HIASAN RANJANG KAKAK IPAR

HIASAN RANJANG KAKAK IPAR
Bab 103


__ADS_3

Ayana memgamati suaminya didalam walk in closet, saat seorang pelayan wanita yang bisa dikatankan masih muda membantunya untuk mengancing ujung lengan kemejanya.


Sejak kecil Daniel dan Darren memang sudah terbiasa dilayani oleh pelayan, Ayana juga tahu itu namun entah mengapa semenjak Hamil Ayana tidak menyukai pemandangan yang kini terpampang nyata dihadapannya.


"Apa kau bisa keluar?" Ucap Ayana tiba tiba saat pelayan itu terlihat merapikan kemeja Daniel dibagian punggungnya yang bidang dengan mengibas ngibasnya.


"Baik Nyonya" tanpa banyak bertanya pelayan itupun segera keluar, semua pelayan di paviliun Bosley memang sudah dididik untuk patuh dan tidak banyak bertanya.


Daniel menautkan kedua alisnya, mengamati Ayana yang kini berjalan sambil melipat tangannya didepan dada, wanita cantik dengan kulit seputih porselen itu nampak sangat anggun dalam balutan dress selutut tanpa lengan berwarna navy.


Ayana menghampiri Daniel dan memeriksa setiap inci kemeja yang ia kenakan, seakan menghapus jejak tangan pelayan tadi.


"Ada apa baby? Sorot matamu terlihat marah, apa ada yang membuatmu kesal?"


"Aku tidak suka wanita lain menyentuh tubuh suamiku" Jawab Ayana datar lalu mengibaskan tangannya pada kedua bahu Daniel.


"What? Maksudmu pelayan tadi?"


"Heemmm"

__ADS_1


"Astaga Ayana, kau cemburu pada seorang pelayan? Aku bahkan tidak tahu nama pelayan tadi" Daniel terkekeh lalu mencubit hidung Ayana dengan gemas, ia tidak menyangka akan melihat wajah cemburu Ayana, Daniel sadar hal ini mungkin dipengaruhi hormon kehamilan, karena pada saat melihat dirinya dengan beberapa wanita di club malam di Kota Seoul wanita yang kini sudah menjadi istrinya itu hanya bisa menampakkan kecemburuannya dengan berderai air mata.


"Aku tidak cemburu, aku hanya tidak suka" Ayana mencebik kesal.


Daniel yang sangat gemas langsung mengangkat tubuh mungil Ayana keatas etalase kaca diruangan itu, dan mengungkung tubuh Ayana.


"Daniel apa apaan ini, turunkan Aku" protes Ayana, namun pria itu tak peduli ia segara membekab bibir Ayana dengan sebuah Luma*tan lembut hingga terdengar bunyi decapan yang saling bersahutan karena Ayana juga membalas ciuman suaminya itu.


Cukup lama mereka berpagut dan saling bertukar saliva hingga membuat sesuatu dibawah sana mulai menegang.


"Sial" Umpat Daniel begitu pagutan mereka terlepas, ia sadar tindakannya sudah membangunkan sesuatu yang tidak seharusnya terbangun, mengingat Ayana belum bisa menuntaskan hasratnya sebelum memasuki masa kehamilan trimester kedua.


"Ayana...."


"Aku akan membantumu dengan cara yang lain sayang" bisik Ayana dengan tatapan menggodanya.


"Maksudnya?" Daniel mengernyitkan alis.


"Turunkan aku dulu" pinta Ayana, dan akhirnya Daniel menurunkan istrinya itu. Ayana langsung berlutut dihapadan Daniel begitu kakinya memijaki ubin.

__ADS_1


"Ayana apa yang kau?" mata Daniel melotot melihat kelakuan istri kecilnya yang sangat menggemaskan itu.


"Arghhhhh" kini hanya suara erangan kenikmatan yang keluar dari bibir tebal Daniel, ketika Ayana mulai mengulum inti Daniel hingga pria bertubuh kekar itu mengalami pelepasan.


"Bukankah nikmat?" bisik Ayana saat ia dan Suaminya tengah dalam perjalanan menuju paviliun utama.


"Heem, aku mau lagi nanti malam"timpal Daniel genit.


"Hah...." mata Ayana membulat sempurna, "Besok saja ya, rahangku pegal, Ayana memegang kedua pipinya yang memang terasa pegal, mengingat ukuran milik Daniel yang terbilang luar biasa.


"Aku tidak mau, siapa suru kau memperlihatkan kemampuanmu"


"akh....Daniel kau curang, kalau begitu kau juga harus membalasku dengan cara yang sama"


"Dengan senang hati tuan putri"


Kehangatan dengan perbincangan vulgar sepasang suami istri itu tak lepas dari sorot mata sendu seseoarang yang menyaksikannya dari jarak yang cukup dekat namun kehadirannya tidak di sadari.


Entah mengapa Darren begitu sesak melihat interaksi antara Daniel dan mantan istrinya itu.

__ADS_1


__ADS_2