I AM SPECIAL INDIGO

I AM SPECIAL INDIGO
Bab 47


__ADS_3

" maya masih tampak ke sana kemari mencari keberadaan sang adek.


" diantara kalian siapa yang menjadi pimpinananya... Ucap komandan


" sa... Saya pak ucap kodir gugup...


Maya menghampiri Siera dan memintanya untuk menanyakan keberadaan adiknya ke kodir pimpinan penculik itu


" bapak penculik yang terhormat, bolehkah saya bertanya...


" m... M... Mau tanya apa...


" bapak kenal maya dan mia...


" maya dan mia... Iya saya tau... Mereka berdua sudah mati... Ucap kodir dengan menu duk kepada polisi


Maya yang mendengar itu langsung menangis histeri.


" di mana mayat adek gue sie, tolong sie lo tanya sama dia

__ADS_1


" pak kodir... Dimana sekarang mayat mia berada... Apa bapak tau bapak sudah memisahkan adek dan kakak itu... Bapak tega menodai maya hingga mati dan bapak membuang mayat maya di hutan... Kenapa bapak tega hah... Terus dimana mayat mia berada... Bapak buang dimana


" maaf memang saya dan yang lainsudah menodai maya hingga mati tapi untuk adeknya, sebelum saya kirim ke negara T dia sudah mati menyusul kakaknya karena dia kelaparan dan kami juga membuang di hutan tapi di sebelah utara jauh dengan mayat kakaknya.


" bapak bener-bener biad*b... Hewan saja masih menyayangi anaknya... Bapak manusia apa bapak nggak pernah mikir gimana perasaan bapak kalo orang yang kita sayangi di bunuh dengan keji... Apa bapak nggak pernah ngerasain itu hah... Jawab pak jangan diem aja...


" cin, sabar ya... Udah kamu jangan marah-marah mulu...


" iya sie, gue tau lo sedih tapi lo yang sabar ya... Sie menjawab dengan anggukan


" oia may mungkin arwah adek lo masih jalan-jalan entah kemana... Gue mau coba panggil adek lo... Agar lo bisa kumpul sama adek lo May...


" iya sie... Gue juga udah kangen sama adek gue...


Sie tau mia sudah datang. Mia berlari dan berteriak memanggil kakaknya begitu juga dengan May. Dia segera berlari dan memeluk adeknya


" kakak, kakak kemana aja... Mia kangen sama kakak... Kenapa kakak ninggalin mia sendiri... Mia kedinginan kak diluar sana


" maafin kakak dek... Kakak nggak tau itu. Mereka berdua berpelukan dan saling menangis... Sie, romi dan pak bagus yang melihat pertemuan menyedihkan itu ikut menangis...

__ADS_1


" ada apa.... Tanya komandan kepada pak bagus karena baru kali ini komandan liat pak bagus tiba-tiba menangis


" tidak ada komandan, saya hanya terharu melihat pertemuan kedua kakak beradik itu... Bereka bertemu dalam kondisi sama-sama sudah menjadi arwah.


" sie... Gue ucapin makasih sama lo karena lo udah nolongin gue mempertemukan adek gue... Ucapin makasih juga buat mereka yang udah nolongin kita berdua sie... Dan lo rom, makasih karena lo udah mau jadi temen gue... Gue mesti pamit sama kalian


" yaaaah... Jones lagi nih gue baru juga kenal May... Maya menjawab dengan senyum manisnya


" mia juga makasih sama kakak karena kakak sudah baik banget bantuin kita berdua... Kita berdua pamit ya kak


Sebuah cahaya putih menarik kedua adek kakak itu membawa mereka ke tempat dimana seharusnya mereka berada. Sie melambaikan tangan ke arah kedua kakak beradik itu disertai derai air mata kebahagiaan.


" alhamdulillah akhirnya misi kita berhasil ucap sie pada teman-temannya. Sie juga mengucapkan terima kasih kepada bapak komandan bagi yang sudah menangkap para penculik itu.


Sedangkan para polisi segera menyusuri tempat pembuangan mayat kakak beradik yang berada di tempat berbeda seperti yang di katakan ketua penculik itu.


" Ya udah yok kita pulang... Gue capek banget mau cepet-cepet sampek rumah trus bobok


" ayok cin, gue anter lo pulang... Ucap aldo menggandeng tangan siera

__ADS_1


" ok L... Ayok pulang... Gaes kita pulang yuk bentar lagi malem...


Rizky melihat kedekatan aldo dan Siera bahkan dia mengeratkan genggaman tangannya menahan amarah melihat kedekatan mereka. " gue akan rebut lo dari tangan aldo sie... Gue janji... Apapun caranya lo harus jadi milik gue sie... Harus... Gumam rizky yang tak di dengar oleh yang lainnya.


__ADS_2