
Al melakukan panggilan dengan menghidupkan loudspeaker hingga dito, ria dan sie mendengar apa yang diucapkan oleh pelayan hotel itu. Mereka tidak menyebutkan nama hingga murid yang lain tidak tahu siapa yang sedang mereka bahas.
" yey... Gue menang... Traktiran satu minggu dimulai dari jam istirahat... Ucap dito tertawa dan memainkan kedua alisnya.
" ok... Deal... Mereka berempat tertawa bersama.
Bel masuk berbunyi, aldo pamit dengan sie untuk ke kelasnya... Lagi ritual aldo mengecup puncak kepala sie hingga membuat semua murid cewek histeris...
Aldo segera menuju ke kelasnya yang tak jauh dari kelas sie. Hari ini pelajaran mereka lalui dengan baik hingga bel istirahat berbunyi.
Sie, dito dan ria menuju ke kelas aldo karena aldo belum keluar dari kelas. Mereka menunggu di depan kelas aldo.
" hai cantik, nungguin gue ya... Ucap kakak kelas gio yang terkenal playboy..
" eh kak, lagi nungguin temen gue..
" siapa... Cowok lo...
" ehm... Iya...cowok sama adek gue...
" mereka belum keluar mending ke kantin duluan sama gue yuk
" eh... Nggak kak gue nunggu mereka aja.. Kakak duluan aja...
" ok cantik... Bye...
" iya kak...
Tak lama aldo, dina dan dafa keluar dari kelas.
" kakak... Udah lama kak...?
" nggak dek...
" eh, btw nindi kok g masuk ya katanya sih ijin.. Ucap dina
" lo nggak tau ya din... Ucap ria
" apaan...
" mereka masih ada di kamar hotel berdua...
" serius ri...
" iya... Dan itu dijadiin bahan taruhan sama dito ma aldo..
" kok bisa...
" bisalah... Mau tau lo...
" iya dong...
__ADS_1
Ria kemudian menceritakan perihal taruhan itu.
" waaah...untung banyak lo dit, dari kakak ipar gue..
" gue gituloh...
" huh... Sombong... Canda tawa mereka sambil berjalan ke kantin
Saat hendak masuk ke kantin, sie sudah di hadang oleh sosok makhluk halus, perempuan berambut panjang sedang memperhatikan sie.
Sie juga memperhatikan sosok itu tapi sie tetap diam saja. Sampai selesai makan di kantin sosok itu masih saja memperhatikan sie. Sie kemudian berlalu meninggalkan sosok itu menuju taman di depan kelas mereka.
Sosok itu tiba-tiba berdiri di sebelah sie yang duduk paling pinggir.
Sie menoleh dan melihat sosok itu sedang menangis.
" kenapa lo nangis hem...
" sie, Tolongin gue...
" gaes bentar ya ada kunti minta tolong sama gue....
" ok...
Sie kemudian mendengarkan kunti itu bercerita.
" sie, Tolongin gue... Liat sie leher gue hampir putus.. Kunti itu menampakkan wujud aslinya dengan leher yang hampir putus dan darah yang membadahi seluruh baju atasnya.
" aku dibunuh sie, aku digorok dan tubuhku dikubur kan tak layak
" siapa yang melakukan itu.. Dan siapa nama kamu...
" nama aku rania, sie.. Aku dibunuh oleh paman ku sie karena aku adalah ahli waris harta kedua orang tuaku. Kedua orang tuaku juga dibunuh oleh paman dengan di kasih racun agar harta kekayaan mereka jatuh kepada paman akan tetapi karena papa aku membuat surat wasiat di pengacara bahwa aku adalah ahli waris semua kekayaan orang tuaku, pamanku murka sie dan menyuruh anak buahnya untuk menculikku,... Mereka membunuhku sie dengan menggosok leherku dan menguburkan jasad ku sembarangan sie... Hick..hick..hick..
" Ya Allah tega bener ya demi harta sampai ngebunuh keluarga.. Ucap sie ikut menangis mendengar cerita rania.
" sie, kenapa...
" gue kasihan ma kunti ini namanya rania... Sie kemudian menceritakan perihal rania kepada teman-temannya.
" Ya Allah tega bener paman rania itu kak...
" iya... Oia ran, dimana mereka ngubur jasad lo.
" dibelakang rumahku sie...
" gila... Bener-bener gila paman kamu itu ran...
" gaes rania dikubur di belakang rumahnya di jalan xx. Gimana gaes kita samperin... Tapi lapor polisi dulu.
" ok.. Nanti kita ke kantor polisi sepulang sekolah... Ucap aldo.
__ADS_1
Rania kemudian menghilang. Setelah itu bel masuk berbunyi. Pelajaran hari ini mereka lalui dengan baik
Sepulang sekolah seperti biasa sie berbonceng dengan aldo, dito dengan ria dan dina dengan dafa. Mereka berenam menuju ke kantor polisi lagi-lagi membuat laporan ke kantor polisi.
Karena hari ini hari jum'at keadaan kantor polisi tak ramai seperti hari biasanya karena mereka akan melakukan sholat jum'at.
" selamat siang pak ridwan
" siang... Loh kamu lagi sie...
" hehehehe.... Iya pak..
" kenapa pembunuhan lagi sie...
" he... Iya pak...
" kali ini siapa... Tapi cuma laporan saja kita tidak bisa langsung menuju lokasi karena kita akan sholat jum'at...
" siap pak... Sie duduk dan menceritakan semua pada pak ridwan.
" jadi gadis ini, gadis yang tinggal di perumahan elite di jalan xx...
" iya pak...
" sie, boleh saya minta No wa kamu... Mungkin nanti setelah sholat jum'at kami dan tim akan ke lokasi jadi kami akan menghubungi kamu untuk menjadi perantara gadis itu dengan kamu.
" siap pak...
" ehm, pak... Gimana kalo kita jum'atan barengan saja pak biar nanti setelah sholat jum'at bisa langsung ke lokasi...
" boleh juga usul kamu... Aldo kurniawan... Ucap pak polisi sambil tersenyum. Kalo begitu ayok.. Kita sholat jum'at bersama..
" baik pak mari..
Untuk para lelaki menuju masjid dan melaksanakan sholat jum'at. Sedangkan sie, dina dan ria menunggu di luar masjid.
Selesai sholat, mereka kembali ke kantor polisi. Seperti biasa sie kembali membuka mata batin pak ridwan, rania menampakkan wujud aslinya hingga membuat pak ridwan bergidik ngeri.
Rania menceritakan secara terperinci kepada pak ridwan dan pak ridwan mencatat semuanya. Setelah kembali ditutup.. Mereka semua beranjak pergi menuju rumah rania. Dan rania bilang bahwa rumah itu dijaga oleh beberapa penjaga.
Saat sudah sampai di rumah rania, secara mudah penjaga itu dikalahkan dan dibekuk oleh polisi, mereka semua menyebar mencari keberadaan paman andik.. Paman rania.
Semua pintu kamar dan ruangan diperiksa satu persatu. Sie dan aldo menuju lantai atas karena tinggal satu kamar yang belum mereka periksa.
Pelan-pelan sie yang ditemani aldo membuka pintu itu karena ada suara erangan dari dalam kamar itu.
" astaughfirullahal'adzim... Ucap sie pelan kemudian menutup kembali kamar itu pelan
" kamu lihat apa cin kok tegang gitu...
" i....itu... L di dalem ada paman rania yang sedang ***-*** dengan dua orang perempuan...
__ADS_1
" astaughfirullahal'adzim... Beneran cin... Gila.. Hiper banget tu orang.