
Lohan berlari kecil menyusuri anak tangga yang melingkar di paviliun utama kediaman Bosley, ia menemukan sang majikan di sebuah ruangan berukuran besar yang biasa dipakai Nyonya Bosley untuk menyalurkan kegemarannya seperti melukis dan merangkai bunga,hari ini wanita tua itu merangkai sebuah bunga didalam vas keramik bermotif bunga lotus yang diberikan Daniel saat ia melakukan perjalanan ke china.
"Nyonya...."cicit Lohan dari balik pintu, ia lalu melangkah masuk dengan melangkah pelan agar tidak menyenggol beberapa hasil rangkaian bunga serta lukisan nyonya bosley yang sangat banyak jumlahnya.
Nyonya Bosley melepas kacamatanya saat lohan sudah berdiri tepat dihadapannya.
"Bagaimana lohan??" tanya wanita tua itu, ia memang menyuruh lohan untuk melihat apakah kunjungan Daniel beberapa waktu lalu ke menara Bosley mempertemukan Ayana dan Daniel atau tidak.
"Nyonya aku menemukan ini Dari petugas cctv" Lohan menyerahkan Ipad kepada nyonya Bosley untuk ia lihat, didalam layar berukuran 12 inci itu diputarkan sebuah video hasil tangkapan kamera cctv pada lantai 50, terlihat Daniel yang datang lebih dahulu dan naik kearah rooftop kemudian Ayana datang kemudian, satu jam berikutnya Ayana terlihat buru buru keluar kemudial disusul Daniel dari belakang.
Mata Nyonya Bosley berbinar menatap video dan Lohan bergantian, "Lohan, bagaimana dengan cctv di rooftoop?" tanya wanita tua itu penuh nafsu.
"Sayangnya di rooftop tak ada cctv nyonya jadi kita tidak tahu apa yang mereka lakukan" Jawaban Lohan ini membuat nyonya Bosley berdecak kesal.
"Tapi nyonya.....yang aku dengar setelah hari itu Tuan Daniel mengangkat beberapa orang karyawan kontrak menjadi karyawan tetap dan salah satunya adalah Ayana Kimura dan anda tahu nyonya....."Lohan sempat menghentikan perkataannya untuk membuat atasannya itu penasaran.
"Lalu apa lohan ceritakan semua" gerutu nyonya Bosley.
"Lalu tiba tiba saja departemen pemasaran di Bosley Elektronik meminta Ayana Kimura agar dimutasi disana"
Mata nyonya Bosley seketika membola sempurna dan tersenyum penuh harap mendengar penuturan Lohan.
"Sepertinya Tuhan merestui rencanaku" gumam wanita tua itu. meski hal yang ada dibenaknya belim bisa dipastikan benar namun Nyonya Bosley bisa mengetahui jika Daniel sepertinya punya ketertarikan kepada Ayana.
Nyonya bosley lalu menggeser Layar ponselnya mencari foto Ayana yang dibalut Kimono dan menatapnya lekat, ia seperti sudah tidak sabar untuk menggendong cucu yang dilahirkan Ayana namun hasil benih Daniel, tapi terlebih dahulu ia harus menikah dengan Daren agar rencananya bisa berjalan mulus.
"Tapi nyonya....."lohan seketika ragu..
"kenapa??" nyonya Bosley mengernyitkan dahi melihat gurat pesimis yang ada diwajah Lohan.
__ADS_1
"Bagaimana jika Ayana dan Tuan Daniel terjebak cinta dan mereka melakukannya tanpa sepengetahuan nyonya, Maka nona Ayana Akan hamil diluar ikatan pernikahan.
"Hush...! jangan merusak moodku lohan" Tukas nyonya Bosley. wanita berkaca mata itupun segera mengunci mulutnya.
...***...
Ayana mengerjapkan matanya seraya menggeliat, dengan kedua tangan keatas, ia berbalik dan memeluk guling berusaha mengumpulkan nyawa yang sejenak menetap dialam mimpi.Ia melihat sekeliling dengan mata yang masih belum terbuka sempurna, sebagian dari tirai penutup kamar sudah terbuka membuat sinar matahari menerangi seluruh ruangan. Ayana lalu meraba tempat tidur yang begitu empuk, bagian samping nampak begitu kosong dan tidak lusuh, Ayana yakin jika ia semalaman tidur seorang diri, karena sebenarnya Daniel yang sudah merapikan bagian tempat tidurnya agar tidak menimbulkan kecurigaan gadis cantik itu.
