
Saat selesai makan mereka akan kembali ke mes.
" sie, kok Lo bisa kenal sama keluarga kerajaan sih... ucap Romeo
" ceritanya panjang...
" nggak papa gue akan dengerin...
" gue juga... ucap Mega
" gue juga... gue penasaran... ucap Niken
Sie menceritakan awal mula persahabatannya dengan satria sampai Aldo diculik ratu Gayatri hingga sampai mereka berteman.
" waaaah... cerita Lo benar-benar seru sie... ucap Mega
" he em gue Sampek merinding dengernya...
" Oia gue masu pesan sesuatu buat Lo Mega, Niken, Dina dan Ria...
" apaan... ucap mereka kompak.
" gue harap kalian jangan pernah mendatangi pohon besar yang letaknya di belakang dari mes kita.
" kenapa kak... ucap Dina.
" gue melihat sosok Wowo dan sosok Kunti berbaju merah yang auranya sangat-sangat negatif. Jika waktu malam hari jangan pernah sekali-kali kalian -mendatangi arah belakang mes kita dan juga jika ada seseorang memanggil kalian pastikan memperhatikan dengan seksama wajah seseorang yang memanggil kita....
" bagaimana cara membedakan mereka manusia atau bukan.... ? tanya Niken.
" ok... gue akan jelaskan ke kalian tapi tolong kalian ingat perkataan gue... jika mereka menyerupai salah satu dari kita saat memanggil kita di kamar, kalian lihat wajahnya jika di bawah hidungnya ada lekukan kayak punya kita... ucap sie menunjuk lekukan di atas bibirnya. berarti itu memang kita tetapi kalo kalian melihat tidak ada lekukan berarti itu bukan asli dari kita. Sosok itu sangat pintar merubah wujudnya. Tapi tolong kalian jangan takut... bersikaplah biasa saja cari alasan apa saja untuk menolak ajakan dia tetap dengan penolakan yang halus... kalian paham...
" iya sie... makasih infonya... apa mereka berbahaya sie... ucap Mega.
" entahlah... gue sendiri juga belum tahu... gue akan menyelidiki apa maksud dan tujuan mereka.
" ok... sie... gue akan selalu mendukung Lo... ucap Romeo.
" iya sie... kita juga... ucap Mega. Kok kalian berlima biasa aja sih...
" kita memang sudah biasa menghadapi mereka sejak ikut Sie yang penting banyak berdo'a dan percaya kepada Allah yang akan selalu melindungi kita... ucap Dina
" ok... sekarang kita kembali ke mes dulu... ingat pesan gue...
" sie kok gue jadi merinding ya... ucap Mega.
" bersikap biasa saja Mega karena dimana pun kita berada kita akan selalu berdampingan dengan mereka....
" ok...
Mereka kembali ke dalam mes yang memang di khususkan untuk anak² magang.
__ADS_1
Saat memasuki are belakang, Sie sudah disuguhkan dengan sosok Kunti berbaju merah yang sedang tertawa cekikikan. Romeo tampak menunduk karena takut melihat muka sosok Kunti itu. Sie melihat ke Romeo dan menyuruh -romeo untuk ikut ke kamarnya.
" sie... gue g kuat sie... tolong tutup mata bati.n gue lagi sie kepala gue pusing banget.
" ok... ucap sie dan segera menutup mata batin romeo. Udah sekarang Lo balik ke kamar Lo...
" makasih ya sie... .bye din, Ri...
" kenapa minta di tutup... ucap Ria...
" ancor banget.... ucap sie... Ria dan Dina sudah paham apa maksud Siera.
" buruan mandi habis itu kita sholat berjama'ah kayaknya di sebelah mes ada tempat kosong. Dari pada kosong kita buat tempat sholat yuk... gue mau telpon Aldo, Dito sama Mega dulu...
" ok... gue mandi dulu...
" eit tunggu dek...
" kenapa kak...
" kakak dulu masuk kamar mandi ya... mau kakak bersihin dulu...
" oooh... ok kak... gue siapin baju dulu...
Sie masuk ke kamar mandi dan diatas kloset duduk ada sosok kecil seperti orang kerdil sedang tersenyum ke arah sie...
" seneng di sini... bisa ngintip orang mandi, bisa pegang-pegang mereka...
" hehehehe... kamu bisa lihat aku...
" nggak mau... aku nyaman disini...
" nyaman di kamu g nyaman di kita...
" pindahin aku kalo kamu bisa...
" bisa dong mau bukti...
" coba buktikan...
Sie duduk berjongkok dan membacakan do'a agar sosok itu pergi tak lama kemudian sosok itu sudah dipindahkan sie ke tempat yang seharusnya.
Sie kemudian keluar kamar mandi dan berkata kepada Ria dan Dina.
" kalo kalian mau melepas baju baca do'a ini ya... bismillahi ladzi laa illaaha illahu...
" kenapa harus baca do'a itu Kak...
" agar jin tidak bisa melihat aurat kita...
" oooh... makasih ya kak...
__ADS_1
" Hem... gue mau ke kamar Mega dan Niken terus ke tempat yang lain juga...
" sosok yang disitu gimana...
" udah pergi...
" ok... makasih ya siera sayang...
" iya sama-sama...
Sie keluar kamar dan menuju ke kamar Mega dan Niken. Sosok Kunti itu masih terus menatap tajam ke arah Siera tapi tak diperhatikan oleh siera. Sesampai di kamar, Sie melihat mereka berdua sedang tidur-tiduran.
" kalian belum mandi... ucap Sie mendongakkan kepalanya ke arah dalam.
" hehehehe... belum... airnya dingin... ucap Niken..
" coba gue lihat airnya beneran dingin apa nggak...
" iya kamu lihat...
" emang kalian belum masuk kamar mandi...
" udah sih tadi...
" oooh... ya udah...
Sie melangkah menuju kamar mandi, lagi sie melihat sosok pocong sedang berdiri di depan cermin di kamar mandi.
" Astaghfirullah hal'adzim... ucap sie kaget
" kenapa sie... ? ucap Mega dan Niken yang berlari ke kamar mandi.
" nggak kok nggak papa... kalian pergi dulu ke kamar gue...
" kenapa sih sie...
" ntar aja gue ceritanya... gue beresin dulu ini...
" jangan bilang Lo lihat... aaaaaah.... ucap Mega dan Niken kompak dan mereka berlari ke kamar siera.
" heh... lo mupeng ya Cong...
" hihihi... kok tau...
" dasar pocong mesum... nggak usah Lo tunjukkin tu punya senjata gue juga tahu kalo Lo punya itu...
" tapi punyaku gede loh...
" astaghfirullah hal'adzim Cong...Cong... ucap sie sambil tersenyum kecil. emang kalo punya Lo gede, gue tertarik sama Lo...
" ya bisa jadi... kan jarang ada poci kayak aku berani menunjukkan senjata kayak aku gini... aku pejantan loh...
__ADS_1
" heh... Cong jangan-jangan semasa hidup Lo suka mesum ya makanya waktu udah mati itu Lo tegak terus...
" hihihi... itu tandanya aku macho.