
Hari keberangkatan mereka akhirnya tiba, meski sempat diwarnai adegan Drama Nyonya Bosley yang enggan melepaskan Ayana melakukan perjalanan Jauh, namun setelah bujuk rayu Ayana dan keterangan dari Dokter jika kandungannya tidak akan bermasalah
Dengan berat hati Nyonya Bosley terpaksa merelakan kepergian Ayana dan Juga Daniel.
Sebenarnya Ayana sangat ingin membawa Ryuu namun Georgina tidak mengijinkannya, ia tak bisa jika harus berpisah sehari saja dengan putra sambungnya itu.
Ayana dan Daniel lebih memilih mengalah dan hanya melambai pada Bocah batita itu sebelum masuk kedalam pesawat.
Georgi, Nyonya Bosley dan Lohan mengantarkan kepergian Ayana di lapangan terbang pribadi milik leluarga Bosley, mereka bertiga segera pulang tanpa menunggu pesawat terbang sebelumnya.
Didalam pesawat semua sudah disediakan Calvin sehingga Ayana dan Daniel hanya tinggal menikmatinya saja.
Sepasang suami istri itu duduk saling berdampingan dengan Ayana yang tak pernah melepaskan lengan kekar Daniel.
"Kau bahagia?" Daniel menyingkirkan beberapa anak rambut yang mengerubuni wajah Ayana.
"Heem, aku sangat bahagia karena sebentar lagi akan bertemu Oppa dan ibu"
"Mengapa kau bisa sesayang itu kepada Adam Lee padahal sebelumnya kalian hanya seperti orang Asing" Alis Daniel bertaut, entah mengapa ia masih belum rela melihat kasih sayang Ayana yang begitu besar kepada mantan Asistennya itu.
"Entahlah, aku sangat menyayanginya saat kehilangan ingatanku, dan begitu ingatanku kembali aku semakin menyayanginya karena ayahku menitipkan diriku disaat saat terakhirnya, itu artinya ayahku sangat mempercayai Adam Lee"
Daniel menatap wajah Ayana, wanita yang benar benar membuatnya gila setengah mati.
"Tapi jangan terlalu intim saat bersamanya bagaimanapun aku tetap cemburu"
"Ck..." Ayana hanya mencebik kesal seraya memukul pelan bahu Daniel.
"Benar yang dikatakan Daniel!" Timpal Daren tiba tiba, ia baru saja masuk bersama asisten pribadinya yang segera menuju kekabin belakang, sedangkan Daren duduk dibelakang Ayana dan Daniel.
"Darren kau ikut?" Ayana menoleh
"Jangan menatapnya" Daniel kembali memalingkan wajah Ayana untuk tidak melihat Darren dan tetap manatap dirinya.
"Aku ikut, kalian lupa aku Chairman Bosley group?selain mengecek kantor perwakilan aku juga ingin menghadiri pernikahana bawahanku" Terang Darren Datar.
Masuk akal, alasan yang diberikan Darren untuk ikut dalam penerbangan Ayana dan Daniel kali ini.
.
__ADS_1
.
.
Ayana dan Daniel ketinggalan pemberkatan tapi tidak membuat senyum memudar dari wajah wanita hamil itu, ia sudah cukup bahagia hanya dengan menghadiri resepsi Adama Lee dan Ji Hoon yang digelar disebuah Ballroom Hotel bintang lima yang ada di Kota Seoul.
Ayana, Daniel dan ibu Adam Lee duduk disebuah meja bundar yang paling dekat dengan pelaminan, sementara Adam lee dan Ji Hoon berkeliling untuk menyapa setiap tamu yang hadir.
"Ibu sangat bahagia saat mendengar kau hamil anak perempuan Ha Jin" Ucap ibu Adam Lee seraya mengusap perut Ayana.
Kedua wanita itu dari tadi terus saling merangkul melepaskan kerinduan setelah lebih dari satu tahun tidak bertemu.
"Aku juga sangat bahagia ibu, kali ini aku akan memberinya nama Korea, aku akan menyuruh Oppa untuk mencarinya" Ayana menyenderkan kepalanya pada bahu wanita tua itu.
"Ha jin...." Ji Hoon dan Adam Lee kini sudah duduk di samping Ayana, sementara Daniel hanya menatap Nanar interaksi keluarga bahagia dihadapannya.
Adam Lee menuduk dan mencium perut Ayana, lalu menagkup kedua pipi adik angkatnya itu dan memdaratkan kecupan hangat di jidat Ayana.
"Oppa...." Panggil Ayana seraya memeluk tubuh Adam Lee.
"Selamat Ha Jin, semoga persalinanmu lancar adikku" ucap Adam Lee tulus, lalu sejenak melirik Daniel yang memutar bola matanya jengah.
"Tentu saja" Singkat jawab Daniel.
