HIASAN RANJANG KAKAK IPAR

HIASAN RANJANG KAKAK IPAR
Bab 11


__ADS_3

"Bersihkan tubuhmu dulu" perintah Daniel, tanpa menjawab usulan Ayana yang ingin tidur di sofa, ia menyerahkan sepasang piyama dengan model kemeja lengan pendek dan celana selutut serta sebuah Handuk dan sepasang pakaian dalam dengan ukuran s wanita dewasa, Daniel memesan ukuran kecil karena mengingat tubuh mungil hana yang hanya sekitar seratus lima puluh delapan centi meter.


Ayana dengan cepat merainya disertai pipi merah merona saat melihat lipatan paling atasnya adalah sepasang pakaian Dalam berwarna merah menyala, lalu buru buru masuk kedalam kamar mandi.


"Esok aku akan membawamu berbelanja pakaian" Seru Daniel, pada Ayana sebelum hilang dari balik pintu kamar mandi. gadis itu memeriksa detak jantungnya seraya mengelus dada dari balik pintu sebelum mulai berendam dengan air hangat di bathup.


Setelah lima belas menit Ayana keluar, ia lalu mengeringkan rambut sebahunya dengan sebuah hairdryer yang sudah tersedia, ia menghampiri Daniel yang tengah duduk di sofa dengan segelas wine ditangannya, Ayana duduk dihadapannya.


"Kau ingin minum?" Ucap Daniel menawarkan, namun Ayana segera menghentikan gerakan tangan Daniel yang hendak menuang Wine kedalam sebuah gelas kosong.


"Tidak Daniel,"Tolak Ayana lembut, Daniel hanya tersenyum lalu meneguk habis winenya hingga tak bersisa.


Daniel lalu menyodorkan segelas air putih didalam cangkir porselen kepada Ayana yang telah ia campur dengan obat tidur yang biasa ia konsumsi tatkala insomnianya kambuh. Bukan maksud apa apa hanya saja Daniel ingin Ayana lebih beristirahat setelah apa yang dialaminya, karena ia yakin gadis itu tidak akan bisa tidur dengan seorang pria asing didalam satu kamar.


Ayana meminumya hingga habis tanpa merasa curiga sama sekali.


"Daniel, maafkan aku mengganggu liburanmu" ucap Ayana penuh penyesalan.


"Kau harus membayarnya !!" Tukas Daniel

__ADS_1


"Dengan apa? bahkan saat ini aku tak punya uang" Ayana tertunduk lesu "Aku bahkan takut bagaimana jika polisi yak menemukan tasku padahal pasporku ada disana" lanjut Ayana.


"Kau tak harus membayarnya dengan uang....cukup..den...." Samar samar Ayana mendengar perkataan Daniel yang tidak jelas ditelinganya matanya sayup seperti tengah dielus manja sampai akhirnya ia tertidur pulas dengan posisi duduk, sejenak Daniel menatap Ayana yang tengah terlelap dihadapannya lalu kembali menggendong tubuh mungilnya keatas tempat tidur, dan ikut berbaring disampingnya dengan posisi menghadap kearah Ayana yang tengah tidur terlentang Daniel menopang kepalanya dengan satu tangan seraya mengabsen pucuk kepala Ayana dengan telunjuknya hingga turun ke dahi, hidung dan berhenti di kedua bibir tipis namun montok milik gadis itu.


Detak jantung Daniel seakan bergemuruh beradu pacu dengan aliran darahnya yang mendesir, seakan membuat hawa musim panas kota Male semakin mencekam, ia beberapa kali menalan saliva sehingga nampak jakunnya bergerak naik turun.


Entah mengapa saat ia mendekap tubuh mungil gadis itu ditengah hujan Rooftoop menara Bosley hatinya seakan tak rela jika gadis itu ternyata adalah milik Daren Bosley adiknya.


Lama telunjuk Daniel berhenti dibibir Ayana sambil ia berfikir sejenak, kemudian ia melanjutkan perjalanannya kebawah melewati dagu hingga diantara dua gundukan yang seakan menantang jiwa kelelakiannya, Daniel ternyata salah memilihkan ukuran dalam*n yang kecil karena saat dilihat dari dekat "milik" Ayana ternyata memiliki ukuran yang lumayan.


