HIASAN RANJANG KAKAK IPAR

HIASAN RANJANG KAKAK IPAR
Bab 81


__ADS_3

Kepergian Daniel yang sudah lebih dari seminggu itu menimbulkan tanda tanya besar bagi Daren.


Apa ia sudah move on? Sebaiknya begitu!


Ah...Daren mendesah pasrah, ia menyandarkan punggungnya dikursi kebesarannya, menengadahkan wajahnya menatap langit langit yang selalu ia harap bisa menimpanya seketika sehingga ia bisa menyusul Ayana disana. Namun Daren menghentakkan kepalanya segera, fikiran buruk memang selalu menghantuinya akan tetapi ia selalu berhasil mengatasinya tatkala wajah ryuu putranya terlintas.


Daren meraih benda pipih dari dalam saku celana bahannya dan segera melakukan video call kepada istri barunya, wanita yang ia nikahi hanya demi Ryuu semata tanpa melibatkan cinta sama sekali.


"Hallo" sapa Daren Hangat, saat panggilannya terhubung pada seorang wanita yang usianya dua tahun lebih tua dari dirinya. Dia adalah Georgina wanita 30 tahun asal ingris yang merupakan kerabat dekat kerajaan UK.


"Iya, kau ingin melihat Ryuu?"tebak georgina, ia sadar Daren memanggilnya bukan karena merindukannya, bisa menjadi istri yang melayani Daren saja ia sudah bersyukur.


Georgina lalu mengalihkan panggilan Daren ke kamera belakang ponselnya, hingga memperlihatkan Nyonya Bosley dan Lohan yang tengah melatih Ryuu berjalan, putra kecilnya itu berjalan tertatih dari pelukan Neneknya menuju Lohan yang duduk dihadapannya.


"Kau melihatnya Ayana...putra kita sudah berjalan" gumam Daren yang tentu saja bisa didengar Georgina. Wanita itu hanya tersenyum simpul, ia sadar pekerjaannya untuk merebut hati Daren tidaklah mudah.


.


.


.


Ada rasa sakit yang semakin menekan didada yang dirasakan Ayana, bersamaan dengan air mata yang mulai meluruh membasahi pipinya, Ayana mendorong kuat tubuh Daniel hingga melepaskan pagutannya.


Wanita dengan memory hilang itu menatap tajam pada pria yang sudah berani berbuat tidak sopan kepadanya, tak lama kemudian bisikan halus merasuk kedalam rungunya.


Aku tidak menyukai gadis Asia bertubuh mungil.


Ayana memegang kepalanya yang mulai terasa berdenyut, ia lalu berjalan Gontai dan menghempaskan dengan kasar tangan Daniel yang berusaha membantunya.


Ayana masuk kedalam kamar istirahat lalu menguncinya ia tak peduli dengan Daniel yang terus menggedor pintu seraya memanggil namanya.


Ayana !


Ayana!


Ah rasanya Ayana ingin mati saja mendengar nama itu, ia lalu mengobrak abrik isi nakas hingga ia menemukan sebuah pil pereda nyeri. setelah 15 menit akhirnya kepalanya terasa kembali normal, Panggilan Daniel juga sudah tak terdengar mungkin pria kurang ajar itu sudah pergi! Pikir Ayana.

__ADS_1


Ayana duduk di sudut ruangan dengan memeluk kedua lututnya, kepalanya tidak sakit lagi namun dadanya masih terasa sesak, suara yang masih menari dikepalanya seakan masih begitu jelas, kini Ayana tahu bukan dirinya yang menolak pria tapi pria itu yang menyakitinya.


Memalukan! umpat Ayana, ia tidak habis fikir mengapa kakaknya menyembunyikan kenyataannya.


Ayana membuka pintu menelusupkan kepalanya keluar mencari sosok yang tadi menciumnya, ia menemukan pria itu terlibat perbincangan serius dengan seorang wanita yang ia sangat menyukai kakaknya .


Ji Hoon!


Flashback..


"Ayana...Ayana....buka pintunya, kau baik baik baby?" gusar Daniel sambil terus menggedor pintu yang menjadi pembatas antara dia dan Ayana, Daniel merutuki dirinya sendiri, seharusnya ia mendengar Adam Lee jika Ayana akan kesakitan ketika dipaksa mengingat masa lalunya.


"Ayana?"


"Baby?"


