
1 tahun kemudian.
Daniel duduk diatas sebuah jembatan kayu dan menatap nanar kearah Danau pribadinya, sejak kepergian Ayana ia lebih banyak menghabiskan waktu didalam Hutannya sambil mengingat wajah ceria Ayana, itu menyakitkan namun ia memutuskan untuk tetap hidup bersama rasa sakit itu meski menggerogoti jiwanya secara perlahan.
Sementara Para kolega dan keluarganya kini tengah berpesta ria dengan tema garden party di kediaman Bosley, Mereka tengah merayakan pernikahan kedua Daren dengan seorang wanita yang berasal dari Inggris, Nyonya Bosley sengaja menjodohkan anak dari sahabatnya itu yang masih keturunan darah biru dengan Daren, agar wanita itu kelak bisa menjadi panutan bagi Ryuu cucu Tunggal keluarga Bosley.
Daniel melempar satu botol wine yang sudah kosong kedalam Danau, entah itu sudah botol yang keberapa kalinya selama satu tahun ini, namun ia tak peduli, Bagi Daniel ia akan tetap berjibaku dengan Alkohol sampai maut menjemputnya.
Tak lama berselang Daren datang dengan setelan tuksedo lengkap, ia membawa seorang anak kecil berusia satu tahun didalam gendongannya, Daniel menoleh sekejap lalu kembali membuang pandangannya, hatinya bagai diiris sembilu setiap kali melihat wajah Ryuu yang sangat mirip dengan Ibunya.
Daren ikut bersila disamping Daniel, dan menatap Danau yang nampak sudah tidak terurus itu.
"Ryuu...lihat Itu danau uncle niel " Ujar Daren mencoba memecah keheningan, dengan mengajak bicara putranya yang kini duduk dengan tenang diatas pangkuannya.
"Aku baru selesai merokok, harusnya kau tidak membawanya kesini" Daniel berujar tanpa mengalihkan pandangannya, hingga sesuatu yang terasa kecil menarik lengan kemejanya.
Ryuu menatap Daniel sambil tersenyum dan bersuara khas bayi satu tahun.
Bahkan matanya pun sangat mirip. Daniel membatin, ia lalu menengadahkan pandangannya dengan mata yang mulai berkabut menatap rindangnya pohon maple di awal musim dingin ini.
"Sampai kapan kau akan seperti ini ? perusahaan membutuhkanmu" Daren menatap lekat saudaranya itu, Setelah Ayana dinyatakan tewas tenggelam dan jenasahnya tidak ditemukan, Daniel langsung mundur dari kursi Chairman Bosley Group dan pemimpin Bosley Elektronik. Ia lebih banyak menghabiskan waktu dirumah ditemani Alkohol dan rokok.
Kini jabatan Chairman dipegang Daren, dan Ceo Bosley elektronik dijabat oleh Calvin. Sementara Daren masih memegang penuh kursi kepemimpinan perusahaan ponselnya.
__ADS_1
"Cih..." Daniel berdecih mencemooh "Ternyata kau masih bisa menerima wanita lain dihidupmu, sedangkan aku" Daniel menepuk kuat dadanya mata teduhnya mulai terlihat basah," Aku bahkan tak tahu apakah bisa melanjutkan hidup hingga hari esok, harusnya kau menyerahkan Ayana padaku saat itu, Aku benar benar tidak bisa hidup tanpanya" Daniel menundukkan wajah dengan satu tangan menutup matanya seakan menahan buliran beningnya jatuh.
"Hah....." Daren mendesah kuat, apakah Daniel berfikir sedangkal itu terhadap dirinya? Seorang pria yang bisa dengan mudahnya menikah kembali setelah membuat istrinya bunuh diri.
"Aku mungkin akan sepertimu jika tidak memiliki Ryuu, aku hanya berusaha terus hidup demi putra yang ditinggalkan Ayana untukku, Aku depresi , frustasi, setiap melihat air yang dalam ingin rasanya menenggelamkan tubuhku dan tidak muncul kepermukaan, aku ingin membayar semua perlakuanku pada Ayana Tapi.....Ada kehidupan lain yang harus kujaga, dan saat ini ia sangat membutuhkan figur seorang ibu, kau fikir aku senang dengan pernikahan ini dan sudah melupakan Ayana? Kau salah Daniel! Disini..." Daren menekan dadanya dengan telunjuk.
"Aku masih menyimpan Ayana disini, ia bahkan sudah menjadi bagian dari dalam hatiku yang tak akan pernah kulupakan, bahkan jika aku harus kehilangan ingatanku sekalipun, Ayana akan tetap disini" pilu Daren.
