I AM SPECIAL INDIGO

I AM SPECIAL INDIGO
Bab 127


__ADS_3

" udah ah biarin aja... Itu privasi dia... Ucap sie...


Gaes cabut Yuk udah malem juga...


" yoi... Ucap mereka kompak...


Akhirnya mereka meninggalkan rumah makan itu.


Beberapa minggu kemudian setelah ujian akhir sekolah selesai dilaksanakan. Sekolah mengadakan rekreasi untuk kelas 3. Karena sebagai kegiatan refreshing setelah memikirkan ujian yang menguras otak..


Pengumuman akan adanya rekreasi diumumkan saat upacara bendera hari senin..


" bagi anak-anak kelas 3 selamat karena sudah menyelesaikan ujian dengan semangat dan kerja keras semoga nilai kalian semua memuaskan dan untuk itu sekolah sudah memutuskan untuk rekreasi kelas 3 tahun ini kita akan pergi ke jogja... Ucap kepala sekolah


" yey jogja... Sorak riuh murid kelas 3


" dan untuk keberangkatan kita 1 minggu lagi jadi bapak mohon kalian persiapkan segala sesuatunya agar bisa nyaman diperjalanan nanti. Dan untuk keberangkatan kita akan naik pesawat.


" baik pak...


Seminggu berlalu jadwal keberangkatan mereka sudah ditetapkan. Pada hari sabtu dan keberangkatan akan dimulai pukul 7 malam.


Setelah semua persiapan selesai dilakukan, terdiri dari 6 bus yang akan berangkat menuju jogja. Beruntungnya sie, aldo, dina, dafa, dito dan ria berada dalam 1 bus karena kelas mereka diacak.


Sie dan teman-temannya berada dalam bus ke 3. Setelah semua barang dinaikkan dan pengecekan semua murid selesai, akhirnya semua bus berangkat


Di dalam setiap bus ada guru yang mendampingi.


" sebelum berangkat kita berdo'a menurut agama dan kepercayaan masing-masing, semoga kita selamat sampai tempat tujuan. Berdo'a mulai... Ucap salah seorang guru.


Semua murid dan penghuni bus itu menundukkan kepala dan berdo'a.


" allahummasholli'alla Muhammad

__ADS_1


" allahummasholli'allaik...


Buspun berangkat. Semua murid nampak bahagia karena setelah seminggu otak mereka terkuras karena harus menyelesaikan ujian sekarang mereka harus refreshing untuk menyenangkan diri mereka.


Malam semakin larut bus yang awal perjalanan terdengar riuh suara, tawa, nyanyian dan gurauan murid mendadak sunyi karena banyak diantara mereka yang tertidur. Sie dan aldo duduk dikursi no 4 dari depan setelah dina dan ria yang duduk dikursi no 3. Awalnya semua nampak baik-baik saja. Karena jarak antara bus yang satu dan yang lain tak terlalu jauh.


Sampai pukul 2 dini hari saat memasuki daerah hutan tiba-tiba bus No 1 berhenti mendadak. Hingga bus No 2 dan yang lain juga ikut berhenti. Sopir bus heran karena sebelum berangkat kondisi kelayakan bus sudah dicek dan semua aman. Tapi bus masih tetap tak mau menyala.


Semua yang ada di dalam bus 1 mulai panik karena lokasi mereka yang ada di jalanan hutan, guru-guru memberi peringatan kepada semua murid agar tidak keluar dari bus. Jadi untuk ke lima bus hanya menunggu sampai bus yang pertama menyala kembali.


Semua sopir bus sudah mencoba berbagai cara agar bus bisa menyala lagi tapi semua tetap nihil tidak ada hasil.


Sie pun penasaran kenapa bus tiba-tiba berhenti semua. Dia meminta ijin kepada guru pendamping yang ada di bus yang dia tumpangi untuk turun, awalnya pak guru menolak dan sie berusaha meyakinkan bahwa ini bukan sesuatu yang diluar akal karena sie melihat sebuah bayangan sedang berdiri di depan bus No 1, akhirnya sang guru mengizinkan. Dengan syarat guru tersebut juga ikut turun


Sie ditemani aldo dan pak imran (guru) turun dan sebelum turun sie mengatakan kepada semua penumpang bus untuk tidak turun.


" temen-temen, gue sama aldo sama pak imran mau liat apa yang terjadi di bus pertama jadi gue mohon sama kalian, jangan ada 1 Orang pun yang turun dari bus ini karena menurut mata batin gue, gue ngerasa ada bahaya...


" iiiih... Yang bener lo sie, jangan bercanda dong... Ucap salah seorang murid


" iya sie, kita bakalan nurut... Kita nggak akan turun dari bus... Ucap dito


" iya sie, dan gue minta lo hati-hati... Ucap dafa


" kak ati-ati ya.... Ucap dina


Sie mengangguk dan tersenyum kepada teman-temannya.


Setelah turun sie meminta kepada aaldo dan juga pak imran agar jangan jauh-jauh dari sie.


Mereka bertiga jalan menuju ke bus paling depan.


" loh, kok ada murid yang turun... Ucap salah seorang supir

__ADS_1


" nggak papa pak, mungkin dia bisa bantu masalah bus ini...


" mana mungkin, lagian bus ini nggak kenapa-kenapa kok semua dalam keadaan normal. Ucap supir bus 1


" iya pak, saya tahu makanya saya ke sini... Ehm apa bapak percaya sama saya...


" percaya pada apa... Apa yang harus saya percaya dari kamu...


" ehm, sebenernya bus bapak ini semua mesinnya aman kok pak... Cuman 1 yang nggak aman.. Apa bapak mau kita bicara sebentar saja.


" baik kalo begitu.


Sie mengajak sang supir bus 1 dan aldo untuk sedikit menjauh dari supir dan orang-orang yang ada di sebelah bus 1


" apa yang mau kamu bicarakan...


" pak, tolong bapak jujur sama saya ya jangan sampai bapak bohong sedikitpun... Karena jika bapak bohong saya pasti akan tau...


" iya,


" bapak namanya siapa


" saya kodir..


" pak kodir, maaf sebelumnya... Apa bapak membawa sesuatu benda gaib di dalam bus...


" benda gaib... Apa maksud kamu...


" tolong bapak ingat-ingat apa bapak membawa sesuatu benda semisal batu akek, keris, mantra-mantra...


" ehm... Apa ya... Supir itu nampak berfikir..." oia di dalam bus ada cincin akek saya... Tapi itu cintin biasa saya bawa kok


" boleh saya lihat pak..

__ADS_1


" boleh, ayo kalian berdua ikut saya...


Sie, aldo dan pak kodir menuju ke dalam bus 1 dan pak kodir mengambil cincin akek yang biasa beliau bawa kemanapun beliau pergi. Pak kodir menyerahkan cincin itu pada sie.


__ADS_2