HIASAN RANJANG KAKAK IPAR

HIASAN RANJANG KAKAK IPAR
Bab 31


__ADS_3

Mata nyonya Bosley seperti hendak melompat keluar melihat video cctv yang dibawa Lohan pada Ipadnya.


"Apa yang mereka lakukan Lohan..?" wanita tua itu kegirangan seraya menepuk nepuk lengan Lohan yang duduk disampinya hinga mengaduh.


"Nyonya...hentikan! aku juga tidak tahu yang mereka lakukan" Lohan berusaha menepis tangan atasannya itu, yang bercinta anaknya tapi ibunya menggeliat seperti cacing kepanasan.


"Lihat" lohan menunjuk video ketika lampu dimatikan, tangan Daniel jelas jelas menekan remote sebelumnya.


"Sudah kuduga, putra ku itu memang laki laki perkasa, bahkan adik iparnya pun di embat juga," mata Nyonya Bosley masih mengamati gambar Ayana yang berlari keluar dari kolam berenang menggunakan handuk kimono, padahal ia lihat betul Ayana masuk menggunakan Lingerie yang se×i.Nyonya Bosley mulai berfikir jika Ayana nakal juga, berani beraninya ia menyambangi pria yang tengah ditinggal istrinya itu, tentu Daniel sangat membutuhkan kehangatan.


"Aku rasa tidak terjadi apa apa nyonya, apa yang bisa terjadi jika hanya 2 menit?" Lohan menunjuk timer di video membuat nyonya Bosley mengut mangut setuju,"Dan lagi dia keluar dengan basah begitu, aku rasa Ayana hanya terjatuh dan menyebabkan ia demam sekarang ini" lanjut Lohan memaparkan Asumsinya, sehingga Nyonya Bosley menarik persepsinya mengenai Ayana yang nakal.


Dua orang dengan ide licik itu terlibat diskusi yang cukup panjang, mencari cela dan cara bagaimana membuat Ayana dan Daniel kembali dalam suatu kesempatan, Lohan sempat menyinggung merasa berdosa terhadap Daren namun Nyonya Bosley tak mau ambil pusing, baginya asalkan bisa mendapat cucu tak masalah jika putranya harus berbagi satu wanita yang sama.


Bukan tak ada jalan lain, jauh sebelum Ayana hadir dalam kehidupan Daren, Nyonya Bosley pernah mengusulkan jika Daniel sebaiknya sebaiknya melakukan sewa rahim untuk proses bayi tabung, namun hal itu di tolak mentah mentah oleh Lauren, ia lebih suka tidak mempunyai keturunan ketimbang harus mengasuh anak milik orang lain meski benihnya dari Daniel sekalipun, Lauren memang type keras kepala, dan Nyonya Bosley tak bisa berbuat apa apa, karena menantunya itu berasal dari keluarga yang tak kalah menterengnya, ditambah lagi keluarga Lauren termasuk sangat menunjang kemajuan Bosley elektronik ,karena semua fasilitas elektronik di Hotelnya yang luar biasa banyak itu menggunakan produk Bosley itu menjadi ajang promosi bagi Bosley, karena sejak Hotel keluarga pettyfer banyak hotel hotel lain yang memakai produk Bosley.


.


.

__ADS_1


.


...***...


Dua jam setelah minum obat dan vitamin yang diberikan kepala pelayan sudah membuat Ayana sehat kembali, apa obat orang kaya memang seperti itu ya? Ayana menatap bitiran pil diatas nakas yang ditinggalkan kepala pelayan, kini ia bahkan merasa lebih sehat dari biasanya.


Mengurung didalam kamar membuatnya dilanda kebosanan, ingin keluar namun takut bertemu Daniel, ah....Ayana kembali membenamkan wajahnya kebantal dan hal itu terlihat oleh Lohan yang baru saja masuk.


"Kau sudah baikan nona?"