Beberapa menit hanya terdengar bunyi sapuan daun Maple yang diterpa angin misim dingin, hingga Ryuu mulai berceloteh memecahkan suasana.
"Da..Da...da.." ucapnya polos sambil menatap Daren dan Daniel bergantian,ia seakan ingin berkata jika kedua ayahnya itu tak boleh bersedih karena ada dirinya disini.
Daren mengambil Ryuu yang mulai merangkak kearah Daniel dan mendudukkannya kembali kepangkuannya.
"Mungkin ia kecewa, aku gagal menjaga Ayana" hanya itu uang bisa Daniel lontarkan, tanpa surat pengunduran diri Adam Lee meninggalkan perusahaan Bosley begitu saja, itu membuat Daniel yakin jika pria blasteran Korea Amerika itu memang kecawa padanya. Karena hal itu pula Daniel tidak pernah mencari tahu prihal Adam Lee, lagi pula ia juga bukan Chairman lagi yang membutuhkan Asisten pribadi.
Lagi lagi dua orang itu menghela nafas bersamaan.
Melihat Ryuu yang sudah mulai rewel Daren memutuskan untuk membawa putranya pulang, mungkin bayi setengah Jepang-Amerika itu ingin minum susu.
"Aku pulang sepertinya Ryuu Lapar"
"heem" Daniel hanya berdehem sambil menatap bayi satu tahun itu perlahan mulai menjauh darinya.
__ADS_1
Setelah cukup jauh berjalan Daren kembali menoleh, melihat Daniel yang sudah mulai membuka botol wine yang baru.
"Ucapkan bye bye pada Daddy mu putraku" bisikan Lirih diperdengarkan Daren pada Ryuu yang sama sekali tidak mengerti apa apa itu.
Bocah itu hanya mengoceh tak jelas seraya memainkan rambut sang ayah, sementara Daren tersenyum simpul penuh makna. Ia memang sudah mengetahui semuanya, tiga bulan setelah kasus bunuh diri Ayana.
Wanita yang ia sewa untuk memahat luka dihati Ayana mendatanginya dengan perut yang mulai membuncit, ia menuntut Daren bertanggung jawab atas anak yang tengah ia kandung, namun Daren bukanlah pria bodoh ia terlebih dahulu mengetes DNA bayi didalam kandungan wanita tersebut, ia sama sekali tidak berniat menikahi wanita itu meski hasilnya cocok dengan dirinya, ia akan bertanggung jawab dengan caranya sendiri, yakni membuat uang menyelesaikan segalanya.
Hasil yang keluar adalah negatif, namun karena hasil tersebut Daren jadi meragukan dirinya sendiri, padahal dua kali ia melakukannya tanpa pengaman. Akhirnya ia memeriksakan dirinya kembali kepada dokter yang pernah memeriksanya dulu, namun saat mengetahui niat Daren Dokter tersebut mengakui segalanya dan bersedia mengembalikan semua uang yang diberikan Nyonya Bosley lalu berlutut dan memohon maaf kepada Daren.
Sejak saat itu, Daren semakin merasa bersalah kepada Ayana, kini ia tahu mengapa ibunya begitu kekeuh merestui pernikahannya, ternyata hanya untuk mendapatkan seorang cucu, tentu Daren bisa menebak jika ibunya pasti mengetahui kalau Ryuu bukanlah darah dagingnya melainkan anak Kakaknya dan wanita itu bahkan mendiaminya, Daren sadar jika Ayana hanyalah sebuah alat untuk melahirkan keturunan Bosley.
.
.
.
Tok tok tok
Seorang pria masuk keruangan CEO Elektronik Bosley dengan sebuah informasi yang ia bawa dalam benda pipih lebar ditangannya.
Calvin menyambutnya dengan mata berbinar, ia bIsa lihat riak wajah keberhasilan yang terpampang diwajah orang suruhannya itu. Orang yang sudah setahun ini menjadi poros amarahnya karena tidak pernah berhasil membawakan apa yang ia mau.
__ADS_1
Yah, Calvin selalu geram tatkala ia tak pernah lagi bisa mendapatkan informasi mengenai Adam Lee dan Ayana di Korea sana, mantan Asisten Daniel itu sama sekali tidak menepati janjinya, tiga bulan awal kepergiannya ia masih menerima informasi mengenai Ayana, namun setelah lewat batas perjanjian Adam Dan Ayana bagai lenyap ditelan bumi, Calvin bahkan beberapa kali mengganti koneksinya di Korea guna menemukan dua orang itu namun hasilnya selalu nihil.