HIASAN RANJANG KAKAK IPAR

HIASAN RANJANG KAKAK IPAR
Bab 75


__ADS_3

Flashback


Adam Lee meraih ponselnya diatas nakas, membuka galeri foto dan mengamati satu persatu foto sang adik yang ikut menjadi korban tewas, tenggelamnya sebuah kapal ferry yang memuat ratusan anak sekolah menengah atas yang hendak berwisata ke pulau Hyemi, Korea.


Adam Lee terlahir dari seorang wanita asli Korea bermarga Lee, sedangkan ayahnya adalah adalah pria berwarganegara Amerika, saat usianya sepuluh tahun kedua orang tuanya bercerai dan ia diasuh oleh Ayahnya di Amerika, sedangkan sang adik yang masih bayi ikut ibunya dan menetap di Korea. Setelah sang Ayah meninggal ia lebih memilih menggunakan nama belakang sang Ibu pada namanya. Meski berjauhan ia dan Adiknya Lee Ha Jin, selalu berkomunikasi via vidcall, dan sesekali Adam berkunjung ke Korea bila liburan akhir tahun tiba.


Itulah kenapa setiap melihat Ayana Ia teringat sang Adik yang seandainya masih hidup akan seusia dengan Ayana gadis malang itu. Adam Lee tak pernah bisa menerima jika apa yang dialami Ayana juga dialami adiknya meski sekarang gadis kecil itu sudah tidak ada.


Malam semakin pekat dan dingin, namun Adam tak juga bisa memejamkan matanya, ia teringat Daniel dan Daren.


Bagaimana jika mereka bertikai lagi?


Karena perasaan itulah Adam memutuskan untuk selalu mendampingi atasannya itu, bagaimanapun seebagai seorang asisten ia juga bertanggung jawab dengan keselamatan Daniel.


Adam membelah jalanan dini hari Los Angeles dengan sebuah mobil sedah Cevrolet spark sederhana miliknya, namun saat hendak keluar mobil ia melihat Ayana yang berjalan tanpa alas kaki menyetop taxi dan berlalu, dengan perasaan campur aduk akhirnya Adam memutuskan untuk mengikuti laju taxi tersebut.


Perasaannya tak tenang saat ia melihat Ayana turun di Beach Current, tempat yang sebenarnya sangat pas untuk mengakhiri hidup.


Adam terlebih dahulu memarkirkan mobilnya dan keluar guna menyusul Ayana, namun saat tiba dibibir pantai ia melihat sebuah sedan yang berjalan menjauh.


Adam semakin gusar beberapa kali ia mencoba meneriakkan nama Ayana namun suaranya seakan tenggelan dengan deru ombak yang saling memburu.


" Nona Ayana.......!!!"


"Ayana sshi!!"


Adam menyusuri bibir pantai hingga akhirnya dengan bantuan cahaya lampu jalan ia bisa melihat di tengah laut sebuah tangan nampak terulur keatas, Ombak tinggi dengan arus didalam air yang deras menyulitkan Adam Lee meraih tubuh Ayana, ditambah lagi gadis itu memilih tempat yang tepat.


Rip Current !

__ADS_1


Namun setelah beberapa lama berkelud dengan keganasan pantai itu Adam berhasil membawa tubuh Ayana di tepi pantai.


"Ayana...Ayana...anak bodoh" Adam terus menepuk nepuk pipi Ayana lalu menekan dadanya kuat agar air keluar dari paru parunya. Namun percuma berapa kalipun Adam mengulangnya Ayana tetap dalam keadaan tidak sadar, ia lalu merapatkan telinganya ke dada Ayana dan masih mendengar detak jantung disana meski sudah mulai melemah.


Adam terdiam sejenak saat tangannya sudah menekan hidung Ayana dan bersiap melakukan CPR namun ia urungkan, meski cuma Nafas buatan ia tidak tega dan tak bisa melakukannya, ia akhirnya mengangkat tubuh Ayana dan membawanya kedalam mobil.


Setelah beberapa menit berkendara Akhirnya ia menemukan sebuah klinik kecil, dan Ayana diberi pertolongan disana hingga ia kembali tersadar.


.


.


.


