
Deru langkah sepatu Daren menyiratkan jika ada emosi yang tengah menggelora didalam dadanya, sepanjang perjalanan dari Bosley Ponsel menuju Bosley Elektronik yang kini dibawah kepemimpinan Calvin Smith, Daren tak berhenti berspekulasi. Hingga akhirnya ia menemukan kemungkinan jika Ayana sebenarnya tidak mati, Daren sadar hal itu saat kembali mengingat Asisten Daniel tak pernah lagi menampakkan dirinya saat Ayana dinyatakan tewas bunuh diri di Current Beach.
Daren tahu Adam Lee punya andil dalam hal ini. Ia tersenyum miris saat kembali mengingat Asisten itu bahkan berani memberikan ponsel miliknya kepada Ayana dulu.
Saat tiba di ruangan Calvin sang sekertaris CEO Bosley Elektronik segera berdiri dan menundukkan kepala memberi hormat pada Chairman itu.
Sekertaris itu tidak bisa melakukan apa apa saat Darren langsung masuk begitu saja tanpa bertanya dulu kepadanya.
Kreek......
Calvin membuka kacamatanya saat Darren mendekatinya dan duduk di hadapannya dengan wajah penuh amarah.
"Ada apa? mari berbincang di sofa" Ajak Calvin seraya berdiri dan menunjuk kearah sofa.
Melihat Darren tak mengindahkan tawaran Calvin , ia langsung meletakkan sebuah tablet dengan kasar dimeja Calvin, hingga pria itu kembali duduk.
"Apa Ini?" Calvin meraih tablet dengan layar sudah menyala diatas mejanya, ia sempat terperanjat saat melihat foto foto Daniel bersama Ayana disana, namun sepersekian detik Calvin sudah bisa menetralkan ekspresinya.
Cepat atau lambat Darren pasti akan mengetahui segalanya.
Calvin menaruh kembali tablet tersebut diatas meja lalu mengaitkan kesepulu jemarinya dengan kedua siku bertumpu diatas meja. Jangan tanyakan bagaimana perasaannya saat ini, ia seakan sudah siap menyerahkan tubuhnya untuk diamuk Darren, seperti yang dilakukan Daniel saat pertama kali mengetahui jika Ayana masih hidup.
God, kenapa begitu rumit kisah cinta dua saudara ini.
"Katakan kalau ini semua bohong! Katakan kalau itu bukan Ayana istriku! Katakan kalau Daniel bukan menikah dengan Ayana tapi menikah dengan Gadis yang wajahnya persis seperti Ayana! Katakan Calvin Smith!! Kenapa kau hanya Diam?" Darren setengah berteriak saat mencerca Calvin.
"Bunuh aku Darren, bunuh aku saja" ujar Calvin frustasi sambil menarik sendiri kerah bajunya, ia tahu sudah menyakiti hati Darren dengan menyembunyikan Ayana. Calvin tahu Darren pun sama terlukanya seperti Daniel, meski semua yang terjadi pada Ayana disebabkan oleh dirinya sendiri.
__ADS_1
"Aaakhhhhh" Darren bangkit dan berteriak frustasi, ia menundukkan wajahnya dengan kedua telapak tangannya pertumpu pada meja. Matanya memerah dengan air mata yang seakan tercekat.
"Kenapa Calvin? Kenapa kau melakukan ini padaku?" Satu tangannya Darren meninju meja kerja Calvin hingga terdengar bunyi buku buku jarinya yang seakan bergemertak.
"Dengar dulu penjelasanku Darren....."
"Apa Daniel tahu ini sejak Awal?"
"Tidak Darren, Daniel juga baru mengetahuinya satu bulan yang lalu"
"Kau sengaja menyembunyikan istriku dan memberikannya pada sahabatmu??"
" Darren....harusnya kau bersyukur Àyana masih hidup, setidaknya kau masih punya kesempatan untuk meminta maaf " Ujar Calvin, ia tak tahu dari mana datangnya keberaniannya hingga kata kata itu lolos begitu saja dari mulutnya.
"Tapi dia istriku Calvin" Darren menepuk dadanya kuat.
