HIASAN RANJANG KAKAK IPAR

HIASAN RANJANG KAKAK IPAR
Bab 67


__ADS_3

"Kondisi bayi dan ibunya dalam keadaan kritis, kami akan melakukan operasi caesar untuk menyelamatkan keduanya"tutur salah satu Dokter Obgyn, yang membuat Daniel dan Daren semakin terlihat frustasi.


sementara Nyonya Bosley hanya bisa terisak disudut ruangan UGD, memikirkan bagaimana jika sesuatu yang tidak diinginkan Terjadi. cucunya? cucu yang sudah ia nantikan kehadirannya bahkan harus melakukan segala cara dengan mengorbankan hati kedua putranya, ia tidak peduli jika Ayana harus meregang nyawa itu bahkan lebih baik untuk kelangsungan hidup kedua putranya, yang dinginnkan nyonya Egois itu hanyalah keselamat sang cucu.


"Dokter selamatkan Istri dan putraku" Daren menagkup kedua tangan dokter dihadapannya dan memohon dengan setulus hati.


Sementara Dokter tersebut hanya menepuk pundak Daren, seakan memberikan kekuatan agar pria itu lebih tabah.


Daniel yang sedari tadi hanya bisa menunduk di kursi tunggu seketika mengangkat wajahnya.


Putra?


Ayana mengandung seorang putra?

__ADS_1


Daniel tiba tiba merasa sesak didadanya, mengingat wanita yang sudah ia titipi benih didalam rahimnya. Jika saja ia tidak melakukannya maka hari ini Ayana tidak akan dalam kondisi kritis.


Daniel meramas rambutnya kuat dengan air mata yang terus berderai, ia tak bisa memaafkan dirinya sendiri jika terjadi hal buruk kepada Ayana nantinya.


Selang beberapa Detik tubuh Ayana yang sudah polos dan hanya dibalut selimut rumah sakit keluar dari ruangan pemeriksaan bersiap menuju ruang operasi, beberapa petugas medis membawa tubuh Ayana diatas brankar.


Daren yang melihat Ayana semakin tidak berdaya hanya bisa mengurai tubuhnya hingga lunglai, ia duduk dengan posisi jongkok menyandarkan punggungnya pada dinding rumah sakit sambil beberapa kali membenturkan kepala bagian belakangnya pelan ke dinding.


Penyesalan Daren jauh lebih besar dari Daniel, bagaimanapun ia lah yang paling menyakiti gadis malang itu.


"Kembalilah seperti dulu Ayana, aku berjanji akan memperbaiki semuanya" ucap Daren Lirih, ia baru merasa betapa Ayana begitu ingin memperjuangkannya, tentu Daren percaya perkataan Ayana jika sudah mengakhirinya bersama Daniel.


Sementara Daniel dan Adam mengikuti Brankar Ayana hingga masuk kedalam lift khusus pasien bersama para petugas medis lainnya.

__ADS_1


Dengan posisi berlutut Daniel menggenggam tangan Ayana dan memgusap pucuk kepalanya sambil berbisik didekat telinga wanita pujaannya itu.


"Maafkan Aku Ayana" Ujar Daniel dengan wajah sendu, tatapannya tak pernah lepas dari wajah pucat Ayana, hingga Wanita itu perlahan menggerakkan kelopak matanya, samar samar ia bisa mengenali para petugas medis yang berdiri di kedua sisi tubuhnya dan Adam Lee yang berdiri di pojok Lift menatap penuh iba kepada dirinya.


"Ayana..." Daniel mengusap pipi Ayana dengan berderai air mata, jika bisa ingin rasanya ia bisa menggantikan posisi Ayana dan menerima semua rasa sakit akibat perbuatannya.


"Kenapa kau menagis?" lirih Ayana, bahkan tidak terdengar, hanya gerak bibir yang bisa terbaca Daniel.


Daniel menggeleng pelan ia hanya bisa tertunduk dan menangis tanpa suara dengan kedua bahu yang bergetar.


"Maaf sudah hadir dihidupmu" Ujar Ayana pelan yang hanya bisa didengar Daniel.


"Jangan berkata seperti itu Ayana, aku yang Salah,aku adalah pria bodoh yang membuat mu menderita seperti ini " Sargah Daniel.

__ADS_1


Tak lama kemudian Lift berhenti di Lantai 20, dan brankar Ayana kembali diarahkan masuk ke dalam sebuah pintu kaca berukuran besar, dimana jejeran ruang Operasi yang saling berdampingan dan berhadapan.


Daniel Dan Adam yang tertahan diluar hanya bisa pasrah, menyerahkan Ayana didalam penanganan Dokter Ahli kandungan.


__ADS_2