I AM SPECIAL INDIGO

I AM SPECIAL INDIGO
Bab 120


__ADS_3

" apa maksud perkataan lo al, lo yang sok lupa...


" kalian berdua tenang dulu... Coba ceritakan ke saya apa yang sebenarnya terjadi.


Kedua orang tua nindi nampak geram dengan sikap santai aldo. Papa nindi berfikir apa bukan aldo yang ngelakuin itu karena melihat dari sikap aldo yang tenang tanpa ada rasa takut.


" saya akan menceritakannya dan bahkan saya akan menunjukkan video yang sebenarnya apa yang terjadi


" video, video apa maksud lo al...


" nanti juga lo bakalan tahu...


Nindi yang sekarang nampak terkejud dan menjadi bingung... Nindi berkata dalam hati... Jangan-jangan video gue sama niko lagi.. Aaah... Nggak mungkin...


Aldo menceritakan semua kepada yang ada di ruangan itu, dan sekarang dia mengirimkan bukti video nindi yang melakukan itu dengan niko. Aldo tersenyum miring melihat ke arah nindi, nindi nampak grogi dan bingung sendiri.


" apa-apaan ini nindi.... !!!!! Ucap papanya teriak dengan emosi... Jadi kamu sudah membohongi papa dan kamu sudah melakukan itu dengan niko.. Dia suadara sepupu kamu nin...


" apa maksud papa nindi dengan niko... Nindi masih berusaha mengelak...


" sekarang kamu lihat video ini dan jelaskan ke papa apa maksud dari semua ini... Ucapnya emosi


Nindi mengambil hp papanya, dia menganga dan terkejud melihat videonya sedang melakukan itu dengan niko dan yang lebih membuatnya malu.. Semua orang yang ada di ruangan itu melihat video tersebut.


" pa, ini bukan nindi pa...


" kalo bukan kamu terus siapa jelas-jelas disitu ada muka kamu dan niko.


" aldo, bagaimana bisa semua ini terjadi... Ucap kepala sekolah.


" sebenernya mereka berdua mau menjebak saya dan siera saat pesta itu tapi kami sudah tau rencana mereka jadi kami menukar minuman itu.


" nggak... Itu nggak mungkin...


" apanya yang nggak mungkin dan kenapa bisa nggak mungkin apa kamu lupa siapa siera, apa kamu lupa dia memiliki teman-teman gaib yang selalu melindungi dia... Hem.... !!!! Apa kamu masih pengen bukti kalo temen sie membuka suara tentang apa yang terjadi waktu itu.


Nindi yang mendengar penuturan aldo langsung diam dan bersimpuh menangis dan menahan malu.


" maaf, karena semua sudah terbukti bukan putra saya yang melakukannya maka kami undur diri dulu...


" maafkan sikap anak saya pak arya... Saya sungguh tidak tahu kalo semua ini kesalahan anak saya. Sekali lagi kami mohon maaf...


" kalo begitu kami pergi dulu... Ucap papa arya dan menyalami semua yang ada diruangan itu. Dan diikuti mama fitri dan aldo.

__ADS_1


Papa mama aldo pulang dan aldo kembali ke kelas.


Tok


Tok


Tok


Aldo mengetuk pintu ruang kelasnya.


" assalamu'allaikum... Ucapnya seraya melangkah menuju ke bangkunya.


Semua yang ada di ruangan itu saling berbisik dan pak rohman selaku guru IPS merasa terganggu.


" kenapa kalian berisik sekali... Ini masalah aldo terkait benar tidaknya kita serahkan semuanya kepada mereka.


" tapi pak, kita kan jadi kepo pengen tau tentang semua yang terjadi dalam hal ini siapa yang bersalah antara aldo dan nindi karena mereka berdua teman kami... Ucap salah seorang murid.


" iya pak... Ucap murid yang lain


" aldo apa kamu tidak keberatan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.