"Dia sudah menikah dengan Daniel, ia kakak iparmu sekarang, tanpa sadar kau sudah menceraikannya dengan menikahi Georgina dan mengurus akta kematiannya, Kini tak ada lagi wanita yang bernama Ayana, ia resmi menyandang Nama Lee Ha Jin sekarang yang merupakan Adik dari Adam Lee"
Darren meramas rambutnya kuat ia tak tahu lagi harus berkata apa apa, marah , cemburu , merasa dibodohi bercampur menjadi satu. Terlebih lagi semua yang dikatakan Calvin benar, ia kini sudah memiliki Georgina dan karena Ayana sudah dinyatakan meninggal secara otomatis menggugurkan pernikahan mereka yang sudah berpisah demi hukum.
Haruskah ia berjuang lagi?
Atau menganggap semua yang terjadi kini adalah karma untuknya?
Saat mulai tenang Calvin mulai angkat bicara, Darren hanya bisa terdiam dengan air mata yang perlahan meluruh saat Calvin mulai menceritakan awal mula bagaimana Adam Lee akhirnya memutuskan untuk menyembunyikan Ayana hingga akhirnya berakhir menjadi Lee Ha Jin, foto terakhir yang dikirim Adam Lee sebelum akhirnya membawa Ayana tinggal di desa menjadi bukti nyata bagi Darren betapa menderitanya wanita itu kala berusaha melupakan semua ingatannya.
Dalam gambar itu Ayana yang duduk diatas kursi roda terlihat begitu kurus dengan tulang pipi menonjol dan sorot mata sayu yang mendalam.
__ADS_1
.
.
.
"Oppa jaga ibu baik baik" mata Ayana masih begitu sembab saat memeluk Adam Lee di Bandara, hanya pria itu yang sempat mengantar kepergiannya bersama Daniel.
Semalaman Ayana menangis saat tidur bersama wanita yang sudah ia anggap seperti ibu kandungnya sendiri itu. Terasa berat untuk meninggalkan Adam Lee dan Ibunya, meski Daniel berjanji akan lebih sering mengunjungi Korea nantinya.
"Sudah, jangan menagis lagi perjalanan ke Maldives begitu lama kau harus fit, menangis hanya akan membuat tubuhmu drop" Adam Lee melonggarkan pelukannya lalu mengusap wajah air mata Ayana dengan kedua jempolnya seraya menangkup wajah cantiknya.
Wanita itu hanya mengangguk pelan, Adam Lee lalu membenamkan kecupan di dahi Ayana sebagi salam perpisahan, dan hal itu berhasil membuat Daniel menelan saliva kasar.
Ia membuang pandangannya, meski tahu Adam Lee dan Ayana sudah seperti saudara kandung, namun mengingat pria itu adalah mantan asisten yang kini seenaknya menyentuh istrinya terkadang membuatnya geram sendiri. Daniel masih dalam proses beradaptasi dengan hubingan Ayana dan Adam Lee, ia berusaha menjadi ipar yang baik bagi mantan Asistennya itu, ia bahkan meminta Calvin mengangkan Adam Lee sebagai direktur perwakilan Kantor Bosley Elektronik di Seoul, itu sebagai hadiah karena pria itu sudah merestuinya menikahi Ayana.
"Hufhht, sampai kapan rangkul rangkulannya?" Daniel memutar matanya Jengah.
Ayana segera melepas palukannya dan berpindah pada lengan kekar Daniel.
"Baiklah Oppa kami berangkat dulu"
"Heem, jangan lupa beri kabar" Adam lalu beralih kehadapan Daniel dan memeluknya layaknya seorang kakak kepada Adik laki lakinya, meski pada kenyataannya Usia Daniel lebih tua dua tahun ketimbang Adam Lee.
"Jaga Adikku baik baik"
"Kau tenang saja, aku akan menjaganya lebih baik dari pada nyawaku sendiri" timpal Daniel.
__ADS_1
Mereka akhirnya benar benar berpisah dibandara, Daniel dan Ayana bertolak menuju Maldives dengan penerbangan first class, mereka akan menikmati masa bulan madu yang cukup lama disebuah pulau yang sejak lama Sudah Daniel persiapkan untuk Ayana.
Daniel dan Ayana akhirnya tiba di Maldives, jika di Korea tengah musim dingin namun tidak dinegara ini, suhu disini tergolong hangat dikisaran 30 derajat celcius.