Ji hoon yang baru masuk bergumam, ia terkejut mendapati sosok pria bule yang sangat tampan, pria yang menjadi bahan gunjingan warga belakangan ini.


"Siapa Ayana?" tanya Ji Hoon.


"Ayana, Lee Ha Jin, dia kekasihku dan sekarang ia tengah kesakitan" jelas Daniel dengan raut wajah khawatir.


Ji Hoon berhasil menenagkan Daniel dan menjelaskan jika Ha Jin memang sering mengalami sakit kepala dan akan membaik dalam kurun waktu 30 menit. Ia lalu mengajak Daniel berbicara di Rest Area agar tidak mengganggu Ayana.


Cukup lama Daniel Dan Ji Hoon berbincang hingga gadis 30 tahun yang belum menikah itu terperangah saat mendengarkan penuturan Daniel mengenai Ayana yang sebenarnya tidak berhubungan darah dengan Adam Lee.


"Mereka bukan saudara kandung?" Ji Hoon ingin lebih memastikan.


Daniel mengangguk "Mereka bahkan baru kenal kurang lebih setahun ini".


Ji Hoon menutup mulutnya tak percaya. Daniel merasa beruntung bisa bertemu Ji Hoon wanita itu fasih berbahasa ingris dan ia harap bisa membantunya untuk membantu Ayana mengingat masa lalunya. karena Adam tidak akan pernah melakukannya, Dengan menceritakan sedikit masa lalu Ayana Daniel harap Ji Hoon akan paham betul situasinya.


"Saya harap anda bisa kembali bersama Lee Ha jin, ah tidak maksudku Ayana" Ada gurat khawatir yang terpancar diwajah Ji Hoon, mengingat perlakuan Adam Lee selama ini kepada Ayana.


Jika mereka bukan saudara kandung bukankah perhatian Adam Lee begitu berlebihan? Hati Ji Hoon tiba tiba menciut memikirkannya, bagaimana jika Adam menganggap Ayana lebih dari Adik, apakah ia siap bersaing dengan ayana yang cantiknya sangat paripurna??


__ADS_1


Visual Ji Hoon



Adam Lee


Flashback off.


Ayana kembali megang dadanya, mengapa begitu sakit melihat Daniel berbicara dengan Ji Hoon? Ia juga seperti ini saat melihat Daniel dikerumuni para gadis gadis belia yang masih ranum.


Ayana tahu ia tidak baik baik saja, sekelibat bayangan masa lalu yang kabur kembali menari didalam benaknya.


Maafkan aku Ayana


Bayi anda sudah lahir


Aku melakukan itu agar kita impas


Ayahmu yang membunuhnya


Potongan kalimat yang berdengung ditelinganya sekakan kembali ingin memecah kepalanya, padahal ia baru saja meminum obatnya.


Dengan langkah tertatih Ayana kembali masuk kedalam kamar istirahatnya dan menguncinya sebanyak dua kali.


"Oppa" bibir Ayana bergetar saat menyebutnya, ia segera mencari ponselnya, menekan angka satu lalu melakukan panggilan suara.


"Ha Jin....." sapa Adam Lee yang masih duduk didalam kereta, yah hari ini ia sengaja pulang lebih cepat dari biasanya, ia yakin bisa tiba distasiun pada pukul 5 sore.


"Oppa...siapa sebenarnya Daniel itu??" tanya Ayana dengan suara bergetar.


Adam Lee menelan saliva kasar, ia yakin Ayana dalam keadaan tidak baik baik saja, tangan pria itu mengepal sempurna, mengapa Daniel harus datang dan mengacaukan segalanya.


"Ha Jin aaa, kau baik baik saja? Kepalamu sakit? Kau sudah minum obat? "Cerca Adam Lee khawatir,seraya melihat jam digital yang melingkar dipergelangannya.


Sial! Umpatnya kereta akan baru akan tiba 30 menit lagi.


"Aku baik baik saja Oppa, aku hanya bingung apa mungkin Daniel sudah menyakitiku dimasa Lalu? Ini menyiksaku Oppa, aku bahkan bisa mendengar suara suara asing dengan begitu jelas" Ayana berbohong mengatakan ia baik baik saja padahal ia tengah kesakitan.

__ADS_1


"Dimana kau sekarang?"


Tut...tut...tut....panggilan terputus, Ayana mengakhiri panggilannya secara sepihak sebelum akhirnya terkulai tak berdaya dalam kesendiriannya.


__ADS_2