
Ayana terkejut, pria dihadapannya ternyata sudah mengetahui segalanya, tapi sejak kapan?mungkinkah sejak mereka pertama kali bertemu ? atau saat mereka di Maldives? Ayana menggelengkan kepalanya kuat, tidak mungkin saat itu, apa yang mereka lakukan dimaldives seharusnya tidak boleh dilakukan bagi dua orang yang akan saling terikat dengan belenggu kata "Ipar".
"Kau mengetahuinya tuan?" tanya Ayana masih dengan posisi mendongak mengikuti tubuh Daniel yang sudah kembali ke tempat duduknya, ia menyilangkan jari jemarinya dengan kedua siku yang menumpu diatas meja.
"Aku baru mengetahuinya begitu tiba di Amerika" ucap Daniel penuh dusta dan senyuman palsu, sejenak mereka saling menatap, lalu tersenyum.
"Tuan..bisakah ini jadi rahasia kita?"pinta Ayana yang kembali tertunduk, ia sadar permintaannya ini seolah olah membuat apa yang terjadi dengan dirinya dan Daniel adalah sesuatu yang salah, padahal Ayana tahu betul jika Daniel menganggap itu semua tidak berarti apa apa, hal wajar jika seorang pria melindunginya dari guyuran hujan dengan merangkulnya, atau menolongnya saat tak ada satupun yang dikenalinya di luar negeri.
"Mengapa kau ingin merahasiakannya?" tatapan Daniel penuh telisik, senyumannya merekah karena ia tahu Ayana merasa sesuatu yang salah diantara mereka yang menjurus ke arah perselingkuhan, itu artinya ia memiliki perasaan yang aneh saat bersama Daniel yang tidak seharusnya.
Maaf Calvin tapi sepertinya aku masih punya harapan, Daniel tersenyum smirk.
"Hanya saja, aku merasa kita terlalu intim saat di Maldives, aku takut Daren akan salah paham, meski sebenarnya itu bukan apa apa bagimu tuan tapi bagiku....." Ayana masih menunduk.
"Baiklah setuju," Daniel lalu menekan sebuah angka pada pesawat teleponnya yang menyambungkannya langsung pada Adam Lee diluar, "Jangan biarkan siapapun masuk",ucapnya Daniel kembali beranjak dari tempat duduknya dan berjalan mendekati Ayana perlahan, seketika gadis itu merasakan hawa panas yang dibawa tubuh Daniel menyapu seluruh ruangan, suasana tidak seperti saat ia hendak memberi kecupan selamat datang tadi, ini lebih menegangkan, Daniel memutar kursi Ayana dan menatapnya sambil kedua tangan memegang sandaran tangan kursi yang diduduki Ayana, dengan sedikit merukuk Daniel membelenggu tubuh mungil Ayana, Gadis itu bahkan bisa mendengar ******* nafas Daniel yang naik turun, begitupun sebaliknya.
Ayana mengerutkan dahi, mau apa dia? mengecupku lagi ? pikirnya.
"Rahasiakan ini, tapi..."
__ADS_1
tok...
tok...
tok...
"Shi* " Umpat Daniel kesal, mendengar pintu diketuk, ia kembali memutar kursi Ayana dan berjalan kembali ke balik mejanya padahal ia sangat ingin mengecup bibir gadis itu atau jika ia menolaknya ia bisa mengajak Ayana untuk menemaninya berbelanja kado untuk ibunya, yang jelas Daniel harus mendapat sebuah konpensasi tutup mulut.
Daniel tak menoleh bahkan sampai pintu dibuka dan memperlihatkan dua sosok wanita dari paviliun utama rumahnya, ibunya dan lohan asisten pribadinya yang memilih melajang demi melayani semua kebutuhan nyonya Bosley, tentunya dengan bayaran sepadan.
Kejadian diluar ruangan....
"Maaf Nyonya Bosley...." Adam berjalan mendekati ibu majikannya itu, dan sang asisten yang menggunakan kawat gigi dan kaca mata lebar "Tuan Daniel sedang menerima tamu!" tutur Adam seraya membungkuk memberi hormat ala korea.
