untuk menetap karena Daniel akan membawa Ayana kembali untuk tinggal di Maldives.


"Darren kau tidak apa apa?" sapa Georgina dengan Ryuu didalam gendongannya, ia baru saja masuk kedalam kamar, ini masih sore tapi ia sudah melihat Darren menghabiskan beberapa gelas Wine.


Georgina mendudukkan Ryuu didalam box nya agar anak yang sudah hampir berusia dua tahun itu bermain dengan mobil mobilannya.


Ryuu sebenarnya memiliki kamar sendiri namun Darren tak bisa pisah tidur dengan putra semata wayangnya itu hingga dikamar pribadinyapun ada Box milik Ryuu.


Georgina duduk disebuah kursi yang berhadapan dengan Darren, mereka diantarai sebuah meja bundar kecil dimana terdapat sebotol Wine dan gelas kosong disana.


"Kau sudah tahu bukan ceritanya?"Tanya Darren, ia merasa malas jika harus kembali menjelaskan masalah yang kini selalu membuatnya uring uringan.

__ADS_1


Georgina mengangguk patuh, tentu ia sudah tahu selain dari pembicaraan Darren dan Nyonya Bosley, ia juga sudah memaksa Lohan untuk bicara, namun Asisten itu terlebih dahulu sudah di ingatkan agar tidak menyinggung asal usul Ryuu.


Sehingga yang Georgina tahu Saat masih menjadi istri Darren Ayana berselingkuh dengan Daniel karena tidak tahan dengan perlakuan Darren kepadanya yang terlalu mengekangnya.


Dan yang Georgina takutkan adalah Darren, tingkahnya belakangan ini menunjukka jika suaminya itu masih memiliki perasaan yang mendalam kepada mantan istrinya yang kini sudah menjadi kakak iparnya itu.


"Georgina, Ayana adalah wanita yang paling aku cintai, tak ada yang bisa menggantikan posisinya dihatiku sampai kapanpun" Ucap Darren tanpa perasaan.


Deg... Saat itu pula jantung Georgina seakan berhenti berdetak, ia merasa pengorbanannya selama ini sia sia sebagai istri Darren demi memperjuangkan Hati suaminya, ternyata tak ada tempat untuk dirinya didalam hati Darren.


"Aku hanya ingin jujur kepadamu Georgina, aku tak ingin menyembunyikan apapun darimu meski aku sadar kejujuranku melukaimu, Aku mencintai Ayana, tapi aku sadar tak akan bisa mendapatkannya kembali, meski harus mengancamnya dengan nyawaku sekalipun Ayana tak akan pernah kembali padaku" Ucap Darren dengan air mata yang tertahan.


"Lantas kau ingin aku bertahan dengan ini semua?"

__ADS_1


"Bantu aku Georgi, bantu aku" Daren meluruh dihadapan Georgina hingga berlutut dan memeluk kaki istrinya itu, "Tampar aku, pukul aku jika nanti aku kehilangan kesadaran dan menginginkan Ayana kembali, aku merasa tidak pantas melakukannya apalagi sampai harus kembali mengejar cintanya" Lanjut Darren kini ia benar benar meluruhkan air matanya.


Dua orang dengan deraian air mata itu saling mengunci pandangannya, Georgina yang dewasa bisa seketika menyingkirkan rasa sakit hatinya melihat kepedihan yang dirasakan Darren akibat ulahnya sendiri dimasa lalu.


"Apa kau tahu apa yang bisa menyembuhkanmu?"


"Minta maaf? " Tebak Darren


"Tidak" Darren menggeleng " Ayana tidak akan memaafkanku, aku tidak pantas menerima maafnya"


Kini giliran Georgina yang duduk bersimpuh dihadapan Darren "Kalau begitu cintai ia sampai kapanpun, pupuk perasaanmu semakin dalam, hingga kau tersiksa dengan perasaan itu sendiri, hiduplah menderita dengan rasa cinta kepada Ayana meski kau tau tak akan pernah memilikinya lagi. Tapi Darren_" Georgina menangkup kedua tangan Darren.


"Sisakan sedikit ruang dihatimu untukku, sedikit saja agar aku bisa hidup bersamamu, dan menemanimu menjalani penderitaan karena rasa cinta yang tak terbalaskan Heem...."

__ADS_1


Darren mengangguk pelan, lalu memeluk Georgina, "Maafkan aku Georgina dan terima kasih" Lirih Darren.


__ADS_2