HIASAN RANJANG KAKAK IPAR

HIASAN RANJANG KAKAK IPAR
Bab 89


__ADS_3

Ayana dan Daniel akhirnya berakhir di sebuah kamar hotel yang terletak tidak terlalu jauh dari sungai han.


Kedua sama sekali tidak menyadari jika seseorang tengah mengintai mereka dengan sebuah lensa kamera yang bahkan bisa mengambil gambar yang begitu bagus meski dari jarak jauh sekalipun.


Daniel menarik pinggul Ayana hingga wanita itu duduk dipangkuannya, Daniel yang duduk di tepi ranjang mulai membuka mantel yang digunakan Ayana dan melemparnya kesembarang arah.


"Bukankah kau tak akan menyentuhku sebelum kita menikah?"


"Heem....maka dari itu kita akan menikah besok, malam ini aku hanya akan meminta pembayaran dimuka" Daniel mendekatkan wajahnya kedada Ayana hingga ia bahkan bisa mendengar detak jantung wanita itu yang bergemuruh.


"Satu tahun lebih aku menahannya Baby" Daniel akhirnya mengangkat tubuh Ayana dan mengungkungnya didalam tubuhnya, dua manik mata mereka saling mengunci dengan sorot kerinduan yang terpampang jelas.


Dengan bibir tebal yang dipenuhi bulu bulu halus disekitarnya, Daniel mulai mengecup Dahi Ayana lalu turun kehidung, pipi dan bibir mungilnya yang berisi, seperti biasa ia ******* dan memberikan permainan lidah yang saling membelit, kali ini pembalasan Ayana terasa lebih bernaf*u dari biasanya.


Keduanya terengah engah dengan deru nafas yang saling memburu saat pagutan mereka dilepas.


Dan tanpa membiarkan Jeda yang terlalu lama Daniel mulai menyusuri leher Ayana,menyesapnya dalam hingga menciptakan sebuah maha karya tanda kepemilikan, bukan hanya satu tapi ada beberapa tanda merah kebiruan yang terpatri disana.


Bibir Daniel terasa kelu saat menatap dua buah gundukan indah Ayana yang menantang dibalik dress hitam yang ia kenakan, Daniel tahu saat ia menjamah lebih dalam lagi maka ia akan menjadi pria yang tidak bisa memegang kata kata yang beberapa jam yang lalu baru saja ia utarakan.


Melihat Tubuh Daniel yang seakan membatu diatasnya Ayana menarik kerah baju pria yang besok akan menjadi suaminya itu.


"Aku mencintaimu Daniel" lirih Ayana.


"Aku lebih mencintaimu, cintaku jauh lebih besar dari pada rasa cintamu padaku" timpal Daniel yang kini merebahkan tubuhnya disamping Ayana, ia menarik pinggang Ayana dan membawa wanita itu kedalam dekapannya.


.


.


.

__ADS_1


Daren menatap nanar puluhan lembar foto yang baru saja ia terima dari asisten pribadinya, Sejak mengetahui keberadaan Daniel di Korea ia memang mulai mengutus orang orangnya untuk melihat apa yang dilakukan Daniel disana.


Meski ia belum bisa memaafkan perbuatan Daniel yang tega menyelingkuhi Ayana bahkan sampai menghasilkan Ryuu walau anak itu merupakan anugrah tersendiri bagi Daren. Namun Daniel tetaplah saudara kandungnya, ia khawatir mengenai apa yang sebenarnya pria itu perbuat dinegara gingseng tersebut.


Daren menatap datar foto foto pertama yang berada di tumpukan paling atas, gambar tersebut memperlihatkan Daniel yang mabuk mabukan di sebuah Club, yah itu adalah saat dimana Daniel pertama kali mengetahui ingatan Ayana yang sudah pulih namun wanita itu justru menyembunyikannya.


Cih dia hanya pindah tempat rupanya


Apa bedanya kelakukannya di Amerika dengan di Korea? Batin Daren.


Lembaran foto kedua adalah saat Adam Lee terlihat memyambangi hotel yang ditempati Daniel, Daren sudah menduga hal itu, jika Adam Lee pasti bertemu Daniel disana.


Namun lembaran foto selanjutnya adalah Daniel bersama seorang wanita di tepi sebuah sungai hingga loby hotel.


