HIASAN RANJANG KAKAK IPAR

HIASAN RANJANG KAKAK IPAR
Bab 105


__ADS_3

Ryuu seketika menangis karena suara Ayana dan Darren yang cukup keras dan mengganggu tidurnya.


"Cup...cup...Anak Daddy" Darren lekas mengangkat tubuh Ryuu dan membawanya dalam gendongannya.


Hati Ayana menghangat melihat interaksi Darren dan Ryuu, bahkan anak itu kembali terlelap diatas pundak Darren setelah mendapat sapuan lembut dipunggungnya. Darren terlihat sudah biasa melakukannya.


"Biarkan aku memggantikanmu" Pinta Ayana seraya mengulurkan kedua tangannya.


"Jangan, Ryuu sudah sangat berat sekarang, aku takut akan berpengaruh pada kehamilanmu" balas Darren.


Ayana beringsut mundur, benar yang dikatakan Darren. Ia kembali memundurkan langkahnya beberapa hasta, rasanya ia belum siap menerima perlakuan hangat Darren sebagai seorang adik ipar, kedengarannya Darren begitu khawatir kepadanya.


"Aku akan keluar Darren"


Ada gemuruh Aneh didada Ayana saat ia memutuskan untuk meninggalkan kamar Ryuu.


Sepertinya ia harus lebih terbiasa menerima Darren sebagai saudaranya, setelah memutuskan untuk memaafkan pria itu.


Sementara Darren hanya menatap nanar pintu kamar Ryuu yang kini sudah tertutup rapat.


"Daddy benar benar sudah lenyap di hati mommymu Ryuu, bantu Daddy bertahan sayang" gumamnya Pelan didekat telinga sang putra yang terlelap penuh kedamaian.


.


.

__ADS_1


Betrice mengemudikan mobilnya dan hendak pulang saat ia menemukan sosok dari kejauhan yang tengah berjalan menuju kandang kuda.


Daniel Bosley, pria yang selalu menjadi obsesinya namun ia baru berani untuk menunjukkan batang hidung didepan sang pujaan hati setelah merasa sudah cukup sukses untuk menjadi seorang menantu keluarga Bosley.


Betrice merasa sudah berhasil merebut hati Nyonya Bosley melihat tatapan kekaguman wanita tua itu untuknya, kini ia hanya perlu berusaha sedikit lagi untuk meluluhkan hati Daniel.


"Kau masih suka berkuda?" kini Betrice sudah berada disamping Felicity ia mengelus punggung kuda itu sambil menatap Daniel.


"Apa yang kau lakukan disini?" Daniel tidak menjawab pertanyaan Betrice, ia merasa ada yang salah dengan wanita dihadapannya.


Yah, Daniel ingat Betrice adalah gadis lugu yang dulu sangat suka mencari perhatiannya, bahkan wanita itu menagis meraung saat tahu Daniel akan pindah ke Amerika, dulu ia kasihan pada gadis dihadapannya namun sekarang Daniel bisa membaca ada gelagat aneh yang memang sengaja ditujukan Betrice.


"Aku melihatmu masuk kesini jadi mengikutimu, apa kau tak ingin mengajakku berkuda?" Goda Betrice, ia begitu percaya diri sekarang dengan segala kecantikan yang melekat pada dirinya. Meski usianya sudah 36 tahun namun karena perawatan yang mahal ia terlihat lebih muda 10 tahun.


"Maaf tidak bisa" tolak Daniel tegas, ia mengacuhkan keberadaan Betrice dan kembali sibuk menyisir tubuh kudanya.


"Kau berusaha menggodaku?" Sadar Daniel namun sama sekali tidak menatap Betrice yang mengulum senyumannya.


Daniel masih sibuk dengan sikat ditangannya.


"Daniel...ini yang aku suka darimu, kau tidak seperti kebanyakan Pria yang mudah tergoda" Ucap Betrice.


"Heh...." Sejenak Daniel tertawa mencemooh sambil menundukkan kepalanya diantara kedua tangannya yang bertumpu pada tubuh felicity.


"Betrice" Akhirnya Daniel menyebut namanya, wanita itu girang bukan main.

__ADS_1


"Kau bermain main dengan orang yang salah, sebaiknya kau pergi sebelum aku membuatmu menyesal sudah menginjakkan kaki di Amerika" Ancam Daniel, kini ia berbalik menyorot mata Betrice dengan tatapan membunuh.


Daniel paling tidak suka wanita penggoda sejenis Betrice.


"Daniel, " Tangan Betrice mulai membelai lembut dada Daniel yang berbulu, ia seakan ingin memberi sentuhan terbaiknya namun sayang pria itu sama sekali tidak bereaksi.


Pria dewasa itu justru mencengkram dengan kasar dagu Betrice, hingga wanita itu mengaduh kesakitan dan memukul mukul tangan Daniel.


"Lepaskan tanganmu Daniel"


"Aku tidak biasanya kasar dengan seorang wanita, tapi perlu kuingatkan tak ada yang boleh menyentuh tubuhku selain Istriku mengerti?" Daniel menyentak wajah Betrice hingga tubuhnya sedikit terhuyung.


"Istri?" Betrice memegang dagunya yang masih terasa nyeri, saat ia menagkap sosok wanita yang hendak masuk.


Wanita cantik yang tadi duduk disebelah Daniel.


Betrice tersenyum mengerikan, ia bisa dengan cepat mengetahui wanita yang dimaksud Daniel. Yah wanita itu kini berjalan mendekat di belakang Daniel dengan tatapan penuh tanya, karena melihat sang suami berdua dengan seorang wanita yang terus menggodanya.


Betrice yang tidak tahu malu itu segera maju dan menarik tengkuk Daniel dengan kasar bermaksud memberikan ******* lembut, namun sayang hal itu hanya menjadi sebuah kecupan singkat karena Daniel sangat Tanggap mendorong tubuh Betrice menjauh.


Matanya melotot tajam melihat betapa Berani gadis tua dihadapannya.


Naas Daniel tak menyadari kehadiran Ayana yang kini melihatnya dari belakang dengan tatapan penuh luka. Perlahan netra indahnya diliputi kabut dengan nafas tercekat. Seketika bayangan saat Darren membawa Jalan* itu dan bercinta dihadapannya kembali berputar.


Sakit.

__ADS_1


Ayana mundur beberapa langkah hingga akhirnya berlari pergi sekuat tenaga, padahal kedatangannya tadi ingin memberitahukan jika ia da Darren akan memulai semuanya dari awal sebagai seorang saudara.


Saat hendak mencengkram leher Betrice, Daniel baru sadar jika istrinya itu melihat semuanya.


__ADS_2