HIASAN RANJANG KAKAK IPAR

HIASAN RANJANG KAKAK IPAR
Bab 66


__ADS_3

"Delay?"


"Heem"


sepasang suami istri yang tak pernah menampakkan raut wajah ceria itu saling duduk bersisian di kursi tunggu Bandara Internasional Osaka Jepang, mereka sudah menunggu cukup lama sejak mendapatkan kabar jika pesawat yang akan mereka tumpangi ke Amerika ditunda keberangkatannya, mengingat Cuaca diatas perairan Benua Amerika sedang dalam kondisi ekstreem.


.


.


.


"Ayana...Ayana...." Daren menarik tubuh Ayana kedalam pangkuan dan dekapannya, wajah putih Ayana tiba tiba berubah pucat seperti tanpa aliran Darah, bibirnya kelu namun masih terlihat bergumam.


"Panggil dokter.....!!" Teriak Daren, pada dua orang pengawal didepan kamarnya, salah satu pengawal sempat membuka pintu dan memeriksa kondisi Atasannya, namun ketika melihat rembesan darah di gaun tidur Ayana bodyguard itu segera berlari dan mencari pertolongan.


"Da- Daren...selamatkan Ryuu.." Lirih Ayana dengan mata yang hampir tertutup.


Daren tahu ini adalah kesalahannya, ia bahkan melihat saat perut Ayana terbentur namun karena sudah dikuasai Amarah ia tak memperdulikannya, kini hanya tinggal penyesalan mendalam yang dirasakannya.


"Maafkan aku Ayana...Maafkan aku" Luruh sudah air mata Daren saat menyaksikan Ayana yang perlahan mulai kehilangan kesadarannya hingga matanya benar benar mengatup rapat dengan kedua tangan yang terkulai lemah.


Dua orang Bodyguard itu datang dengan sebuah Brankar dan membantu Daren mengangkat tubuh Ayana keatasnya, tak lama kemudian Nyonya Bosley datang dengan diikuti Lohan.


"Ayana....Ada apa ini?cucuku....Daren kenapa dengan Ayana??Hah" Teriak Nyonya Bosley mengikuti Brankar yang perlahan masuk kedalam lift.


Sementara Daren terlihat Lunglai dan tak tahu harus berbuat apa apa, tatapannya Kosong namun masih mengikuti kemana dua bodyguard itu membawa Ayana. Ia sudah tidak peduli lagi dengan ibunya yang terus mengoceh sambil menangis dibelakangnya.


Salah satu bodyguard sudah menelpom Ambulance sebelumnya, mereka mengabaikan perintah Daren untuk memanggil Dokter karena Kondisi Ayana saat ini butuh penanganan Rumah sakit.


"Lohan....Apa Ayana mau melahirkan?kenapa banyak darah? Bagaimana bisa padahal kandungannya baru 7 bulan?" Nyonya Bosley terkulai lemah, Kakinya seakan tak bisa menopang beban tubuhnya.


Lohan segera memapah Nyonya Bosley untuk mengikuti kemana orang orang itu membawa Ayana.


"Tenanglah Nyonya, nona Ayana dan bayinya akan baik baik saja, sepupuku melahirkan di usia 7 bulan dan bayinya sehat sehat saja" Tutur Lohan mencoba menenangkan sang majikan.


.


.

__ADS_1


.


"Ambulance?" Adam Lee menjeda kegiatannya memeriksa dokumen saat kedua rungunya menagkap suara sirine yang panjang dan nyaring.


Daniel yang duduk dihadapan Adam pun ikut terperanjat.


Ibu?


Ayana?


Hanya dua nama itu yang terlintas dibenaknya, Daniel dan Adam beranjak bersamaan, menuruni paviliunnya dengan menggunakan lift, mereka berlari menghambur ke halaman paviliun utama, dimana Ambulance baru tiba dan para petugas medis keluar dari pintu belakang Ambulance.


Tak lama kemudian, sebuah brankar keluar dari pintu paviliun utama, didorong oleh dua orang bertubuh kekar dan Daren yang terlihat begitu menyesal dibelakangnya.


Daniel seketika menangis mengamati Ayana yang sudah kehilangan kesadarannya, ditambah pendarahan di disekitar tubuh bagian bawahnya.


"Ayana....Ayana....Baby..Baby...Hei" Daniel ikut masuk kedalam Ambulance dan duduk disisi sebelah kanan ayana, begitupun Daren yang duduk di sisi sebelah kiri Ayana.


Daren sudah tidak peduli dengan racauan Daniel yang begitu menghawatirkan istrinya, ia fokus menggenggam tangan Ayana dan membenamkannya diwajahnya yang berderai air mata sambil terus berujar lirih.