Daniel menggigit bibir bawahnya saat memikirkan bagaimana bentuk "Milik" Ayana ketika tak ada apapun yang menutupinya, sepertinya nafsu kelelakiannya yang sudah berminggu minggu tak tersalurkan itu sudah berada dipuncak tertinggi hanya dengan melihat Ayana secara langsung meski dengan pakaian lengkap sekalipun.


Daniel kembali keposisi semula, setengah tubuhnya dari batas pusat kebawah ia tutupi dengan selimut putih yang sama membalut tubuh Ayana.


"Maafkan aku Daren, Aku tidak akan membuatnya tidur denganku aku hanya butuh ia sebagai Hiasan di ranjangku" Bisik Daniel lirih kepada dirinya sendiri, Daniel lalu mengusap perlahan bibir Ayana dengan jempolnya untuk menguji tingkat kesadaran Ayana yang kini sudah berada di alam mimpi, namun gadis itu bergeming, kemudian pria dengan bulu tipis didadanya itu mendekatkan wajahnya pada Ayana sedikit menunduk dan berhasil mengecup perlahan bibir kecil Ayana yang berisi, dan sekali lagi ia tak bergerak sama sekali, Daniel ketagihan hingga mengulangnya beberapa kali membuat benda dibalik boxernya semakin gusar, namun gadis itu sama sekali tak bergerak.


Kali ini aksi Daniel terbilang lebih nekat, ia mulai mel*mat perlahan bibir Ayana menyesapnya sangat pelan dan beberapa kali menj*latnya selayaknya seorang Anak yang tengah menikmati Es krim.


Ah...

__ADS_1


Nafas Daniel semakin memburu...ia sebenarnya masih ingin menjamah bagian dada Ayana namun miliknya sudah tidak tahan untuk dikeluarkan, ia segera berdiri dan berjalan menuju kamar mandi dan menyelesaikan segala masalahnya didalam sana, meninggalkan Ayana yang masih terlelap denga mimpinya bersama Daren yang tengah menyusuri bibir pantai dengan pasir putih yang indah.


...>>>>>Kasian....Daniel hikz<<<<<...


Daniel kembali dengan perasaan yang puas meski harus melakukannya sendiri, ia sudah cukup hanya dengan memastikan jika raga Ayana malam ini dan malam malam berikutnya di Maldives adalah miliknya dan tidak ada lelaki manapun yang bisa menyentuhnya meski itu Daren sekalipun.


Daniel kembali berbaring di samping Ayana kali ini ia mengenakan piyama yang disediakan pihak resort, ia masih mengamati gadis yang tiba tiba merubah posisi tidurnya itu, Ayana memutar badannya menyamping dan mengalungkan sebelah tangannya di leher Daniel , lalu dengan sendirinya mendekatkan tubuhnya semakin rapat pada tubuh Daniel, Pria dengan senyuman smirk itu menyambutnya dengan bahagia, ia juga merapatkan tubuhnya pada Ayana dan mereka saling merangkul, kepala Ayana dibenamkannya didadanya yang dipenuhi bulu tipis dan menikmati setiap tarikan nafas yang dipenuhi aroma tubuh Ayana, wangi lemon dari sabun yang sudah disediakan hotel.


Tangan Daniel perlahan mulai turun dan memegang bokong Ayana yang dibalut piyama tipis namun tidak transparan, sekali lagi didalam benaknya ia meminta Maaf kepada Daren karena telah menyayangi calon istrenya.


Ayana semakin menelungkupkan tubuhnya yang seakan tertelan oleh tubuh kekar Daniel membuat pria itu terus tersenyum simpul memikirkan kemungkinan malam ini ia akan bolak balik kekamar mandi untuk menyelesaikan segalanya.



cuman sekedar mengingatkan ini visual Daniel Bosley ya🤩🤩🤩.



yang ini visual Ayana kimura, cantik nya....🤩🤩

__ADS_1


__ADS_2