HIASAN RANJANG KAKAK IPAR

HIASAN RANJANG KAKAK IPAR
Bab 86


__ADS_3

"Baby im coming" bisik Daniel sambil memeluk tubuh Ayana dari belakang disaat ia tengah menyusun beberapa barang kedalam rak.


Ayana sedikit menggeliat tatkala Daniel mencoba untuk menggigit daun telinganya, ia segera membalik badan hingga berhadapan dengan Daniel, "Kau ingin seseorang memergoki kita lagi hemm?"


Daniel memutar matanya malas "Tapi aku merindukanmu Baby, berikan aku morning kiss" pinta Daniel kemudian, ia tak perlu menunggu persetujuan Ayana dan langsung membawa tubuh Ayana kepojok ruangan, mengurung tubuh mungil Ayana dalam dekapannya dan mulai membuai bibir wanita itu dengan rakusnya sampai nampak bengkak barulah Daniel melepas pagutannya.


"Aku akan ke kamar mandi" bisik Daniel lagi sebelum akhirnya meninggalkan Ayana yang masih sibuk mengusap bibirnya, membersihkan sisa liur yang ada dipermukaannya.


Cukup lama Daniel didalam sana guna menuntaskan hasratnya seperti beberapa hari yang lalu.


Ia memang memutuskan tak akan menyentuh Ayana lagi sampai ketahap hubungan intim, karena Daniel tengah mempersiapkan waktu yang tepat untuk melamar Ayana dan memintanya baik baik kepada Adam Lee, tak ingin lagi terjebak dalam belenggu haram perselingkuhan Daniel ingin segera menjadikan Ayana Istrinya yang sah.


Saat keluar Daniel sudah mendapati Ayana berada dibalik meja kasir dan melayani tiga orang gadis SMA yang selalu mengganggunya selama berada di desa ini, mereka bahkan berganti gantian mengirimkan makanan kerumah Daniel.


"Ahjussi.....tampanku" teriak histeris ketiganya, sejak Daniel tinggal didesa ini, Para siswa mulai rajin belajar bahasa ingris mereka bahkan menambah jam pelajaran dengan ikut privat bersama Ji Hoon, sampai sampai Ji Hoon kewalahan dengan jadwal mengajar privatnya yang sering bertabrakan.


"Ahjussi bagaimana rasa kimchi yang aku bawa"


"Ahjussi kenapa semakin hari kau makin tampan?"


"Ahjussi ketampananmu bahkan melebihi pemeran pria di film 3.6500 days"


Dua orang gadis menggelayut manja di kedua lengan Daniel, sementara yang satunya mencoba mengusap dada bidang Daniel namun pria itu berusaha menepisnya.


Daniel sedikit terperanjat saat salah satu siswa menyebutkan salah satu judul film yang tidak seharusnya mereka tonton.


"Kalian menonton film itu?"


"Heem" jawab ketiganya Kompak, disertai anggukan kepala, membuat Daniel hanya bisa menggelengkan kepala pelan.

__ADS_1


"Kemarilah" Daniel mengajak tiga gadis itu untuk duduk bersama disebuah kursi panjang, menasihati mereka panjang lebar agar tidak melihat sesuatu yang tidak sepantasnya. Setelah berbincang sebentar akhirnya ketiga gadis itu pamit undur diri karena harus segera kesekolah, namun saat hendak beranjak salah satu dari ketiganya berhasil mencuri satu kecupan tepat di pipi Daniel yang dipenuhi bulu bulu halus, melihat aksi temannya berhasil keduanya pun ingin mencoba namun Daniel segera memberi isyarat dengan sorot mata tajamnya. Sehingga tak ada lagi yang berani mendekat, jadilah mereka hanya memberikan Kiss Bye.


Ayana tercengang ada perasaan cemburu yang mendesir didalam aliran darahnya tatkala melihat Daniel dicium oleh wanita lain, meski hanya dipipi dan dilakukan oleh para remaja sekolah namun Ayana nampak tidak terima. Ia menatap Daniel dengan tatapan sesinis mungkin.


"Kau cemburu Baby?" Daniel tersenyum menggoda.


Ayana bergeming, ia kembali duduk dan mengalihkan pandangannya ke arah lain.


Daniel lalu mengunci pintu masuk dan membalik plakat open menjadi Close, ia berjalan mengitari meja kasir dan berhasil mengangkat tubuh Ayana ala Bridal style dan membawanya masuk kedalam kamar istrirahat.


Daniel membaringkan dan mengungkung tubuh Ayana, namun wanita itu tetap saja mencebik kesal ia membuang pandangannya kesamping sambil meracau, "Padahal kau tidak menyukai gadis Asia yang bertubuh mungil tapi mengapa begitu hangat pada gadis gadis itu" Ayana tidak sadar jika kata katanya berhasil membuat Daniel terperangah dan membulatkan matanya, pria itu teringat saat memperlihatkan foto Ryuu yang berhasil membuat Ayana menangis.


