
Daren tak bisa menyembunyikan raut wajah panik bercampur khawatir yang terlukis diwajah tampannya, saat ia sama sekali tak bisa menemukan Ayana didalam ruang kesenian dan diseluruh ruangan yang berada dilantai 3.
Ketika hendak menuruni lantai dua ia setengah berteriak memanggil nama istrinya itu.
"AYANA!!!"
"AYANA KIMURA"
lama kelamaan ia menaikkan intonasi suaranya sehigga beberapa pelayan menyadari sesuatu yang tidak beres telah terjadi.
Beberapa pelayan yang masih bertugas menghampiri Daren.
"Ada apa dengan Nona Muda tuan?"
Namun Daren tak menjawab ia justru balik berteriak kepada pelayan itu.
"Perintahkan semua pelayan dipaviliun ini untuk mencari istriku!!!" Tukas Daren dengan suara yang bergetar.
Sontak para pesuruh berseragam yang masih bertugas berhamburan menelusuri setiap celah paviliun, sebagian pelayan yang telah tertidur bahkan juga ikut dibangunkan guna mencari keberadaan Ayana.
Lohan yang mendengar ribut ribut dari luar kamarnya segera meraih kacamata tebalnya diatas nakas, ia bertanya kepada salah satu pelayan yang nampak panik didepan kamarnya.
"Apa yang terjadi mengapa paviliun begitu sibuk padahal sudah hampir tengah malam?"
"Nona Ayana sepertinya menghilang, Tuan Daren meminta seluruh pelayan menyisir semua ruangan di paviliun utama"
"Apa!!!" Pekik lohan kaget, "ini semua pasti karena Tuan Daren, mana ada wanita yang ingin di belenggu seperti itu!" Kesal Lohan seraya bergumam sendiri, sementara pelayan tadi sudah kembali mencari Ayana.
Lohan memutuskan untuk pergi kekamar Nyonya Bosley karena ia yakin wanita tua itu belum mengetahui kabar menggemparkan ini.
.
.
.
Di Paviliun Daniel....
__ADS_1
Daniel memindai ratusan botol koleksi winenya yang berjejer rapi digudang penyimpanan miliknya yang terletak diruang bawah tanah.
Sepertinya satu botol masih kurang. Ia akan minum sepanjang malam dan berusaha melupakan masalah percintaannya yang rumit bersama Ayana.
Daniel menjatuhkan pilihan pada sebuah Botol berukuran besar, itu adalah Sababay wine. Wine asli dari Pulau Bali, salah satu pulau yang terdapat dinegara beriklim tropis indonesia.
Namun Saat hendak keluar, pintu tiba tiba saja terbuka dari luar, pria bertubuh atletis yang berada dibalik pintu itu hampir saja kepentok.
"Kau?" Daniel sedikit kesal pada seorang pelayan pria yang membuka pintu.
"Maafkan saya tuan" pelayan pria itu lalu menunduk dalam, karena kecerobohannya ia hampir saja mencederai pria nomor satu di Bosley group itu.
"Mengapa pelayan paviliun utama berkeliaran di paviliunku??" Tatapan Daniel penuh selidik, ia tahu dari seragam yang digunakaan pria yang masih menatap lantai itu.
"Maafkan aku Tuan sudah lancang, tapi kami diperintahkan menyisir semua ruangan di paviliun utama dan paviliun anda Tuan" jelas pelayan pria itu, masih belum berani menatap Daniel.
"Apa yang kalian cari?"
"Nona Ayana Tuan, istri tuan Daren menghilang"
Daniel terperanjat, ia teringat sesosok wanita yang mirip Ayana bèrjalan keluar hanya dengan gaun tidur, kini ia yakin itu bukan halusinasi karena mabuk, namun kenyataan .
Sementara saat pelayan masih sibuk mencari. Daren terlihat tidak sabar saat memerintahkan petugas keamanan paviliun untuk mengecek semua layar cctv.
"Cctv koridor lantai tiga" titah Daren.
Dengan cepat petugas segera mengganti tampilan layar cctv.
"Oh ada tuan" pekik sang petugas yang kemudian mengikuti setiap gerakan Ayana yang berjalan gontai dan sesekali terlihat hampir terjatuh.
"Ayana tidak!" ujar Daren saat melihat Ayana hampir saja tergelincir, ia lalu meramas kepalanya kuat.