"Hah..., Tamu apa yang bahkan lebih penting dariku?" Nyonya Bosley tidak terima, ia tak mengindahkan perkataan Adam, dan langsung memutar kenop pintu, ia sempat tercengang melihat Ayana dan Daniel dalam satu ruangan duduk berhadapan, Dengan Daniel yang terlihat mencebik kesal.
Oh God...sepertinya aku datang diwaktu yang salah! pekik Nyonya Bosley dibenaknya, ingin sekali rasanya ia mengatakan lanjutkan nak apa yang kalian ingin lakukan ibu dan Lohan akan segera keluar. Tapi itu tentu akan menimbulkan kecurigaan, akhirnya nyonya Bosley berjalan masuk dengan Lohan mengekor dibelakangnya.
Matanya berbinar tak bisa berkedip saat menatap wajah Ayana secara langsung, gadis cantik itu segera menunduk memberi hormat, Nyonya Bosley sadar jika Ayana dan Adam Lee berasal dari negara yang saling berdekatan sehingga cara menyapa mereka terlihat serupa.
__ADS_1
Daniel menatap ibunya kesal, ia mencium aroma sandiwara diruangannya.
"Siapa dia Daniel?" tanya Nyonya Bosley pura pura tidak tahu, Daniel tak menjawab, hanya tawa miris yang tersinggung dibibirnya, ia tahu betul jika wanita tua itu sudah mengetahui segalanya.
Ayana segera memperkenalkan dirinya dengan sopan kepada wanita yang tidak ia ketahui adalah ibu dari calon suaminya itu.
"Saya Ayana Kimura nyonya, karyawan dari Departemen pemasaran" ucap Ayana ramah, Seketika Nyonya Bosley pura pura terkejut.
"Oh...rupanya calon menantuku, jangan panggil nyonya call me mom.." ucap Nyonya Bosley dengan senyuman lembutnya seraya mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan, Sontak Ayana mengangkat wajahnya menatap wanita tua dihadapannya yang terlihat masih sangat cantik dan elegan diusia senjanya.
Ayana segera menjabat tangan Nyonya Bosley dengan perasaan campur aduk, bagaimana tidak ia baru benar benar menyadari jika akan menikah dengan keluarga yang masuk kedalan jejeran dua puluh besar orang terkaya di Amerika serikat itu, seperti yang dikatakan artikel yang ia baca.
Meski sambutan Nyonya Bosley begitu hangat namun tidak cukup menghilangkan rasa kikuk dan takut didalam dirinya, Daniel melihat dengan jelas semua rasa itu terlukis diwajah cantik Ayana yang kini tubuhnya tengah dirangkul ibunya.
"Ada apa kemari bu?, duduklah...." Daniel mencoba merubah suasana, ia menyuruh ibunya itu untuk duduk, "Duduklah juga!" pintanya pada Ayana yang kini berdiri, gadis itu terlebih dahulu menatap Lohan yang juga tengah berdiri.
"Duduklah Nona..."ujar Lohan yang seakan tau maksud tatapan Ayana, wanita jepang itupun kembali mendudukkan bokongnya di kursi yang memang hanya Ada dua, sementara Lohan berjalan menuju arah sofa sambil menunggu bincang bincang ibu dan anak itu selesai.
"Mengapa aku tak bisa menghubungimu sejak kedatanganmu dari Korea?, kau tahu ibu akan berulang tahun dan Daren akan tunangan tapi kau terlihat tidak peduli" Kesal Nyonya Bosley, Daniel memang tidak langsung pulang ketika tiba ia dan Adam menginap disalah satu mansion mewahnya dikawasan Baverry hills Kota Los Angeles.
__ADS_1
Tunggu!! Daniel dan Ayana menelan saliva bersamaan, Ayana berfikir jika nyonya Bosley sepertinya tidak mengetahui jika putranya itu baru pulang dari Maldives, sementara Daniel menatap Ayana berharap jika gadis itu tidak menaruh curiga dengan kehadirannya di Maldives bersamaan dengan dirinya. Namun masing masing dari mereka hanya berani menduga didalam hati karena mereka sudah sepakat jika hal tersebut adalah sebuah rahasia.