HIASAN RANJANG KAKAK IPAR

HIASAN RANJANG KAKAK IPAR
Bab 38


__ADS_3

Daniel mengangkat tubuh Ayana dan mendudukkannya ditepi tempat tidur, masih dengan saliva yang saling bertukar Daniel melepas satu persatu kancing piyama Ayana hingga memperlihatkan dua buah kenyal yang masih dibalut kain kaca mata berwarna hitam.


Ayana benar benar terbuai ia membiarkan Daniel melakukan sesuka Hatinya dan tak menolak, meski relung fikirannya tak berhenti berteriak jika yang mereka lakukan adalah perbuatan laknat karena status yang mereka sandang sebagai istri dan suami dari orang lain, terlebih lagi pria yang kini berhasil membuka bungkusan buah kenikmatannya itu adalah kakak dari suaminya, namun masa bodo Ayana meredam semua isi kepalanya dengan nafsu yang sudah membuncah didada.


Kini bibir Daniel menjelajah diatas dua buah kenikmatan itu dan menyesapnya dalam sehingga membuat Ayana mendes*h dan mengelinjangkan tubuh mungilnya, sedikit nyeri dikepalanya sudah benar benar menghilang berganti dengan rasa melayang kesurga dunia yang diberikan Daniel.


Setengah tubuh Ayana sudah terbaring dengan kedua kaki yang menjuntai, sedangkan Daniel yang masih memijaki lantai bermain lembut diatas tubuh Ayana.


Ayana begitu Pasrah saat Daniel menaggalkan satu persatu bawahannya dan mebuatnya nampak benar benar polos, tak lama kemudian Daniel pun nampak serupa.


Dua orang yang masih menggunakan cincin kawin yang melingkar indah dijari tengah itu menjadikan ranjang rumah sakit sebagai saksi bisu bagaimana liarnya anak manusia yang tengah dimabuk nafsu diujung ubun ubunnya itu menggila memadu kasih selama hampir setengah jam.


Dan seperti yang diharapkan Nyonya Bosley ibunya, Daniel benar benar menumpahkan semua yang ia tahan selama ini kedalam tubuh Ayana, status pasien yang disandang wanita itu sejenak ia abaikan demi kepuasan nafsu yang sudah memuncak.


Setelah selesai Daniel bahkan membantu Ayana membersihkan tubuhnya dan membantunya memakai piyama baru yang sudah disediakan rumah sakit, kini ia benar benar berhasil menghilangkan sekat diantara mereka, dan meresmikan sematan baru sebagai pasangan selingkuh.


Nasi sudah menjadi bubur, begitupun daun kering yang jatuh ketanah karena terpaan angin kini pijakan kaki membuatnya remuk dan menjadi perhiasan tanah ia sudah tak pantas lagi disematkan pada ranting indah diatas sana dengan dedaunan segar yang mengerubuninya.


Ayana hanya bisa terisak dalam berusaha tanpa suara, memunggungi pria yang kini terlelap disampingnya dengan senyum kepuasan yang dibawanya kealam mimpi.


Masih pantaskah dia untuk Daren?


Tidak!!!


Ia telah menyerahkan sesuatu yang seharusnya hanya dimiliki Suaminya kepada seseorang yang tidak seharusnya, dan lebih parahnya ia mengikuti dengan baik ritme permainan yang diberikan kakak iparnya itu.Ayana tak menyalahkan Daniel namun mengutuk dirinya sendiri, ia bisa saja menolak namun tidak melakukannya, bahkan saat berada dalam kungkuhan tubuh Daniel Ayana sempat menoleh kearah bucket bunga yang dibawa Calvin ia membaca berulang kali kalimat tersebut namun tak cukup membuatnya segera tersadar ia bahkan mengamatinya dengan tatapan penuh kenikmatan dan bibir yang ia gigit sendiri.

__ADS_1


Hiks....malam yang terasa panjang dilalui Ayana dengan deraian air mata dan penyesalan yang mendalam.


.


.


.


"Kau menemukannya?" Daren tersenyum smirk, setelah lelah dengan semua pencariannya, salah satu anak buahnya memberinya kabar bahagia melalui sambungan telepon, Daren lalu melirik jam diinding yang terpatri di dalam kamarnya yang sudah menunjukkan pukul tiga pagi, ia sama sekali belum pernah terlelap sejak Ayana dibawa oleh Daniel.


