I AM SPECIAL INDIGO

I AM SPECIAL INDIGO
Bab 198 - Shariq Adnan


__ADS_3

6 tahun sudah putri Sie dan Aldo sekarang. Kekuatan supranatural yang dia miliki melibihi Siera sang mami. Suatu hari tanpa sengaja saat Shariq sedang duduk di teras depan rumahnya datang 2 sosok tinggi besar yang mendekati Shariq.


" shariq main yok... kamu kenapa main sendirian... main sama kita berdua...


" kalian... kenapa datang ke sini... aku lagi pengen sendirian... kalian sudah buat aku marah...


" maafkan kami Shariq, kami tidak sengaja kemarin...


" bohong... pasti kalian sengaja...


" sedikit sih... kita cuma mau main-main aja kok nyembunyiin dia...


" itu namanya bukan main-main... kalian sampai membuat kedua orang tua anak itu bingung mencari dia. Tapi malah kalian umpetin....


" ayolah Shariq maafin kita kan udah kita balikin... kita berdua bosen shariq main berdua doang... ajaklah kita main sama temen-temen kamu...


Shariq memliki ide.


" oklah... aku akan ajak kalian main tapi aku akan merubah wujud kalian menjadi seperti manusia agar kalian berdua bisa main dengan kami...


" baiklah kita berdua setuju...


Shariq segera merubah wujud kedua makhluk itu menjadi seperti manusia pada umunya karena sebentar lagi teman-teman Shariq akan datang.


Tak berapa lama datang 3 teman Shariq yang mengajak Shariq bermain.


" hai Shariq... udah siap kan Lo...


" udah dong...


" eh... riq siapa kedua orang yang disamping Lo itu...


" ooooh... mereka saudara jauh gue yang datang berkunjung ke rumah gue... udah buruan kita berangkat...


Shariq masuk ke dalam rumah hendak berpamitan dengan sang mami.


" mami... shariq pergi dulu ya... udah ditungguin lano, dewa sama Reza...


" tunggu Shariq sayang ... Ucok sama embul... ikut kamu kan...


" iya ma... terus mereka masih ujud asli...


" nggak ma... mereka udah Shariq ubah jadi sama kayak kita... tuh mereka...

__ADS_1


" waaaaah.... anak mami keren...


" iya dong... siapa dulu maminya... udah ah mi... shariq mau berangkat dulu ntar keburu nggak dapet nih...


" iya ati-ati... jangan lupa lindungi teman kamu dulu...


" siap mamiku yang paling cantik...


Shariq berjalan di depan diikuti kelima temannya. Mereka berjalan sekitar 1 jam mendekati sebuah aliran sungai yang tak begitu deras.


" sebelah mana riq...


" ntar gue liat dulu melalui mata batin gue... kemarin sih ada di sebelah sana aku kasih tanda kok...


Ucok dan embul hanya diam saja seperti tak mengetahui apa yang dicari oleh Shariq dan teman-temannya.


" gimana apa masih ada...


" masih... tenang aja dia nggak berpindah tempat kok...


" buruan ambil riq ntar keburu pergi...


" tenang udah gue kunci kok... dia g bakalan pergi...


" sama mbul... gue juga... sahut Ucok.


" kalian berdua lihat saja apa yang akan gue tangkep... kalian berlima diam dulu disini ya jangan ngikutin gue... tenaga dia besar... gue g mau kalian kenapa-napa...


" ok... siap...


Shariq melangkah perlahan mendekati makhluk yang bersembunyi itu kemudian secara perlahan dia menutup mata dan dari tangannya keluar cahaya, dia hentakkan tangganya ke dalam tanah seperti mengambil sesuatu. Hingga benda yang bersinar keluar dari dalam tanah.


" Alhamdulillah dapat... ucap Shariq sambil mengangkat benda itu dan diperlihatkan kepada teman-temannya.


" apaan...


" nih kalian lihat...


" wao... batu merah delima riq...


" he em ... bagus ya...


" penunggunya...

__ADS_1


" cowok... raja Wowo...


" gila.... langsung dapet raja Wowo... hebat Lo riq...


" udah kalian mau mandi di sungai... keliatannya sungainya jernih...


" bener kata lo riq... mandi yok...


" kita berdua gimana... bisa nggak riq...


" bisa tenang aja...


" ok... kalo begitu kita mandi... tapi tu batu mau Lo taruh dimana...


" eh ... iya ya... kalo gue ikut kalian mandi pasti dia bakalan lari lagi... Aha... gue ada ide...


Shariq kemudian memanggil Romy sahabat sang mami untuk mengantarnya pulang menaruh batu tersebut kemudian kembali dalam sekejap bergabung dengan teman-temannya.


" uncle Romy... come here... shariq butuh bantuan uncle...


Tak lama muncul Romy dengan gayanya.


" ada apa bocil Lo manggil gue...


" uncle... gue bukan bocil ya... nama gue Shariq ingat itu...


" iya...iya... ada apa manggil uncle...


" uncle... bawa Shariq pulang kemudian balikin Shariq ke sini...


" idiiih... gitu amat ya... emang mau ngapain...


" mau naruh ini dulu uncle kemudian Shariq mau mandi noh berendam di kali...


" lah.... si 2 bocah tengil ini juga mau ikut berendam...


" iyalah uncle... udah jangan banyak omong cepet bawa Shariq pulang...


" iya...iya...


Tak lama Romy dalam sekejap mengajak Shariq dan menghilang, belum 5 menit sudah kembali.


" widih... cepet banget Lo riq... ucap dewa... uncle Lo beneran hebat... ucap dewa sambil mengacungkan jempol.

__ADS_1


__ADS_2