"Oh...Lohan, aku sudah baikan" Ayana terlihat berusaha merapikan posisinya


"Ehemmm...Lohan...!" Panggi Ayana saat Lohan sudah diambang pintu keluar, kali ini ia sangat ingin memastikan sesuatu, ia sudah mengamati Lohan dan berfikir jika wanita itu bisa dipercaya, lohan juga nampak pendiam dan jarang berekspresi sehingga Ayana berfikir ia tipe serius dan tak akan banyak bicara, tidak ada salahnya jika ia menjadikan lohan sebagai tempat berbagi cerita dirumah ini.


Kali ini rencana Nyonya Bosley berjalan lancar hal yang paling ia inginkan adalah menghilangkan sekat pemisah antara lohan dan Ayana agar nyonya bosley bisa tahu segalanya mengenai Ayana.


"Ada apa nona." Lohan berjalan mendekati Ayana yang masih diatas tempat tidurnya, wanita berkaca mata itu berdiri dengan tangan saling menggengam dan diletakkan didepan dada. Sangat sopan!


" Aku ingin bertanya...Daniel orangnya seperti apa?"

__ADS_1


"Tuan Daniel?" Lohan terlihat menampakkan raut wajah pemikir berusaha mengingat watak yang dimiliki anak dari atasannya itu, sudah cukup Lama Lohan bekerja di keluarga Bosley jadi ia tahu betul bagaimana karakter keluarga itu baik yang dilihatnya secara langsung maupun dari cerita Nyonya Bosley.


"Tuan Daniel, sangat tertutup, dingin, dan tidak banyak bicara, tak banyak yang bisa dekat dengannya, orang orang disekitar yang dipercayainya pun terbilang sangat sedikit" Tutur Lohan, Ayana terlihat termenung baginya Daniel yang dikenalnya tidak seperti itu, Daniel begitu hangat saat pertama kali bertemu, ia memang tak banyak bicara, sedikit dingin dan...ah sudahlah, Ayana tak sanggup membiarkan Daniel semakin masuk kedalam relung hatinya bagaimanapun dia adalah kakak dari suaminya.


"Nona Ayana !"


"Ah.." Ayana tersadar dari lamunan.


"Jangan bertanya kepada orang lain mengenai apapun, terutama pertanyaan seperti ini ,jika ada yang ingin kau tanyakan sebaiknya bertanya padaku" Tutur Lohan, meski licik namun ia masih menyompan sedikit kasihan terhadap gadis itu, ia tak ingin Ayana terjebak dalam masalah apapun yang bisa menimbulkan kecurigaan orang lain dan mengancam kedudukannya sebagai nyonya muda Bosley.


Ayana menatap Lohan lekat, ia bisa melihat pancaran ketulusan dbalik kaca mata tebal itu, sepertinya Ayana tahu maksud perkataan Lohan, mulai hari ini ia seharusnya lebih berhati hati dalam berhubungan dengan keluarga Bosley.


Maafkan aku Nona Ayana, bagaimanapun aku hanya menjalankan tugas !


Lohan keluar dengan perasaan yang entah....


Sepeninggal Lohan Ayana kembali mengutak atik ponselnya untuk menghubungi orang tuanya namun tetap tak ada jawaban, ia juga tak bisa lagi mengakses media sosialnya karena Daren sudah memblok semua aksesnya dan berpesan kepada Ayana tidak lagi menggunakan media sosial.


Ayana menyandarkan punggungnya dan menegadah menatap langit langit dengan corak langit biru dipadukan awan putih nan tipis, mewah! Kini ia bagai seorang putri yang tinggal di kastil raja, namun mengapa ia mulai merasa di kurung dan tak bisa berinteraksi dengan dunia luar, ditambah lagi rumah ini terletak di lahan yang sangat luas, tak ada tetangga, jika ia berdiri diatas balkon kamar sejauh mata memandang Ayana hanya dapat melihat hutan Maple dan pinus yang mengerumuni perbukitan dan sisi jalan.

__ADS_1


Ponsel pemberian Daren bahkan tak dilengkapi akses internet pedahal menurut Daren ini adalah ponsel keluaran terbaru. kini ia baru menyadari jika tak mengetahui letak pasti dirinya berada saat ini.


__ADS_2