Aldo mengangguk dan berdiri menuju ke depan, dia hanya ingin membersihkan namanya saja di depan teman-temannya. Aldo menceritakan apa yang sebenarnya terjadi saat dipesta itu.


" iya pak... Tapi alhamdulillah semua sudah teratasi dan saya mohon kepada kalian semua jangan menghakimi seseorang yang belum tentu itu suatu kebenaran jika belum ada bukti yang kuat.


" memang lo punya bukti al, kalo bukan lo yang ngelakuin itu ken nindi...


" kalo gue nggak punya bukti, gue nggak akan berani menatap wajah kalian yang pastinya gue akan malu. Tapi bukti itu cuma orang tua gue dan nindi yang tau selain itu kepala sekolah dan admin sekolah saja karena itu merupakan sebuah privasi.


" yah, nggak asyik dong al... Kan kita juga pengen bisa liat video tentang kebenaran yang terjadi...


" kalo lo mah bukan masalah pengen liat bukti tapi emang pengen liat video itu...


" huuuuuuuu.... Riuh ricuh semua penghuni kelas


" sudah... Sudah... Karena akar masalah sudah terlihat jelas dan sudah terbukti maka bapak mohon sama kalian jangan sekali-sekali mengucilkan siapa yang bersalah. Apa kalian paham... !!!


" paham pak...


Bel istirahat berbunyi semua murid berhamburan keluar kelas. Seperti biasa aldo, dina dan dafa menuju ke kelas sie untuk mengajak istirahat.


Mereka bertiga berpapasan dengan teman-teman sie yang baru keluar dari kelas.

__ADS_1


" al, jadi siapa yang bersalah...


Aldo masih tetap dingin dan tak menanggapi mereka. Aldo langsung masuk ke kelas siera.


" cinta, ngantin yuk...


" dek, dafa ngantin yuk...


" hayuk...


Mereka berenam menuju ke kantin, didalam kantin terlihat sudah penuh murid yang sedang makan dan sekedar minum.


" gaes penuh nih... Ucap dito


" lo yang pesen dit, sekalian lo bayar ini uangnya kita tunggu di sana ya... Ucap aldo menunjuk pohon rindang yang ada di dekat kantin


Dito kemudian memesan makanan untuk mereka.


Sedang asyik mengobrol dan menunggu dito datang, niko dengan gaya sok coolnya datang menghampiri aldo dan teman-temannya.


" al, gimana tadi... Kamu sudah mengaku kan kalo bayi itu anak kamu... Ucap niko sengaja dibuat kenceng agar seluruh murid yang ada di kantin dan di dekat kantin mendengar.


Mereka semua diam dan berbisik-bisik. Mereka juga ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi


" eh, lo dateng-dateng nggak salam nggak apa main nyelonong aja kayak setan lo... Ucap dito


" aku nggak ada urusan ya sama kamu, urusanku sama dia karena dia udah menghamili nindi dan nindi adalah adek ponakan aku.. Ucap niko menunjuk ke aldo


Semua murid kaget mendengar perkataan niko.


" beneran dia adek ponakan lo, tapi kenapa lo doyan sama dia... Ucap ria


" apa maksud kamu...


" oooooh.. Jadi nindi belum cerita apa-apa ke lo


" cerita.... memang dia cerita apa... ?? Dia nggak ada cerita apa-apa sama aku... Jangan ngarang kamu....


" ish... Kok ada ya maling teriak maling... Dunia sudah ancur.... Ucap dina menepok jidatnya


" gaes, kalian pada diem dulu ya... Nik, emangnya lo belum tau ya apa yang tadi pagi terjadi... Kalo memang gue yang ngelakuin itu mana ada muka buat gue masih ada disini... Yang ada ancur dan malu muka gue...


" bener juga ya apa kata al... Kalo memang dia yang ngelakuin dia bakalan nggak berani nunjukin batang hidungnya... Ucap salah seorang murid dan diangguki oleh yang lain.

__ADS_1


" sekarang lo hubungi nindi, lo tanya apa yang sebenarnya terjadi...


__ADS_2