
Ayana terengah engah saat mengambil nafas, cara Daniel memanjakan bibirnya tidak pernah berubah, pria itu memang selalu buas jika berhubungan dengan Ayana.
Lama saling memandang, Ayana tidak langsung melanjutkan pagutannya, ia membelai lembut rambut Daniel dan membenamkan sebuah kecupan di dahi, dan kedua mata pria itu,mengusap rahang Daniel yang terlihat semakin tegas karena kehilangan berat badan.
Terima kasih karena masih mengharapkanku aku tidak menyangka akan menerima cinta sebesar ini dari Seorang Daniel Bosley . Batin Ayana.
"Ingin melanjutkannya?" Daniel tersenyum menggoda.
"Tidak" Ayana lalu merengkuh leher Daniel dan memeluknya erat, Daniel pun memberikan pelukan yang tak kalah eratnya.
Hingga pintu terbuka dan seorang gadis masuk sambil membelalakkan mata melihat dua orang berbeda jenis kelamin dihadapannya saling memangku dan mendekap.
"Sepertinya aku mengganggu" gadis yang tak lain adalah Ji Hoon itu segera membalik tubuhnya dan bersiap keluar.
Ayana yang menyadari kehadiran Ji Hoon terperanjat sambil melompat dari atas pangkuan Daniel.
"Eonnie....maaf..kemarilah, aku sudah selesai" Ayana menggaruk tengkuknya dengan wajah malu malu. Sementara Daniel menatap kesal kearah luar.
Ji Hoon berbalik sambil memicingkan mata, "Selesai apa?"
Ayana tak menjawab, ia memilih menghampiri Ji Hoon dan melingkarkan tangannya pada lengan Ji Hoon,"Eonnie, ada apa kemari?"
"Aku ada les privat disekitar sini dan sekalian mampir untuk ___" Ji Hoon mengambil sesuatu dari tas jinjingnya, selembar kertas ujian yang seharusnya diisi Ayana beberapa hari yang lalu, tapi karena Ayana masuk rumah sakit akhirnya hal tersebut tertunda, "Kau harus menyelesaikannya hari ini" Ji Hoon menyerahkan kertas itu pada Ayana.
Saat mengambil kertas ujiannya Ayana sempat melirik kearah Daniel Yang wajahnya sudah nampak di tekuk.
"Tuan maaf mengganggumu" Ji Hoon menunduk meminta maaf.
"Heem" Hanya deheman yang keluar dari bibir Daniel, pria itu lantas berdiri dan menanyakan letak kamar mandi kepada Ayana.
Ayana lalu mengantar Daniel kearah belakang, dan kembali pada Ji Hoon untuk menyelesaikan lembar Ujiannya.
.
.
__ADS_1
.
Daren memutar kembali video saat ia dan Ayana masih berpacaran, tawa Ayana terdengar begitu renyah ketika Daren menggelitik pinggangnya hingga gadis itu terpingkal dan jatuh diatas tempat tidur dan Daren langsung mengungkung tubuhnya, ia mematikan kamera tatkala hendak mencium bibir Ayana.
Video itu diambil Daren beberapa saat sebelum ia berhasil merenggut mahkota kesucian Ayana dengan segala bujuk rayunya.
tok
Tok
Tok
Tak lama setelah ketukan asisten pribadi Daren muncul dari balik pintu ruang kerja Daren yang terletak di paviliun utama, pria itu datang dengan membawa beberapa lembar berkas yang tersusun rapi didalam map.
"saya sudah mengurus semuanya Tuan" ujar aspri Daren sambil memyerahkan map yang dibawanya.
Daren meraih Map itu dengan tangan yang sedikit gemetar, ia tak menyangka jika akhirnya akan mengurus akta kematian Ayana Kimura istrinya, butuh satu tahun lamanya bagi Daren untuk mengurus segalanya, ini demi memperlancar pengurusan surat surat pernikahannya yang kedua.
Setelah beberapa berdiam diri Daren akhirnya turun kelantai dua untuk makan malam bersama ibu dan istrinya.
"Dia tidur lebih cepat malam ini, mungkin ia kelelahan, sejak bisa berjalan ia sudah tak mau merangkak lagi" jelas georgina antusias namun Daren hanya mengangguk anggukkan kepalanya,membuat Georgina sedikit kecewa dengan respon Daren padahal ia berharap sedikit pujian dari Daren karena sudah begitu baik mengurusi Daren meski dia tidak mengurus anak itu seratus persen karena ada dua nanny namun Georgina memberikan kasih sayang seorang ibu.
"Oh iya bu, sudah ada kabar dari Daniel? " Daren bertanya pada Nyonya Bosley yang tengah asyik menyantap makan malamnya.
"Belum, menurut Calvin dia sedang berada di Korea saat ini!" Jelas nyonya Bosley, Daniel memang tak pernah memberi kabar prihal keberadaannya, untuk itu nyonya Bosley ke Elektronik Bosley untuk memaksa Calvin bicara, karena tidak mungkin sahabat putranya itu tidak tahu keberadaan Daniel.
"Korea?" Daren memicingkan matanya "Apa ia mencari Adam Lee Mantan Asistennya?" Duga Daren dan Nyonya Bosley hanya menaikkan bahunya Acuh, ia juga tak tahu apa yang dilakukan Daniel disana, namun satu yang disyukuri nyonya Bosley setidaknya putra sulungnya itu sudah mau melakukan hal lain selain mengurung diri dihutannya ditemani minuman keras dan rokok.
