
Hari menjelang siang sie dan yang lain menuju tempat parkir mau pulang. Tak lama datang Risma dan sari yang mendekati geng siera.
" Hai... sie, Al, Dina... udah mau pulang....
" eh... Lo ris... iya kita mau pulang... ucap sie
" buru-buru amat, Oia kenalin nih teman gue sari...
" oh hai sari... gue siera ini adek gue Dina, ini Aldo, Dito, Dafa dan Ria.. ucap sie sambil menunjuk ke semua sahabatnya...
" kalian nggak ada rencana mau ngafe dulu sekedar nongkrong gitu...
" maaf ya ris, lain kali aja... kita buru-buru...
" cin, ayok jadi nggak bantuin Zahara... ucap L yang sudah masuk ke mobil beserta Dina, Dafa, Dito dan ria sedangkan sie masih berbicara dengan Risma dan sari...
" jadi dong L, bentar ya... ok ris, sar.. gue duluan ya... sorry...
" ok sie, nggak papa kok ... kalo gitu kita berdua juga mau pergi dulu....
sie membuka pintu mobil dan duduk disebelah Aldo yang ada di belakang kemudi. setelah itu Aldo melajukan mobilnya keluar dari kampus.
" gilaaaaa..... mereka berenam beneran cakep-cakep banget, kalo gue gabung sama mereka bisa lebih terkenal gue...
" jangan ngimpi Lo ris, secara Lo liat sendiri kan sedari tadi yang ngerespon kita cuma sie doang yang lain pada kabur... Lo masih mau ngejar Aldo ris...
" iyalah ... gue makin tertantang nih buat dapetin Aldo... apalagi gayanya itu cool dan cakep banget...
" ris, Lo nyadar g sih kayaknya sie sama Aldo itu pacaran loh... tadi Aldo manggil siera cin, sedangkan yang lain tetep sie dan sie sendiri manggilnya L bukan Al...
" iya ya ... wah makin berat ni saingan gue ..
" udahlah ris, mending Lo kubur aja hayalan Lo buat dapetin Aldo... gue rasa memang Aldo cocok banget sama sie... mereka tu sama-sama cantik dan ganteng...
" lebay Lo... ayok kita pulang
30 menit perjalanan sie dan yang lain sudah berada di jalan Raden Antasari di depan rumah sakit umum.
__ADS_1
banyak makhluk astral yang ada berlalu lalang di dalam area rumah sakit. Yang paling membuat sie penasaran adalah sosok gadis kecil yang sedang menangis di dekat area parkir.
Sie mendekati gadis itu dan diikuti yang lainnya. Sie memperhatikan suasana sekeliling rumah sakit itu.
gadis itu nampak duduk dan menenggelamkan kepalanya diantara kedua kakinya.
" hai adek kecil, kenapa menangis dan kenapa sendirian...
gadis kecil itu nampak mengangkat kepalanya melihat sie yang mengajaknya berbicara.
" astaghfirullah hal'adzim.... ucap sie sedikit tersentak...
" ada apa kak... ucap Dina penasaran begitu juga yang lainnya.
" Ya Allah gadis ini menangis sampai darah yang keluar.... ucap sie nampak sedih...
" adek kamu kenapa.... kenapa sendirian...
" hu...hu...hu... kakak tolong aku... tolong Carikan ibuku...
" ibu... emang ibu kamu kemana...
" Allahu Akbar... tega bener ya ibu kamu ninggalin kamu dek ...
" hu..hu ..hu... Carikan ibuku... aku rindu sama ibuku...
" Ya Allah kasian sekali gadis kecil ini .. ucap sie dengan meneteskan air mata merasakan kesedihan yang dirasakan gadis kecil itu... ok... kakak akan bantuin kamu mencarikan ibu kamu... tapi sebelum itu kamu harus membantu kakak ya...
" bantuan apa yang kakak harapkan dari ku...
" adek apa disini ada orang makhluk yang namanya Ratno, dia tinggi dan tampan...
" Ratno... ucap gadis itu mengingat-ingat... ya aku tahu dia Abang Ratno danndia tinggal di belakang rumah sakit ini...
" Oia adek namanya siapa...
" namaku Sania kakak cantik... kalo kakak siapa...
__ADS_1
" nama kakak siera...
" hiiiii.... namanya cantik kayak orangnya...
" Sania, bisa nggak adek nganter kakak ke tempanya Abang Ratno...
" bisa kakak... ayok kakak ikut Sania... tapi temen-temen kakak...
" biarin aja mereka ikut, mereka pasti nanti juga paham...
" ok, kalo begitu... tapi kakak... kakak hati-hati ya sama Wowo penunggu rumah sakit ini...
" emangnya wowonya kenapa dek...
" wowonya galak kakak, mukanya juga serem... Sania takut... moga aja wowonya lagi nggak ada di tempat biar kita bisa enak maen ke belakang...
" kamu jangan takut Sania kan ada kakak...
" tapi kakak kan cuma manusia, iya sih kakak bisa melihat kami mahkluk astral... kalo Wowo itu berbuat jahat sama kakak gimana, aku nggak bisa bantu kakak loh...
" udah kamu tenang aja ... kita nggak bakalan kenapa-kenapa kok...
sambil berjalan, sie terus mengobrol dengan Sania. Sampai di dekat pintu belakang ada sebuah pohon beringin besar yang tumbuh disana, tampak sie melihat ada Wowo dengan muka sangar, mata merah melotot gigi dengan taring yang panjang menyeringai ke arah sie..
" tu Kak, wowonya beneran ada ... mukanya kak, hi.... Sania takut...
" tenang ya Sania ada kakak disini... Sania bakalan aman kok.
benar saja tempat tinggal Ratno bersebelahan dengan pohon beringin besar yang ditempati Wowo itu.
" gaes, kalian tunggu disini ya nggak usah ikut ke sana... ada Wowo yang sedang mengincarku...
" cinta, kamu beneran mau lanjutin nemuin Ratno
" iya L, nanggung ini juga udah deket kan...
" tapi cinta aku takut kamu kenapa-napa
__ADS_1
" insyaallah L semua akan baik- baik saja