"Kau!!!!" Calvin kehabisan kata kata pada mantan anak buahnya yang kini berlutut dihadapannya.


Calvin yang masih menggunakan kimono tidur dan duduk di tepi ranjang itu hanya bisa memijit kepalanya kuat, ia pusing tujuh keliling karena permintaan tidak masuk akal Adam Lee ditambah lagi pria Korea itu datang dan membangunkannya pada saat jam 6 pagi.


"Saya janji tuan hanya sampai Nona Ayana mendapatkan kembali ingatannya!"


Calvin sempat terperanjat saat Adam memang terlebih dahulu mengatakan jika Ayana mencoba bunuh diri di beach current, dan setelah sadar ia justru tidak ingat apa apa, bahkan namanya pun ia tak ingat.


Namun ia tak begitu khawatir mendengar Adam yang menyampaikan pesan dokter jika Amnesia disosiatif yang diderita Ayana tidak akan berlangsung lama, kasus terlama adalah tiga bulan.


Yang membuat pusing Calvin adalah permintaan Adam untuk mengirim dirinya bersama Ayana ke Korea Selatan selama masa penyembuhan, dan tidak boleh memberitahukan Daniel maupun Daren.


"Kau ingin memisahkan anak dari ibunya?" tanya Calvin dengan nada kesal


"Jika anaknya bisa mengobati luka psikis yang dialami Ayana maka wanita itu tidak akan nekat menenggelamkan dirinya"

__ADS_1


Calvin membuang nafas, benar sekali psikologi Ayana memang sedang terguncang, jika ia normal maka tentu ia masih memikirkan sang buah hati sebelum mencoba mengakhiri hidupnya. Tinggal bersama keluarga Bosley setelah apa yang terjadi hanya akan membuatnya semakin sengsara, terlebih lagi dua bersaudara itu akan terus bertikai hingga dunia kiamat, Calvin tahu pasti!


"Meski ke lubang semut sekalipun Daren akan menemukanmu" Tukas Calvin yakin.


"Maka dari itu Tuan aku meminta bantuanmu, aku tahu kau bisa membuat segalanya mudah" Ujar Adam, ia yakin meminta bantuan kepada orang yang tepat, Calvin dengan sejuta koneksi.


"Kau tak ingin berpamitan pada Daniel?"


"Tidak Tuan!"


"Hah" Calvin mendesah pasrah....3 bulan kau yakin?"


"Sampai saat itu jangan beritahu apapun pada keluarga Bosley Tuan, Nona Ayana benar benar butuh waktu untuk memperbaiki kondisi tubuh dan fikirannya"


"Baiklah! Apa jaminan kau tidak akan jatuh cinta pada Ayana?" Tatapan Calvin penuh selidik, ia bukan orang bodoh, Adam adalah pria dewasa sedangkan Ayana wanita yang sangat cantik.


"Saya adalah pria yang bisa dipegang perkataannya, Tuan Kimura menitipkan Ayana padaku sebelum meninggal, itu adalah pedoman saya menjaga Ayana layaknya menjaga adik kandungku sendiri" ucap Adam penuh keyakinan.


Calvin mencoba mencari cela pada sorot mata Adam yang masih berlutut dihadapannya, namun ia gagal menemukannya.


Akhirnya dengan terpaksa Calvin menyetujui rencana agar untuk sementara Ayana bisa terbebas dari belenggu Daren, ia memang sudah sejak lama prihatin dengan nasib wanita malang itu.


Daren mulai memikirkan cara agar Adam dan Ayana bisa segera meninggalkan Amerika hari ini juga.


.


.


Flashback off

__ADS_1


"Tiga bulan saja....benar hanya tiga bulan" gumam Calvin didalam hati sambil mengusap punggung Daniel yang bergetar karena menahan tangisan.


"Dia pergi Calvin, Ayana meninggalkanku untuk selama lamanya, tubuhnya yang kecil mungkin kedinginan didalam sana, ia bahkan tidak tau cara berenang, ia akan terjerembab jika aku tidak ada. wanita itu sudah pergi dengan segudang kesedihan yang sudah aku torehkan." Daniel terus meracau dengan kepedihan yang menyayat hati.


__ADS_2