Mungkinkah?


Namun saat Ayana kembali menatap Daniel pria itu segera ******* bibir mungil Ayana dengan rakus, sambil berfikir akan mencari tahu kebenarannya.


.


.


.


"Heem, kenapa kau menyuruhku melakukan ini?dan merahasiakannya dari Lee Ha Neul dan Lee Ha Jin" Tanya Ji Hoon penasaran, namun Daniel tak menjawab ia segera mengeluarkan tiket ke Maldives dengan penerbangan first class dan sebuah kartu kredit berwarna biru untuk digunakan Ji Hoon selama berada disana.


Daniel tak menjawab pertanyaan Ji Hoon cukup dengan mengucapkan terima kasih.


"Baiklah kalau begitu aku pamit, terima kasih atas hadiahnya" ujar Ji Hoon ia juga tak mau ambil pusing, mengapa Daniel menyuruhnya melakukan hal itu toh yang penting sekarang ia bisa pergi berlibur gratis dengan fasilitas mewah, sejenak ia bisa rehat dari aktivitas mengajarnya yang menguras waktu dan fikiran.


Daniel Janjian dengan Ji Hoon disebuah restoran kota Seoul, beberapa hari yang lalu ia meminta Ji Hoon untuk mengutarakan niatnya berlibur ke Maldives kepada Ayana, dengan kepiawaian Ji Hoon mengolah kata ia berhasil menjebak Ayana yang bahkan menceritakan secara detail keindahan negara tersebut, meski ia sama sekali tidak menceritakan mengenai peetemuannya dengan Daniel disana.

__ADS_1


Dan dari hasil laporan Ji Hoon barusan Daniel bisa menyimpulkan ingatan Ayana memang benar benar sudah pulih.


Lantas mengapa ia merahasiakannya?, ia pun yakin Adam Lee mengetahui semuanya, dan Daniel tidak akan tinggal diam jika mereka berdua masih melanjutkan permainan kakak adik yang nampak bahagia itu. Daniel juga sudah menerima kabar mengenai identitas Ayana yang sudah di legalkan oleh Calvin.


Apa itu berarti Adam Lee berniat menahan selamanya Ayana disisinya sebagai Lee Ha Jin?


Daniel meramas kuat kaleng bir yang baru saja diteguknya, ia teringat bagaimana Adam Lee menolak niatnya untuk menikahi Ayana, padahal saat itu Daniel menginginkan Ayana sebagai Lee Ha jin.


.


.


.


"Oppa menolaknya!" Tukas Adam Lee.


"Kau sudah melakukan hal benar Oppa, aku sama sekali belum siap menjadi istri seorang Daniel Bosley" ucap Ayana yang duduk di dipan samping Adam Lee sambil menikmati salju yang mulai mencair.


"Kau masih mencintainya?" Adam lee ingin memastikan, ia sebenarnya sangat prihatin dengan kisah cinta mantan Atasannya bersama wanita yang kini sudah resmi menjadi saudaranya itu.


Huh.....Ayana hanya men*esah pasrah, Jangan bertanya seberapa cinta Ayana kepada Pria itu karena ia sudah menganggap Daniel adalah Dunianya.


Desaha* Ayana sudah cukup menjawab pertanyaan Adam Lee, "Kau menyiksa dirimu sendiri Ha Jin, " Adam Lee memundurkan kedua tangannya lalu menengadah menatap langit langit yang masih nampak murung, ia juga tak rela jika Ayana menikah dengan Daniel karena itu artinya Daniel akan membawa Ayana pergi Jauh dari dirinya dan juga ibunya.


"Aku takut Oppa, aku takut bertemu orang orang dari masalaluku, meski sebenarnya aku sangat merindukan Ryuu, jika Daniel menikahiku aku akan egois dan menyuruhya memutuskan hubungan dengan keluarganya, Oppa aku bahkan tidak sanggup menyebut nama orang itu" orang yang tidak sanggup disebut Ayana adalah Daren, dan juga ibunya. meski rasa sakit Ayana kepada Nyonya Bosley tidak sebesar rasa sakitnya kepada Daren.


"Jika aku melakukannya, lantas apa bedanya aku dengan orang itu, aku menjadikan seorang anak untuk tidak pernah lagi bertemu dengan orang tuanya" Lanjut Ayana dengan suara yang bergetar menahan kepiluan, ia teringat bagaimana dirinyan harus memahan rindu kepada kedua orang tuanya.


Adam Lee lalu menegakkan tubuhnya, meraih kepala Ayana pelan dan menidurkannya diatas pangkuannya, Pria 34 tahun itu mengusap kepala Ayana lembut.

__ADS_1


"Jangan menangis, kita akan memikirkan jalan keluarnya bersama sama hemm." Bujuk Adam lee.


__ADS_2