HIASAN RANJANG KAKAK IPAR

HIASAN RANJANG KAKAK IPAR
Bab 70


__ADS_3

Setelah tiga hari pencarian akhirnya pesawat xxx air ditemukan, mereka sempat melakukan pendaratan darurat di sungai Missisipi, namun karena medan yang sulit dijangkau butuh waktu yang cukup lama untuk mengevakuasi semua korban kecelakaan, dari sekian ratus penumpang tiga puluh diantaranya dinyatakan meninggal dunia, dan dua korban meninggal dunia adalah Tuan Kimura dan istrinya.


Perusahaan Bosley Group ikut menggerakkan tenaga maupun materi dalam upaya menemukan pesawat xxx Air yang hilang, tentunya itu semua dalam perintah sang Chairman Daniel Bosley.


Semua media sudah memuat berita mengenai besan keluarga Bosley yang turut menjadi korban tewas dalam kecelakaan naas tersebut.


.


.


.


"Bangunlah menantuku sayang" ucap Nyonya Bosley yang duduk disamping ranjang Ayana seraya mengelus punggung tangan wanita Jepang itu.


Sejak mengetahui jika menantunya itu sudah menjadi yatim piatu, ia berjanji kepada dirinya sendiri untuk memperlakukan Ayana lebih baik dari pada kedua putranya sendiri, wajah Ayana yang terlihan teduh dan belum pernah membuka mata setelah operasi itu seakan menyayat hatinya yang terdalam, ia sadar sudah melukai perasaan menantunya itu.


Nyonya Bosley tidak pernah berhenti menangis memikirkan nasib tragis yang akan menyambut Ayana ketika ia membuka mata kelak.


"Lohan apa menurutmu Ayana akan memaafkan kita? Secara dia sudah mendengar semuanya di ruang kesenian" Nyonya Bosley berbalik dan menatap Asistennya itu dengan mata berkaca kaca.


"Tenanglah nyonya, aku yakin Nona Ayana akan mengerti semuanya" Balas Lohan, meski Ragu jika Ayana akan memaafkan perbuatan mereka.


Tak lama kemudian pintu terbuka, Daren masuk lalu berjalan gontai menuju kesalah satu sofa ruang perawatan vvip itu, langkahnya berat seakan setumpuk dosa tengah menahan kedua kakinya.


Daren menghempaskan saja bokongnya disofa tersebut lalu memijit kepalanya yang seakan ingin pecah, ia bahkan tak berani menatap wajah yang seperti tengah tertidur pulas dihadapannya

__ADS_1


Ia tak termaafkan!


"Daren bagaimana jenazah mertuamu?" Nyonya Bosley menghampiri putranya yang nampak lusuh itu , lalu mengelus punggung bidangnya, sebenarnya wanita itu masih sangat marah kepada Daren mengingat perbuatannya pada Ayana yang menyebabkan wanita itu melahirkan secara prematur, namun sebagai ibu ia tidak bisa menutup mata jika saat ini Daren butuh dukungan darinya, Kehilangan mertua dan istri yang belum sadarkan diri pasti berat bagi Daren, pikir Nyonya Bosley.


"Daniel dan Adam Lee sekarang di New Orleans mengurus semuanya" Jawab Daren masih memijit kepalanya, sebenarnya itu semua adalah tanggung jawabnya sebagai menantu, namun rasa bersalah yang membuncah didadanya membuatnya merasa tidak pantas untuk berbuat baik kepada Tuan Kimura dan sang istri, maka dari itu ia tidak menolak saat Daniel menawarkan akan mengurus segalanya sampai kepada pemakamannya.


"Apa kita harus menunggu Ayana sadar baru mengadakan upacara pemakaman, setidaknya Ayana harus bertemu dengan orang tuanya untuk yang terakhir kalinya " Usul Nyonya Bosley,yang membuat hati Daren bagai diiris sembilu.


Terakhir kali? Akh....ia semakin memijat kepalanya kuat, dia benar benar seorang suami dan menantu yang buruk, ia membuat Ayana hanya memiliki kenangan terburuk bersama kedua orang tuanya disaat saat terakhir.


Apa yang akan ia katakan begitu Ayana sadar?


Orang tuamu sudah meninggalkan kita untuk selama lamanya ?


Oh God! Daren benar benar gusar dan frustasi.