"Wanita ini? Ayana? Tidak mungkin ? Apa maksudnya ini?" Daren memindahkan tatapannya pada sang asisten pribadi yang masih berdiri dihadapan meja kerjanya.


"Benar Tuan wanita difoto itu terlihat sama persis dengan nona Ayana"


"Apa Daniel membayar seorang wanita untuk melakukan operasi plastik disana? Agar terlihat persis dengan Ayana" difikiran Daren sama sekali tidak terlintas kemungkinan Ayana yang masih hidup, ia lihat sendiri bagaimana Ayana menenggelamkan dirinya di Rip Current, padahal wanita itu sama sekali tidak pandai berenang.


"Entahlah Tuan"


"Heh..." Daren hanya bisa tertawa memcemooh "Saudaraku itu benar benar sudah gila"


"Tuan...." Asisten Daren kembali memberikan Tablet guna memperlihatkan beberapa foto baru yang baru saja dikirimkan orang suruhannya di Korea.


Daniel, dan Adam Lee nampak berdiri mengapit wanita yang Daren fikir sangat mirip dengan Ayana, kedua pria itu menggunakan setelan jas hitam sedangkan wanita itu menggunakan Gaun pengantin putih dengan sebuah hiasan bunga dikepalanya.


"Apa ini?"


"Seperti yang anda lihat Tuan itu adalah foto pernikahan"

__ADS_1


"Apa Daniel benar benar tidak waras? " Daren menzoom foto tersebut tepat dibagian wajah Ayana.


"Kenapa mirip sekali?" Daren menelan saliva kasar, ada rasa sakit yang tiba tiba menyeruak didalam dadanya," jika bukan Ayana tapi mengapa sesakit ini" Gumamnya pelan, seraya mengamati senyum merekah wanita didalam foto tersebut, bahkan senyumnya pun terlihat benar benar mirip.


"Siapkan Mobil, aku harus ke Bosley Elektronik menemui Calvin" titah Daren tiba tiba, ia segera menyambar Long Coatnya yang tergantung dan berjalan keluar bahkan memdahului sang asisten.


.


.


.


Ayana dan Daniel menikah di desa, disaksikan Ibunya yang kini menangis bahagia dan beberapa warga desa lainnya, bahkan siswa perempuan yang biasa merecoki Daniel turut hadir disana dengan berderai air mata kepiluan, tadinya mereka hanya ingin memastikan jika kabar itu tidak benar namun ternyata mereka harus melihat kenyataan pahit saat Ayana dan Daniel baru selesai mengucapkan janji suci dan saling berpagut mesra.


Adam Lee yang bertindak sebagai pendamping Ayana tak bisa menahan air mata harunya, kini ia bisa menunaikan tugasnya sebagai seorang saudara sampai akhir.


Lee Ha Jin, aku sudah menyelesaikan tugas ku, beristirahatlah dengan damai, Ayana terima kasih sudah membuatku menjadi seorang Oppa yang berguna.


"Kau kakak laki laki yang hebat," Puji Ji Hoon yang duduk di samping Adam Lee. Pria itu lantas menggenggam tangan Ji Hoon seraya membisiskkan sesuatu.


"Setelah ini giliran kita" ujar Adam Lee yang seketika membuat bulu kuduk Ji Hoon meremang.


"Benarkah??" Ji Hoon dengan tatapan berbinarnya dan dibalas anggukan kepala Oleh Adam Lee.


Semua orang nampak sangat bahagia kecuali para siswi2 permpuan yang masih trdengar menangis pilu disertai racauan racauan yang keluar dari mulutnya.


"Eonnie kawai, kau tega sekali pada kami huaaaa"


"Kau seperti menusuk kami dari belakang...."


"Kau bertingkah seolah olah tidak peduli padahal mencuri star dibelakang kami huaaa...." Tangis ketiganya semakin pecah dan menggelegar membuat orang orang tertawa riuh mendengarnya.

__ADS_1


"Permisi Sayang aku harus menenangkan murid muridku dulu" pamit Ji Hoon pada Adam Lee, kali ini giliran pria itu yang nampak grogi dengan panggilan baru yang disematkan Ji Hoon padanya, karena Selama di Amerika ia memang belum pernah berpacaran sekalipun.


__ADS_2