
Pertemanan ke 4 sahabat dengan Margaretha semakin akrab, sekarang Margaretha tidak tinggal lagi dirumah kosong berhantu itu. Dia tinggal dengan Shariq setelah mendapatkan ijin dari Siera.
Siera juga senang karena Retha adalah hantu bule yang baik, selain itu dia juga cantik. begitu juga dengan Romy dan Naomi yang juga senang dengan kehadiran Retha.
Hari ini hari Minggu, dimana Aldo sedang libur dari urusan kantor.
Dia meluangkan waktu berharganya dengan bermain bersama putra semata wayangnya di halaman belakang dan di temani Siera.
Begitu juga makhluk tak kasat mata sahabat Shariq dan Siera.
Tak berapa lama terdengar deru mobil berhenti dihalaman rumah mereka.
" assalamu'allaikum... para penghuni surga telah hadir... teriak Dina dengan suaminya Dafa dan ke dua putri kembarnya Rani dan Rina yang berumur 3 tahun. Sedangkan Dito dan Ria dengan putra semata wayangnya Aditya yang berumur 4 tahun.
" mi...Pi... Tante Dina dan Ria Dateng .. waaah Shariq makin banyak temen nih ada sikembar R dan juga Aditya...
" woi... kemana semua sih penghuni rumah ini...
" Tante jangan teriak-teriak dong ini rumah bukan hutan... ntar penunggu rumah ini marah pada Tante loh...
" ish... shariq suka gitu deh sama Tante... kan dari tadi Tante panggilin nggak ada suara makanya Tante teriak...mami sama papi kamu mana...?
" ada kok di taman belakang...
Shariq mencium punggung tangan ke empat sahabat mami papinya itu.
" hallo cantik-cantik adek kakak... makin cantik aja sih... ayok maen sama kakak... Aditya ayok... kita main ayunan dan nangkep ikan di taman belakang....
" ayok kakak Shariq... ucap si kembar Rina dan Rani.
Mereka bergegas menuju taman belakang... shariq mengajak Rina dan Rani bermain ayunan begitu juga dengan aditya. Mereka sangat senang sekali bermain bersama, setelah puas mereka menangkap ikan setelah itu mereka berenang bersama.
" nggak terasa ya waktu begitu cepat berlalu sekarang anak-anak kita sudah tumbuh menjadi putra-putri yang cantik dan tampan... ucap Aldo kepada sahabatnya.
" he em... semoga persahabatan dan persaudaraan kita dan anak-anak kita selalu terjalin...
Aditya minta diantar ke kamar mandi karena ingin buang air kecil, dia diantar sayng ayah karena bundanya lagi menemani Siera memasak di dapur.
" ayaaaaah.... teriak Aditya saat sudah keluar dari kamar mandi karena Dito sedang memainkan ponselnya.
" ada apa Adit...
__ADS_1
" i...itu... apa ayaaaaah...
" mana sih sayang... nggak ada apa-apa kok...
" itu ayah... kenapa bolanya gerak sendiri...
" mana sih...
" itu ayah... Adit takut ayah... huaaaaaa.....
Aditya menangis dengan kencang hingga semua orang yang mendengar berlari ke arah Adit.
" ada apa yaah... Aditya kenapa...?
" nggak tau tiba-tiba nangis...
" Aditya kenapa sayang...
" itu bunda tadi ada bola melayang sendiri... Adit takut bunda...
Shariq melihat sekeliling dan menemukan Margaretha sedang mengambil bola yang menggelinding.
" jangan takuti dia... ucapnya pada Retha.
" Aditya... bolanya bukan melayang sendiri sayang tapi ketiup angin... terang Shariq.
" tu kan kak Shariq aja bilang kalo bolanya kena angin...
" gitu ya bunda... jadi nggak melayang sendiri...
" nggak sayang... udah yok sekarang kita ke taman lagi... Aditya main sama si kembar sama kakak Shariq ya... tapi bunda mau bantuin Tante siera dulu ya di dapur...
" iya bunda... ayo kak... kita main di taman lagi
Setelah selesai acara masak memasaknya mereka makan bersama-sama sambil bercerita dan mendengar celotehan si kembar dan juga Aditya.
Sekitar pukul 9 malam mereka pamit pulang karena si kembar dan Aditya sudah tertidur.
Tak lama terdengar salam dari luar, Siera... Alex dan Shariq menjawab salam itu bersama.
" assalamu'allaikum... wahai sahabatku...
__ADS_1
" wa'allaikumsalam...
" yang mulia raja Satria... yang mulia raja Saloka... yang mulia ratu Gayatri... pangeran samudra... salam hormat kami... ucap Shariq.
" bagaimana kabar kamu Sie... Aldo... ucap ratu Gayatri.
" Alhamdulillah sehat yang mulia ratu...
" Shariq kami datang ke sini untuk menepati janji kami karena raja Saloka ingin sekali bertemu dengan mami kamu... sekalian kami juga sudah lama tidak pernah main ke tempat kalian...
" waaah saya begitu terhormat jika raja Saloka ingin bertemu dengan saya...
" jadi ini seorang manusia yang bisa menjadi sahabat dari raja satria... sebelumnya saya sangat penasaran sekali melihat persahabatan dua dunia yang bisa sedekat ini... dari kecil sampai hari ini...
" mungkin ini sudah takdir dari sang illahi yang mulia...
" iya... andaikata waktu itu Sie tidak menolong saya... mungkin saya tidak akan pernah mempunyai sahabat seorang manusia...
" Aldo... gimana bisnis kamu...
" Alhamdulillah lancar yang mulia...
" ingat selalu pesanku... jangan pernah membuat siera bersedih... dan meneteskan air mata...
" itu tidak akan pernah terjadi yang mulia... saya akan selalu menjaga hati dia....
" Sie... kita tidak bisa berlama-lama berada di sini... kita harus kembali...
" ya yang mulia satria...
" Oia Sie... jika saya membutuhkan bantuan kamu atau putra kamu... apa kamu keberatan... ucap raja Saloka.
" dengan senang hati yang mulia... kita berdua akan membantu...
" terima kasih... kami mohon pamit...
" pangeran samudra jika ada waktu luang maen kemari ya...
" siap riq... aku pergi dulu ya...
" baik... hati-hati....
__ADS_1
" sie... Aldo.... kami pamit dulu...
Sie, Aldo dan Shariq tersenyum kepada mereka kemudian dalam sekejap mata mereka menghilang.