Gadis itu sontak terbangun dan memukul kepalanya pelan, ia pasti sudah menjadi tamu yang tidak tau diuntung bagaimana mungkin ia tidur disini dan Daniel tidur di sofa, keyakinan Ayana semakin menjadi tatkala ia melihat bantal diatas sofa yang memang sudah disiapkan Daniel, Ayana tidak sadar jika semalaman mereka tertidur dalam keadaan saling berpelukan dengan Daniel yang setengah bug*l.
Ayana bangun dari tempat tidurnya ,kemudian membasuh wajahnya didalam kamar mandi, ia sama sekali tak menemukan keberadaan Daniel didalam kamar, gadis itu lalu berjalan menuju pintu kaca dan membukanya.
Seketika mata Ayana disuguhkan dengan pemandangan birunya laut dan langit yang seakan saling mengadu keindahan, Ayana berjalan kekiri dan kekanan tanpa alas kaki namun masih tak menemukan keberadaan Daniel, Tapi saat melihat kebawah Ayana bisa melihat sebuah pergerakan dibawah permukaan air laut yang muncul kepermukaan secara perlahan.
"Daniel..." tegur Ayana begitu melihat kepala pria itu yang menyembul keluar.
Namun betapa kagetnya Ayana saat melihat Daniel yang hanya menggunakan celana renang yang hanya menutupi bagian paling penting ditubuhnya itu.
"Tuan...Daniel!!!" pekik Ayana lalu membalikkan tubuhnya membiarkan Daniel menutupi bagian bawah tubuhnya dengan sebuah handuk putih.
"Dasar mesum" gerutu Ayana yang didengar Daniel dan membuat pria itu tersenyum simpul.
"Mesum?"
"Maafkan aku tuan, aku yang tidak tahu malu!" tutur Ayana merasa bersalah seraya menundukkan kepalanya dalam.
Daniel hanya terkekeh, ia lalu meraih pergelangan tangan Ayana dan membawanya masuk kembali kedalam kamar, setelah sampai Daniel mengambil sebuah paket dari dalam lemari dan memberikannya kepada Ayana. Itu adalah beberapa lembar pakaian khas musim panas lengkap dengan dalaman.
Wajah Ayana seketika merona merah jambu menunduk dan memeriksa setiap lembar pakaian yang diberikan Daniel, semuanya adalah dress selutut dengan belahan dada rendah ada pula dres tank top yang sangat menggoda, tak lupa pula Daniel membeli beberapa pasang biki*i. Ayana menelan saliva rasanya tidak salah jika ia menilai Daniel sebagai pria mesum.
__ADS_1
"Aku harap kau menyukainya, aku tidak mengajakmu karena kau begitu lelap tutur Daniel"
Ayana menempelkan satu persatu baju itu dibagian depan tubuhnya, ia merasa jika baju itu memang dibuat untuk tubuh mungilnya, Daniel seperti benar benar tahu bagaimana ukuran tubuhnya.
"Terima kasih aku akan membayarnya jika aku menemukan koperku kembali" ujar Ayana sambil tersenyum manis, membuat Darah Daniel berdesir lirih seakan hendak langsung menerkam gadis Jepang itu.
"Bukankah sudah kukatakan kau tak perlu membayarnya dengan uang" balas Daniel.
"Lalu dengan apa ?" tanya Ayana bingung
Tubuh indahmu!!! gumam Daniel didalam Hati seraya tersenyum licik penuh makna.
"Dengan waktumu!!"
"Waktu?"
"Iya habiskan semua waktu liburanmu bersamaku, hanya sampai kopermu ditemukan"
Harusnya Ayana bahagia mendengar perkataan Daniel yang bersedia menerimanya, tapi ada sedikit rasa ragu yang terbesit didalam hati Ayana, ia malah berfikir sudah menggangmu waktu Liburan Daniel.
"Ada apa? kau keberatan?" Tanya Daniel melihat Ayana menggigit bibir bawahnya Ragu.
"Tidak, hanya saja aku merasa sudah mengganggu waktumu"Jawab Ayana tertunduk malu, bagaimana tidak baru semalam saja ia berfikir sudah membuat pria itu tidur di sofa dan mengeluarkan banyak uang untuk membelikannya pakaian.
"Kau sama sekali tidak menggangguku" Daniel mengangkat dagu Ayana, dan merasuk kedalam dua bola mata yang menatapnya penuh rasa penyesalan.
"Tapi......"
"Tidak ada tapi tapi an, sebaiknya ganti baju karena kita akan menikmati keindahan laut maldives hingga matahari terbenam" tutur Daniel semangat.
__ADS_1