"Sekarang dia ada dimana?" Tanya Daren lagi, setelah menenggak segelas vodka ditangannya.


"Dia dirumah sakit xxx dia didaftarkan atas nama Ayana dengan wali Bernama Adam Lee"


"Heh..." Daren tertawa miris, persis yang dikatakan Adam tadi pagi, pria itu memang mengetahui segalanya namun karena hidungnya berada di ujung telunjuk Daniel dia tidak bisa mengatakan semuanya.


.


.


Didepan gerbang Daren sudah ditunggu oleh dua orang anak buahnya yang bertubuh kekar lagi berotot perawakannya persis seperti bodyguard dalam setiap film Hollywood.


Kedatangan Daren sempat dicegat oleh petugas keamanan dengan Dalih bukan jam besuk, namun Kali ini Daren dengan segala pengaruhnya berhasil membuat petugas itu tak berkutik setelah menelpon langsung direktur rumah sakit dan mengancam Bosley elektronik akan mencabut harga subsidi yang diberikan bagi rumah sakit tersebut atas semua peralatan elektronik medis yang digunakannya, meski itu adalah hak yang Daniel sebagai Chairman Bosley group dan orang yang memimpin Bosley elektronik namun pengaruh Daren juga bisa menyebabkan masalah besar bagi rumah sakit.


Akhirnya petugas keamanan memberi ijin, dengan berbekal informasi yang didapat anak buahnya Daren langsung naik kelantai tempat Ayana dirawat, ia langsung membuka kenop pintu yang memang tidak terkunci dan hanya menemukan kegelapan yang menaungi ruangam tersebut, Kedua anak buah Daren segera menyalakan lampu namun Daren sama sekali tak menemukan istrinya disana.

__ADS_1


.


.


.


"Bukankah ini kamar yang benar?" tanya Daren yang mulai tersulut emosi.


"Benar Tuan," tak lama kemudia bunyi derap sepatu dikoridor depan nampak mendekat kearah mereka, Daren segera keluar untuk memastikan siapa sebenarnya yang datang.


Dua bola mata saling menautkan pandangan kesal, Daren fikir Daniel baru saja datang mungkin karena mendengar kabar kedatangannya dari petugas keamanan didepan.


Dua saudara itu saling diam memaku, sementara dokter dan perawat menghambur masuk untuk memastikan jika Ayana benar benar menghilang seperti yang dilaporkan Daniel, yah saat hendak merangkul kembali tubuh Ayana Daniel sadar jika wanita itu sudah tidak ada.


"Kemana kau membawa Ayana?" Tuduh Daniel tanpa basa basi.


"Heh..." Lagi lagi Daren tersenyum miris, jika tidak mengingat Daniel adalah saudaranya pasti ia sudah melayangkan pukulan kewajahnya, karena sejak melihat saudaranya itu Daren tak pernah melepaskan kepalan tangannya.


"Bukankah kau yang membawanya? aku disini untuk membawa istriku kembali pulang" Tukas Daren dengan sorot mata yang tajam.


Sementara Dokter dan seorang perawat yang baru selesai memeriksa kamar Ayana hanya bisa sumringah dan saling bertukar pandangan bingung mendapati ada dua pria yang mengaku sebagai suami dari wanita yang sama.


"Sebaiknya kita periksa cctv" Usul sang dokter tiba tiba, yang berhasil membuat Daren mengalihkan pandangannya kearah pria yang masih memakai jas putih tersebut.


"Apa maksudnya CCTV ?apa istriku menghilang?" Daren mulai bisa memahami situasi, Daniel yang mencari keberadaan Ayana padahal dia sendiri yang menyembunyikannya dan Dokter yang baru saja memeriksa kondisi kamar istrinya itu seakan mengisyaratkan kebenaran asumsi yang baru saja difikirkannya.

__ADS_1


Begitu pula Daniel yang sudah tidak menaruh curiga pada Daren, kini justru sebaliknya, dirinya dilanda ketakutan jika kemungkinan Ayana pergi karena perlakuannya yang sudah semena mena meniduri wanita itu .


__ADS_2