Sementara dibelakang Daren, Nyonya Bosley dan Lohan saling bergandengan erat seraya menelan saliva kasar, mereka sejak tadi bertukar pandangan saat menyaksikan layar Cctv yang menampilkan Ayana baru saja keluar dari ruangan kesenian beberapa menit setelah mereka.
"Kalian yakin tidak membuat Ayana tersinggung?" Daren kembali bertanya dengan pertanyaan serupa, entah ini untuk yang kesekian kalinya. Sorot mata Daren begitu tajam seakan menghujam jantung nyonya Bosley dan asistennya.
"Bagaimana mungkin, kami hanya berbincang seperti biasa didalam sana, bahkan Ayana nampak sangat ceria" gugup nyonya Bosley membela diri penuh kebohongan, tidak mungkin ia berkata tidak melihat Ayana saat berada didalam ruang kesenian, meski pada kenyataannya mereka memang tidak menyadari keberadaan Ayana saat itu.
__ADS_1
"Ini semua karena dirimu!" Bisik nyonya Bosley seraya mencubit kuat lengan Lohan. Sementara Daren kembali sibuk dengan monitor cctv.
"Nyonya sakit" Lohan meringis mendapati tanda merah yang sudah terpatri dilengannya.
"Karena kau yang mengungkit pada mulanya" tukas nyonya bosley dengan suara sepelan mungkin bahkan hampir tanpa membuka mulut.
"Tapi nyonya juga yang menyelesaikan semua ceritanya" timpal Lohan yang tak ingin semua kesalahan dilimpakan kepadanya.
"Aku akan mencincang tubuhmu jika terjadi sesuatu pada cucuku!" Geram Nyonya Bosley, pada Lohan yang kini hanya bisa menunduk.
"Oh...Nona Ayana keluar lewat jendela Tuan" ujar salah satu petugas keamanan saat menemukan pergerakan terakhir Ayana didalam paviliun melalui layar cctv.
"Oh Shi*" umpat Daren, ia segera berlari cepat keluar dari ruang kendali cctv paviliunnya menuju pintu Utama.
Namun saat berada diambang pintu ia sudah melihat mobil supercar dua pintu Daniel melesat cepat dihadapannya, Namun Daren tak begitu memikirkannya.
Ia memilih sebuah mobil Hammer berukuran besar untuk mencari keberadaan Ayana, entah mengapa ia yakin Ayana pasti menuju jalanan utama, dan jika istrinya itu berjalan kaki ia yakin keberadaannya masih bisa ia jangkau dengan mobil.
Daren tak berhenti merutuki dirinya sendiri seraya memukul stirnya kuat, ia sadar kaburnya Ayana pasti adalah kesalahannya, mungkin istrinya itu mulai jengah dikurung selama berbulan bulan! Tebak Daren.
Daniel mengemudi dengan gusar, super carnya ia pacu lebih cepat dari biasanya, sambil dua manik matanya sigap menoleh kekiri dan kanan, ia pastikan akan menemukan Ayana terlebih dahulu dan membawanya pergi dari jangkauan Daren.
Mobil yang dikemudikan Daniel berhenti mendadak, saat netranya menangkap sosok berbaju putih yang tergeletak di pinggir jalan.
"Ayana!!" teriaknya sembari menghambur keluar dari dalam mobil, Ia mengemudi hanya dengan menggunakan kimono tidur dan celana boxer sebagai dalama*nya.
"Ayana!!"panggil Daniel panik dengan suara bergetar, ia mendekap tubuh Ayana kedalam gendongannya, wajah Ayana nampak sangat pucat dengan tubuh sedingin es.
Langkah Daniel terhenti oleh sebuah suara yang menggelegar, ia urung membawa Ayana masuk kedalam mobil, Daren memdekat dan menutup kembali pintu mobil yang hemdak dibuka Daniel.
Matanya merah saga menatap sang istri berada didalam gendongan pria lain meski itu kakak kandungnya sendiri, ditambah lagi Daren sudah lama tidak mempercayai Daniel jika hal itu menyangkut Ayana.
"Berikan istriku!" Tukas Daren pelan namun tegas.
Tak ingin memperpanjang masalah Daniel justru membawa Ayana kesamping mobil Daren, ia juga berfikir akan sulit membawa Ayana dengan mobil nya yang kecil.
"Apa kau harus seperti ini Daniel???" Daren menatap Daniel dengan tatapan membunuh.
__ADS_1
"Kau tidak lihat dia butuh perawatan?" ujar Daniel, ia memutuskan untuk membawa Ayana sendiri masuk kedalam mobil Hammer milik Daren.