Setelah makan malam Daren dan istrinya berjalan menuju kamar dan bersiap untuk tidur setelah melakukan ritual pembersihan diri.
"Georgina" Panggil Daren yang duduk ditepi ranjang.
Georgina yang tadinya duduk di depan meja rias itu segera menghampiri suaminya dan duduk disampingnya.
Daren mengeluarkan black card, ponsel keluaran terbaru yang dirancang khusus dan sebuah kunci mobil mewah dari dalam laci nakas, lalu memberikannya pada Georgina. Wajah Daren nampak sedih saat menyerahkan semua itu, hal yang memang seharusnya ia berikan kepada Georgina sebagi seorang istri keluarga konglomerat. Sesuatu yang tidak pernah didapatkan Ayana saat menjadi istrinya dulu, jangankan memberikan barang mewah, Daren bahkan merenggut kebebasan Ayana hingga akhirnya secara tidak langsung karena hal itu membunuh kedua orang tua istrinya.
__ADS_1
"Apa kau keberatan memberikan semua ini?" Georgina menangkap raut wajah Daren yang tidak biasa.
"Tidak, aku hanya teringat Ayana aku juga seharusnya memberikan hal ini tapi justru menyiksanya" Daren tersenyum miris.
Sedikit banyak Georgina juga mengetahui kisah Ayana saat menjadi menantu keluarga Bosley dari Lohan, namun tidak sampai pada kenyataan Daniel dan Ayana yang berselingkuh dan akhirnya menghasilkan Ryuu. Lohan hanya menceritakan bagaimana Daren mengekang Ayana karena dendam masa lalunya. Yah Daniel membongkar semua fakta mengenai Daren saat tiba di paviliun kala itu, ia kembali menghajar Daren hingga babak belur seraya meracau mengenai dendam Daren yang sudah mendarah daging hingga hal itu diketahui Lohan dan Nyonya Bosley.
"Kau begitu mencintainya?" tanya Georgina dengan tatapan sayu, Daren hanya terdiam sambil memegang pelipisnya seraya menunduk dalam, membayangkan wajah Ayana yang begitu tersiksa kala itu.
Diamnya Daren adalah jawaban Ya bagi Georgina, "Kau begitu mencintainya namun menyiksanya, apa kau ingin melakukan hal yang sama kepadaku? Hemm?"
Daren mengangkat pandangannya, "Apa maksudmu?"
"yah, aku begitu tersiksa dengan sikap dinginmu padaku,apa kau tak ingin mencoba untuk menerimaku sedikit saja?"
"Maaf jika sikapku menyiksamu" Daren memegang punggung tangan Georgina diatas pahanya,"Aku akan berusaha, meski setiap mencoba berbuat baik aku selalu merasa bersalah pada Ayana"
"Kau harus mencobanya, jika rasa bersalah itu kembali muncul ingat lah Ryuu, jaga putra Ayana seperti kau menjaga nyawamu sendiri" tutur Georgina penuh pengertian, latar belakang bangsawan menjadikan Georgina memiliki pembawaan yang penuh pengertian.
.
.
.
"Ibu" panggil Ayana, ia lalu duduk didekat wanita tua yang kini dianggapnya ibu itu, Ayana hendak memijat betis nyonya Lee seperti yang biasa ia lakukan namun ia menarik kakinya menjauh.
"Aku ingin memijat ibu" ujar Ayana ia kembali mendekati nyonya Lee namun wanita itu segera duduk bersila diruang keluarga.
Nyonya Lee mengusap lembut wajah putih Ayana dengan tatapan berkabut, setahun ini ia bahagia karena seakan menemukan putrinya kembali yang telah lama tiada, "Ayana...Aku merasa tidak pantas kau melakukan itu" Sedih Nyonya Bosley, yah Adam lee sudah menceritakan semua pada ibunya jika ingatan Ayana sudah pulih seutuhnya.
Ayana yang sadar akan hal itu segera memeluk ibunya, " Ibu...jangan panggil aku dengan nama itu, aku putrimu sekarang Lee Ha jin dan selamanya akan seperti itu, Aku sebatang kara sekarang ibu, jika ibu tak ingin menganggapku putri lagi, aku harus bagaimana?" Ayana menangis hingga membasahi bahu Nyonya Lee.
"Lee Ha Jin, maafkan ibu, ibu bersalah padamu bagaimana mungkin ibu meragukan putri ibu sendiri, benar sayang kau adalah Lee Ha jin, dan selamanya akan seperti itu" Nyonya Lee ikut terisak, mereka saling berpelukan erat hingga tak sadar jika Adam Lee memperhatikan dari ambang pintu.
Pria blasteran Korea Amerika itu lantas berjalan keluar dan duduk diatas sebuah dipan di beranda depan rumah, ia mengambil ponselnya untuk mengecek apakah sesuatu yang ia minta pada Calvin sudah dilaksanakan atau belum. Senyum Adam Lee merekah tatkala membaca pesan yang baru saja dikirim Calvin, pria dengan sejuta koneksi itu berhasil melegalkan identitas Ayana menjadi Lee Ha Jin. Setahun lalu Adam Lee juga melakukan hal serupa untuk memgganti identitas Ayana namun dengan cara ilegal, kini Ayana benar benar sudah resmi menyandang nama Lee Ha Jin dengan status kewarganegaraan Korea.
__ADS_1