"Maafkan aku Ayana...maafkan aku" gumam Daren


"Pasien tengah mengandung 7 bulan dan mengalami pendarahan, Tekanan darah, denyut nadi dan detak jantung menurun" ujar salah satu petugas medis berpakaian orange melalui sambungan telepon dengan rumah sakit yang dituju.


"Bangunlah Ayana Buka matamu" Racau Daren lagi.


Sementara Daniel hanya bisa menatap Ayana sambil meramas kuat rambutnya.


"Mengapa tidak melepaskannya jika kau hanya menyakitinya" ucap Daniel dingin, mengingat wanita yang telah mengaku bercinta dengan Daren dihadapan Ayana.


Daren mengangkat wajahnya, menatap Daniel dengan tatapan membunuh.


"Dia hamil dan kau membawa pel*cur itu dihadapannya" sarkas Daniel lagi.


Daren sekuat tenaga menahan amarahnya hingga terdengar bunyi gerahamnya yang saling mengadu.


"Aku dan Ayana akan baik baik saja jika kau tidak hadir diantara kami!" Balas Daren.


"Maaf Tuan bisa kalian tenang, kita sedang didalam Ambulance? Wanita ini sedang kritis mohon pengertiannya" Tukas sang petugas medis yang dari tadi mengamati Daren Dan Daniel, melihat raut wajah kedua pria dihadapannya membuatnya bertanya tanya siapa sebenarnya suami wanita ini diantara dua pria tersebut.

__ADS_1


Tak lama kemudian Ambulance berhenti didepan pintu masuk UGD, disana sudah menunggu tiga orang perawat, satu dokter umum dan dua orang Dokter Obgyn yang siap memeriksa Ayana.


Sementara setelah beberapa menit Ayana mendapat pertolongan pertama Sebuah mobil hitam jenis Hammer menyusul kemudian, Adam memawa Lohan serta nyonya Bosley dibelakang kemudi.


Kedua wanita itu melesat cepat keluar dari dalam mobil dan ikut memeriksa kondisi Ayana, sementara Adam Lee tertahan karena dering ponselnya dibalik Jasnya.


Tanpa pikir panjang ia segera menjawab panggilan tersebut setelah membaca nama Tuan kimura bertengger dilayarnya.


"Halo"


"Adam Lee, sepertinya aku akan menjemput Ayana sekarang juga"


"Maaf Tuan? Tapi nona Ayana..."


"Ayana dalam bahaya kan? Aku tahu ia sedang tidak berlibur "Tuan Kimura memotong perkataan Adam Lee.


"Maafkan aku Tuan" Adam Lee menunduk penuh penyesalan.


"Aku tidak mengerti kenapa kau berbohong, tapi saat ini hanya kau yang bisa ku percaya, tolong jaga putriku hingga aku tiba" nada suara Tuan Kimura penuh harap.


"Baik Tuan, sekali lagi maafkan aku!"


Tut....


Panggilan berakhir, Adam lee juga ikut masuk untuk memeriksa Kondisi Ayana.


Rumah sakit tersebut adalah yang terbesar di Los Angeles, rumah sakit swasta langganan para keluarga konglomerat.


Dan ini adalah yang ketiga kalinya Ayana dirawat disana.


"Saya akan mengurus Administrasi Tuan" Adam Lee menghampiri Daniel yang masih berjalan mondar mandir.


Mendengar tawaran Adam Lee, Daren menarik lengan pria itu dengan kasar, "jangan coba coba terlibat dalam kehidupan istriku lagi, atau aku akan membuatmu tak bisa pulang ke Korea!" tukas Daren, yang masih sangat kesal mengingat Adam Lee bahkan memberikan ponselnya untuk Ayana.


Daren lalu mengurus segala sesuatunya sendiri, dimeja Administrasi, ia dikejutkan saat petugas medis memperlihatkan Rekam medis dan Data diri Ayana yang tercatat sebagai Nyonya Adam Lee.


Daren yang masih diliputi emosi menggebrak meja dengan kasar, sehingga membuat beberapa petugas terperanjat seraya mengusap Dada.


"Wanita itu Adalah Nyonya Daren Bosley" Ucap Daren penuh penekanan, "Dan aku adalah suaminya Daren Bosley" Tukas Daren lagi.

__ADS_1


Seketika para petugas membolakan mata, menatap Daren seksama, siapa yang tidak mengenal keluarga Bosley?.


Daren lalu meminta semua Data diri Ayana dirubah!


__ADS_2