Tak lama kemudian Darren masuk kedalam Ballroom dan bergabung di meja Ayana dan keluarganya.
Kebetulan masih ada kursi kosong disana.
Darren langsung memberi selamat dengan menjabat tangan Adam Lee.
"Selamat atas pernikahanmu Adam Lee" Ujar Darren.
"Te-rima kasih Tuan" Adam Lee membalas dengan kikuk, bagaimana tidak ia tidak mengingat mengundang Darren.
Ditambah lagi ia harus beraikap formal kepada pria 29 tahun yang kini menduduki jabatan tertinggi di Bosley grup itu.
"Aku boleh bergabung kan?" tanya Darren santai, yang diangguki lainnya, Ayana malah tersenyum hangat menyambut Darren, ia ikut bahagia melihat perubahan Darren kepada Georgina yang tak lagi Dingin seperti dulu.
"Apa dia Darren Bosley?" Bisik Ji Hoon pada Adam Lee, yang dijawab dengan anggukan kepala.
__ADS_1
Ji Hoon menelan saliva, ia sudah mendengar semua kisah hidup Ayana dari Adam Lee, kini ia bisa melihat Ayana benar benar sudah tak lagi menyimpan dendam kepada mantan suami yang kini berstatus adik iparnya itu.
"sungguh keajaiban" lirih Ji Hoon melihat tiga orang dihadapannya dengan kerumitan hubungan dimasa lalunya.
...****************...
Resepsi berjalan lancar dan selesai tepat waktu.
Ayana dan Daniel sudah kembali kekamarnya, begitupun ibu Adam Lee.
Namun saat Adam Lee hendak masuk kedalam lift mengikuti Ji Hoon dan seorang kerabatnya yang membantu Ji Hoon mengangkat ujung gaun panjangnya, Tangan Pria blasteran Amerika Korea itu dicegat dari luar.
Dan pelakunya adalah Darren Bosley.
"Adam Lee, bisa kita bicara sebentar?" Pinta Darren, tak lupa ia menyapa Ji Hoon dengan seutas senyuman tipis sekaligus menyiratkan 'Aku pinjam suamimu sebentar'
Setelah melihat anggukan kepala Ji Hoon, Adam Lee akhirnya mengikuti langkah kaki Darren yang naik di lift sebelahnya.
Mereka tiba di sebuah kamar presidential suite yang sangat mewah dan luas, Adam Lee terus mengekor dibelakang Darren dengan penuh tanda tanya.
Darren berdiri di depan sebuah dinding kaca dengan kedua tangan didalam saku celananya, ia mengamati betapa indah suasana malam Kota Seoul.
"Maaf Tuan ada apa memanggilku?" Sopan Adam Lee, meski jauh lebih muda Darinya Darren tetaplah atasah yang harus ia hormati. Berbeda dengan Daniel, Adam merasa tak perlu terlalu formal denganya karena secara hukum Daniel adalah adik iparnya, Pria yang menikah dengan wanita yang berstatus adiknya dan diakui sah oleh negara.
"Akupun sudah menikah Adam Lee dan kini tengah mencoba untuk hidup bahagia, dan ternyata berhasil, aku tak menyangka bisa kembali merasakan kebahagian" Darren terkekeh pelan.
"Saya ucapkan selamat Tuan dengan keluarga baru anda, semoga anda senantiasa bahagia" Ucap Adam Lee penuh ketulusan sambil menunduk memberikan hormat.
"Tapi masih ada yang mengganjal di hatiku Adam Lee, " Kini Darren menoleh dan menatap Tajam Adam Lee, membuat suami Ji Hoon itu menelan saliva dengan kasar.
"Apa itu Tuan?" Adam Lee menautkan kedua alisnya.
Dan Bruukk......
Hanya sepersekian detik Adam Lee sudah tersungkur jatuh di lantai dengan sudut bibir yang berdarah.
"Maafkan aku Adam Lee, dan terima kasih" Ucap Darren santai dan kembali memasukkan kepalang tangannya didalam saku celana.
Ia membiarkan Adam Lee untuk berdiri sendiri, Sebenarnya Pria itu sangat tidak terima dengan pukulan keras yang dilayangkan Darren, namun sepertinya ia bisa menerima alasannya.
__ADS_1
"Aku harus meluapkan kemarahanku karena kau telah membawa istriku dan membuatku harus kehilangan Ayana selama lamanya," Darren menghirup udara dan menghembuskannya dengan kasar, setelah itu ia berjalan mendekati tubuh Adam Lee dan memeluknya "namun aku juga harus mengucapkan terima kasih padamu karena menyelamatkannya dan membuatku masih bisa melihat Ayana disisiku meski tak akan pernah lagi bisa memilikinya." Lanjutnya disertai tepukan pada pundak Adam Lee.