"Tidak perlu ibu, jenazahnya sudah mulai membusuk, sementara kita tidak pernah tahu kapan Ayana sadar" tutur Daren, ingin rasanya ia memutar waktu dan memperbaiki segalanya, Memperlakukan istrinya lebih baik lagi tak ada kekerasan, dendam dan hal yang membuat Ayana menderita lainnya.


"Maafkan aku Ayana" Daren membatin.


Ia lalu berjalan gontai menuju ranjang Ayana, duduk di tepi ranjang dan mengusap wajah pucat istrinya, Daren tersenyum getir untuk dirinya sendiri, bahkan jika harus bersujud memohon maaf ia yakin Ayana tak akan pernah memaafkannya.


"Dia harus bangun untuk melihat anaknya" lagi lagi Nyonya Bosley mengikuti langkah Daren, sementara Lohan hanya bisa diam di sudut ruangan sebisa mungkin hanya menjadi pendengar yang baik bagi Atasannya.


"Anakmu Ryuu" nafas Nyonya Bosley seperti tercekat, sama seperti Daren wanita tua itu juga merasa sangat bersalah kepada menantunya, "Anakmu itu sama seperti ibunya" lanjut Nyonya Bosley lagi, ia ingat percakapannya bersama Nyonya Kimura dihari pernikahan Daren dan Ayana, wanita Jepang Itu seakan menaruh harapan yang besar kepada Nyonya Bosley untuk menjaga putrinya dengan baik.

__ADS_1


"Apa maksud Ibu?" Daren menoleh dan menatap wajah sendu ibunya yang seakan berkabut.


"Ayana juga dilahirkan prematur, sama seperti Ryuu, ia seorang bayi perempuan yang amat dinantikan kehadirannya oleh pasangan Kimura setelah lebih sepuluh tahun menikah, paru parunya tidak sempurna saat lahir namun ia bisa bertahan dengan cinta kasih orang tuanya, Nyonya Kimura menjaga putrinya lebih dari pada menjaga nyawanya sendiri huhfht Ayana tumbuh tanpa pernah mendapatkan kekerasan apapun Tuan Kimura selalu memastikan itu mereka menjaga putrinya layaknya berlian yang berharga" Tutur Nyonya Bosley penuh rasa penyesalan, padahal ia tahu itu semua namun tetap saja memanfaatkan Ayana, ia gagal menjaga amanat Nyonya Kimura.


Mendengar perkataan ibunya Daren tiba tiba merasa sakit didadanya, buliran bening lolos dari kedua sudut matanya, rasanya sekarang ini ia adalah monster paling jahat yang ada didunia, ia sudah memgambil seorang putri yang berharga bagi kedua orang tuanya dengan dalih ikatan suci pernikahan lalu menyiksa mentalnya tanpa ampun.


"Ayana berapa kalipun aku minta maaf kelak, tolong jangan maafkan aku" Ujar Daren sangat lirih.


.


.


.


Hati Daren perlahan meluluh, ia bertekad tak akan mengekang Ayana lagi meski sebenarnya sudah terlambat, dua orang bodyguard sudah tak nampak menjaga kamar perawatan Ayana, namun bukan berarti ia membebaskan Daniel untuk menengok istrinya, ia tetap tak pernah mengijinkan pria itu masuk kedalam kamar Ayana apapun alasannya! Selama ia masih menyimpan rasa cinta meskipun hanya setitik.


"Tuan...Ada rapat penting yang harus anda hadiri, kami sudah menundanya kemarin namun hari ini tidak bisa ditunda lagi" akhirnya kata kata itu terucap juga dari bibir Asisten pribadi Daren setelah tiga puluh menit kedatangannya dan hanya bisa menatap punggung Daren yang duduk disisi ranjang Ayana.


"Bagaimana Jika ia bangun dan aku tidak ada" Daren mengucap datar, dengan mata yang masih menatap wajah istrinya, ini sudah satu minggu dan Ayana hanya berbaring disana tanpa pernah membuka matanya.


"Tuan..." asisten Daren sudah tidak tahu harus berkata apa apa lagi, ia mengerti kesedihan Daren namun Bosley Ponsel juga tetap membutuhkan pemimpin.


"Serahkan semua pada wakil CEO"


"Bukankah tuan sudah menyuruhnya mengurus masalah di Brazil, lagi pula ini rapat pemegang saham dan akan dihadiri pemerintah terkait, anda harus melakukannya sendiri Tuan" Jelas sang Asisten

__ADS_1


"Hah...."Daren hanya bisa mendesah, sebelum beranjak ia terlebih dahulu mendaratkan sebuah kecupan di dahi Ayana.


__ADS_2